Fazza si anak gadis yang selalu di manja Bunda, kakak, sama abang-abang nya
dan selalu ketergantungan dengan Bunda nya karena dari kecil selalu apa² harus bunda
Anaknya nakal tapi takut sama balon
Setelah adek mandi, mereka kembali ke ruang keluarga menunggu bakso yang dibuatkan bunda
"Bundaa.. adek udah wangii" teriak adek sambil berlari menghampiri bunda
"Ya ampuun, jangan lari² dek ini didapur nanti adek jatuh" bunda sambil memeluk adek dan mencium wangi khas anaknya
"Bundaa, besok adek mau pergi main boleh ya" adek yang tiba² bilang gitu
"Kemana sayang? Adek baru sembuh dek" bunda juga heran tiba² anaknya ini minta izin mau main
"Adek mau ketempat reby" adek yang sekarang memeluk bunda dari belakang
"Ngapain kesana sayang, jauh rumahnya rebyy loh" bunda yg masih khawatir karena adek baru sembuh
"Adek kangen sama rebyy" rengek adek Fyi : reby teman kecilnya adek yang umurnya lebih tua 2 tahun dari adek dan adek selalu manja ke reby Reby dulunya tinggal dideket rumah mereka tapi karena mereka beli rumah lagi dan harus pindah
"Yaudah, besok kita kerumah reby ya" ucap bunda sambil menaruh bakso ke mangkok "Nanti bunda cari rumahnya reby sekarang dimana sayang"
"Yeayyy rebyy Im comingg" ceria adek
"Hehehe kangen banget ya dek" bunda yg hanya diangguki adek dengan antusias
Malam harinya
"Bunda.." panggil adek yg datang kekamar bunda
"Iya sayang" bunda yang fokus selesaiin kerjaan
"Nothing.." adek yang keluar lagi dari kamar bunda
"Adek mau apa sayang" bunda yang heran melihat adek
"Nothing bundaa.." adek dari luar kamar dan adek menuju kamarnya
Didalam kamar adek
Adek tiduran dikasurnya sambil ngelamun hadap langit² kamarnya, bergelut dengan pikirannya sendiri Tidak lama dari itu adek mengambil mainannya seperti koleksi rubiknya, dan mainan² mahalnya
Dikamar bunda
Bunda memantau adek dari cctv dan sekarang bunda udah bersama kakak
"Adek kasihan bunda" ucap kakak melihat adek main sendirian
"Bunda juga kasihan liatnya kak" bunda "Tadi adek kesini trus keluar lagi tau kak" adu bunda
"Adek takut gangguin bunda mungkin" kakakk
"Mungkin adek mau sendiri dulu" bunda
Tiba tiba Brukk.. Suara jatuh dari kamar adek yang ternyata adek jatuh dari kursi
"Akhh.. aduuh" adek kesakitan dibagian pantat
"Astagfirullah adekk.." kakak melihat adek jatuh dari cctv
"Kita liat dulu sayang adek responnya kayak gimana" bunda mencegah tangan kakak yg mau pergi nyamperin adek
"Tapi kasihan adek bundaa" kakak
"Iya sayang wait yaa" bunda memeluk kakak Bunda juga sebenarnya takut adek kenapa² tapi untuk melihat udah sedewasa apa anak bungsunya itu sekarang
Sedangkan dikamar adek
"Kok bisa jatuh" bingung adek sambil memegangi pantat dan pinggangnya
"Ngga boleh nangiss" ucapnya untuk dirinya sendiri
Adek naik lagi ke kursi untuk mendapatkan barang yang dia mau Dan barang yg mau di ambil ternyata boneka yang dulu pernah mau dikasih ke reby, tapi karena keluarga reby pindahnya pas adek lagi di swiss jadi ngga sempat dikasih
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bonekanya masih wangii" cium adek pada siboneka
Fyi: adek sayang banget sama reby, katanya kalo dia cowok udah dipacari si reby ini wkwk
Dikamar bunda
"Adek kangen banget sama reby kak" "Besok kakak ikut kan?" Tanya bunda
"Kakak usahain bisa ikut bunda" kakak
"Bunda udah tau alamat rumahnya keluarga reby" bunda
Ceklek..
"Bundaa" adek masuk sambil membawa boneka tadi
"Sayangg.. itu buat apa nak" bunda memang dasarnya ngga tau keberadaan boneka itu dan untuk apa
"Ini boneka buat reby dulu bunda, tapi karena waktu itu adek lagi di swiss jadi ngga bisa ngasih ke reby" curhat adek
"Adek mau ngasih boneka ini ke reby besok?" Tanya kakak dan diangguki adek
"Sini dulu peluk bunda" bunda minta dipeluk sekaligus melihat apakah adek masih kesakitan pas jatuh tadi
"Akhh.." adek kesakitan pas bunda peluk pinggang adek
"Kenapa sayang" ucap bunda mulai resah ternyata sakitnya belum hilang
"Adek cuma jatuh dikit tadi bunda waktu ambil ini" adek
"Sini bunda periksa dulu" bunda menyingkap kaos adek dan memegang pinggangnya
"Ssttt.." ringis adek
"Bunda urut ya sayang" tanpa persetujuan adek bunda langsung mengurutnya