Fazza si anak gadis yang selalu di manja Bunda, kakak, sama abang-abang nya
dan selalu ketergantungan dengan Bunda nya karena dari kecil selalu apa² harus bunda
Anaknya nakal tapi takut sama balon
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Udah cantik, ayok sayang makan dulu" amih menggenggam tangan adek untuk turun ke bawah
"Amih ngga usah kasih tau bunda ya" pinta adek
"Kenapa sayang?" Tanya amih
"Biarin bunda sama kakak happy² hari ini amih" jelas adek yang mereka jalan ke bawah
"Baik banget cucuku ini" peluk amih
"Adek ke bagasi bentar amih, mau manasin motor" adek
"Udah apih panasin sayang" apih yang makan buah di meja makan
"Thank u apih muach.." cium adek
"Iya sayang, muachh.. wangi banget sih" apih mencium adek
"Adek bosan pake parfum baby² terus apih, eh tapi jangan bilang ke bunda ya apih kalo adek bilang gitu" adek
"Ehehehe gemas banget cucuku ini, iya apih janji" kekeh apih
"Makannya bubur ya sayang, biar ngga perih mulutnya" amih datang dari dapur sambil mengaduk² bubur itu yang masih panas itu
"Iya amihh" adek sambil melihat² kamera yang tadi ia bawa dari kamarnya
"Aaa sayang" suap amih
"Sakit ngga sayang?" Tanya apih
"Ngga lagi apih" adek
Setelah selesai makan, adek pun bergegas ingin pergi pake motornya :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apih, amih adek pergi dulu ya" pamit adek yang udah di atas motor
"Iya sayang, hati² ya, jangan matiin hpnya, kalo mau pergi kabari dulu, jaketnya di pake, helmnya juga pake terus" bawel amih
"Iya amihh ku sayang" adek
"Assalamualaikum.." adek
"Waalaikumsalm sayang.." apih amih
"Kasihan cucuku" amih kasihan melihat cucunya itu
"Bintang anak kuat, makanya tuhan beri hal seperti ini" apih memeluk amih
Diperjalanan adek selalu saja berhenti di taman² kecil untuk diam sejenak
"Hufftt...hiks.." hanya helaan nafas dan air mata yang keluar dari mulut dan mata adek
5 menit hanya berdiam diri kini adek melanjutkan perjalanannya menuju makam yanda nya
"Hufftt.." setelah sampai di makamnya adek masih menghela nafasnya dalam sambil duduk di samping makam itu membawa bunga dan kamera tadi ia gantung di lehernya
"Bunda pernah bilang kalo yanda suka juga koleksi kamera²" seakan berbicara dengan yandanya
"Adek juga suka, yang ini adek dapat waktu itu di gudang, pas adek mau ambil bola basket"
"Trus adek buka isi kameranya, ternyata foto² yanda waktu masih muda sama bunda ada disini"
"Adek ngga bilang sama bunda kalo adek nemu kamera yanda, nanti bunda nangis² lagi, adek ngga suka liat bunda nangis terus"
"Foto adek waktu bayi juga ada loh yanda" senangnya
"Kata bunda kalo adek gede, yanda sama adek main basket bareng, ngoleksi kamera bareng" tanpa ia sadari air matanya udah menumpuk
"Pasti yanda juga belain adek kalo ada yang jahatin kan, trus kalo abang² bentak adek juga pasti yanda marah" curhatnya
"Adek lagi sedih yanda, soalnya bunda marah hari itu trus tadi juga bunda sama kakak pergi keluar" adunya
"Bunda waktu itu diemin adek, karena adek nakal, tapi adek diam aja kok yanda, ngga mau buat bunda tambah sedih"
"Oh iya, bunda ngga bisa ikut, soalnya kakak juga hari ini lagi sedih terus bunda ajakin kakak keluar" adek sebenarnya sedih karena ngga di ajak pergi tapi ia ngga bilang ke siapapun
"Adek sama yanda foto berdua ya" adek mengambil foto mereka berdua yang dimana adek bergaya senyum aja
"Yanda tenang aja, adek ngga kasih tau bunda kok, kan misi adek sama yanda sama ngga boleh buat bunda nangis"
Hampir 2 jam di makam yandanya, cerita² semua yang ingin ia ceritakan
"Hikss..hiks..hiks.." tangis adek terasa sakit
"Adek pulang dulu yanda hiks.." tangisnya masih terdengar sakit
"Tapi air matanya ngga bisa berhenti" dia berusaha me lap matanya agar tidak keluar air mata lagi
"Adek belum mau pulang kerumah, adek ngga mau nanti bunda liat mata adek merah gini"
"Byebye yanda, i love u muach.." ciumnya pada pusaran sang yanda dan berlalu pergi
Tanpa ia ketahui ada abangnya fezzo di belakang pohon yang merekam semua kegiatan adeknya dari tadi Yang disuruh apihnya tadi mengikuti adeknya
"Hiks..." tangis abangnya pecah setelah adeknya pergi
Sekarang adek ada di taman yang tadi, membeli roti dan susu tawar dan ia makan sendirian Bang fezzo masih mengikuti adeknya yang merasa kasihan melihatnya
"Susunya habis" monolognya, ia kembali ke supermarket dan membeli susu 3 biji lagi
Abangnya yang melihatnya dari jauh pun terkekeh melihat adeknya sangat menyukai susu
Setelah susunya habis sekarang ia mencari² gambar yang pas untuk ia potret
"Wow kameranya bagus" kagumnya
Abangnya dari tadi juga memvideokan dirinya dari kejauhan