Maaf, banyak kata-kata ngaur dan typo. Maklum, NonaPrancis juga Manusia😁
Jangan lupa vote dan koment, yah, Reader's_Kyu_Yang_Baik🥰
Taengkyuu, dan salam HaLu NonaPrancis, istrinya XiaoZhan❤️
***SELAMAT MEMBACA***
🚀
🚀
🚀#Senin
Setelah Tahun Baru berlalu, Seorang Gadis kelas 10 kembali ke kota, dimana kota ini adalah tempat mengenyam pendidikannya.
Pagi yang cerah, pagi yang penuh dengan senyuman manis dari seorang Gadis tunggal keluarga Durgama, untuk memulai aktivitas di awal pekan ini.
Drett!
"Syaloom, Pa, Ma!" Jawab Rebeccha Durmaga, saat menjawab panggilan video dari sang Mama.
"Syaloom, sayang!" Balas sang Mama dan Papa bersamaan di seberang telepon.
"Kangen, yah, sama Rea?" Dengan senyum jailnya.
"Tumben, tau? Hahahaha." Balas sang Mama.
"Tau lah, udah seminggu Rea di sini. Hehehe."
"Kamu baik-baik, yah, sayang! Udah makan? Mau ke sekolah?" Tanya sang Papa.
"Iya, Papa ganteng. Rea udah sarapan, dan mau berangkat juga ini."
"Ya udah, hati-hati. Jangan ngebut nyetir." Nasihat sang Papa.
"Oke, Gubernur!"
"Hahahaha! Oke, Gadis Manis. Bye! Muachhh!"
"Bye, Pa, Ma. Muachhh!"
Sambungan telepon pun langsung terputus.
Rebeccha pun keluar dari Apartemen pribadinya setelah Berdoa. Ia turun ke lantai dasar, tempat mobilnya terparkir.
FYI, Rebeccha Durmaga, Anak Tunggal keluarga Durmaga, pemilik perusahaan Corp.Durmaga, yang menjadi salah satu keluarga terkaya di kota EXE. Rebeccha tinggal terpisah dengan Orang Tuanya karena awalnya dulu mereka tinggal bersama di kota IXI, kota yang sekarang di tempati Rebeccha. Namun, karena tuntutan Pekerjaan, Orang Tua Rebeccha Pindah kota 3 bulan sebelumnya. Dan Rebeccha tidak ikut pindah dengan alasan sudah nyaman dengan sekolahnya ini.
Di lain sisi, pagi yang cerah dengan senyum yang cerah, tidak berlaku untuk seorang lelaki bujangan 15 tahun ini, yang di mana pagi yang cerah dengan wajah yang suram.
Buk!
Karena tidak siap, Satu tonjokkan mendarat pada pipi seorang bujangan ini.
"Bangsat! Banci Kalian!" Sambil mengusap darah pada sudut bibirnya.
"Hahahaha!" Tawa ejekan dari lima lelaki seumuran pria yang di pukul tersebut.
Grek!
Seorang lelaki bujangan tersebut pun berdiri, merilekskan tubuhnya, memutar lehernya ke kiri kanan 90derajat.
"Lionex-- oh Lionex. Ini baru permulaan." Dengan nada ejekkan.
Lelaki yang di sebut Lionex ini, langsung menatap tajam ke arah lelaki yang menyebut namanya tersebut.
**Loe gak boleh gegabah, Lionex. Loe harus tenang. Masa iya baru habis tahun baru maaf-maafan, dan sekarang loe berbuat dosa secepat inikah? Sabar, Lionex.** Batin Lionex berusaha tenang, tidak terpancing dengan tindakan musuhnya ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
REBLION
Novela Juvenil"Aku tahu, ada resiko di balik sebuah perbuatan." @REBECCHA DURGAMA . . . ☑️Cerita ini adalah murni Kehaluan Saya sendiri. Jika ada nama Tokoh dan tempat dan lainnya, itu adalah ketidaksengajaan.☑️ Karya ke-3 Author. Semoga reader's suka, Je Vous Ai...