Halmahera, Pemilik senyum merekah menghias indah bagaikan candu, senyum merekah semanis madu terpaut indah di bibir gadis itu. dialah gadis dengan mahkota patahnya yang hidup di tengah kerasnya dunia.
"Putri raja tetaplah putri raja, meskipun kamu b...
Ini part ke 2 dari HALMAHERA Semoga suka, dan jangan lupa
FOLLOW!! COMMENT!! AND VOTE NYA
trimakasih🙏
Happy reading❤ . . . . . . . .
2. Tangis kepergian
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kehilangan adalah definisi kepergian yang sebenarnya. Jika kepergian tidak membuat kita merasa kehilangan maka ketahuilah, ia hanya kejadian yang tidak perlu di sesalkan.
By:Halmahera magystra
.......☔☔......
Alma keluar dari mobil diikuti pak iyo yang membawa tas juga barang belanjaaan nya. Yaps, alma baru saja shopping yang merupakan salah satu hobi yang paling ia gemari.
DORRR.....
suara tembakan keras itu menghentikan langkah alma. Gadis itu terkejut bukan main, jantungnya seperti berhenti berdetak. Alma menoleh ke belakangnya, menatap pak iyo yang juga sama terkejutnya
"papa di rumah pak?" tanya alma pelan menoleh ke arah garasi rumahnya.
"tadi nggak ada non, sepertinya baru saja datang"
Alma dengan cepat berlari ke dalam rumah melihat apa yang terjadi. Mata alma membola seketika saat melihat laras-bunda nya terkapar tak berdaya dengan banyak darah di dada nya. Di ujung tangga sana ada dion- papa nya yang menodorkan senjata api tepat ke arah laras.
"BUNDAA..." teriak alma menghampiri laras, tangisnya meluruh begitu saja melihat sang bunda mengadu sakit dengan wajah pucatnya karna kehilangan banyak darah.
"PAK IYO BANTU ALMA" teriak alma kesetanan, pak iyo langsung menghampiri dan akan menggendong tubuh laras tapi laras menggelengkan kepalanya cepat. Mata sembabnya mengarah pada putri semata wayangnya, halmahera magystra.
"al..almaa" ujarnya terbata
"pak iyo kenapa berhentii cepet gendong bunda kita bawa ke rumah sakit" marah alma, tapi laras tetap menggeleng.
"bunda..." lirih alma memeluk tubuh laras, menciumi tangan wanita itu.
"bunda jangan gini, ayo ke rumah sakit waktu kita ngga banyak" kata alma terisak
"justru karna waktu kita ngga banyak, bun.. Bunda ingin Bicara sama kamu"