Setelah tinggal di tempat ini selama kurang lebih 5 hari, Zhi fan mulai sedikit beradaptasi dan memahami situasi yang dihadapi nya.
Tubuh ini adalah Fang Zhen, pria muda cerdas dan putra yang selalu di banggakan oleh ayahnya, Perdana Menteri Fang yang menjabat sebagai menteri perdagangan nasional. Dia merupakan pria telaten dan berkomitmen. Nama nya juga dikenal baik karena mendapatkan cukup banyak penghargaan yang diraihnya secara pribadi. Anak pertama dari 2 bersaudara dengan putri Fang yin sebagai adiknya.
Itu adalah hal paling utama yang sudah di sadari Zhi fan. Dan fakta bahwa dunia yang dia tempati sekarang adalah karya fiksi terakhir yang dia baca,
"Jika tau begini lebih baik aku mendengar kan endingnya dulu baru masuk ke sini" Sudah 4 hari dia mengunci diri dikamar. Alasan dia dikatakan sakit dan sudah tidak sadarkan diri dari seminggu yang lalu cukup mengejutkan.
Pangeran muda Qin hampir mati tenggelam dan untungnya putra perdana menteri Fang menyelamatkan nya. Jika tenggelam di kolam biasa, tentu itu bukan masalah. Bagaimanapun juga ini adalah musim paling menyebalkan selama hidupnya. Musim dingin atau musim putih. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika dia sampai jatuh sakit.
Apa aku gila ?! Kenapa aku menyelamatkan dia?! Aku baru saja menggali kuburanku sendiri.
Walau begitu dia merasa sedikit lega saat mengetahui fakta bahwa umurnya 15 tahun. Cerita dari novel dimulai saat dia sudah menjabat menjadi menteri sekaligus teman belajar Kaisar saat berusia 18 tahun. Tapi, 3 tahun bukan waktu yang lama. Banyak hal yang harus dipersiapkan.
Dia memasuki dunia yang cukup berisiko, jika tidak hati hati Zhi fan yang tidak mengetahui ending cerita bisa saja menganggu sistem. Tapi setelah dipikir pikir kembali, dia juga akan menghancurkan nya. Adiknya lebih berharga dan dia akan melindungi adiknya.
Zhi fan POV
Aku sedikit memahami situasi Fang zhen. Tapi dari yang aku dapatkan dari ingatan pria ini, hubungannya dengan adiknya tidak cukup dekat. Mereka hanya mempertahankan hubungan formal. Tapi jelas dalam novel, dia bahkan memohon untuk adiknya. Dan ada beberapa hal yang membebankanku. Aku datang ke dunia ini meninggalkan adikku. Fakta itu, aku sampai sekarang belum bisa menemukan solusi nya.
Wajah mereka mirip, walau adik fang zhen terlihat sedikit lebih muda. Bagaimanapun umurku juga lebih muda sekarang.
"Jika aku bisa sampai ke dunia ini, dan ini bukan mimpi. Artinya aku sudah pasti mati. "
Setiap kali memikirkan kemungkinan ini, aku tidak bisa menerima nya. Adikku adalah gadis yang masih muda. Apa dia tidak apa apa? Apa dia bisa mengurus pemakaman ku? Dia tidak akan bersedih lama kan? Bukankah aku gagal merawatnya? Lalu bagaimana dengan sekolahnya?
"Ugh.... " Hatiku sakit sekali. Apa ini penyakit tubuh ini? Sakit sekali..
"Ughhh... Huk... Hemmpp" Air mataku tidak mau berhenti. Dunia ini, sekarang aku tidak memiliki apapun disini. Bagaimana adikku disana. Kuharap Nan Nan tidak akan lupa makan. Kuharap dia tidak akan bersedih terlalu lama.
"Huk... Hmmpp.. Huk.. Hikss... Maaf kan aku. Maafkan aku maafkan aku" Walau aku memukuli dadaku, sakitnya tidak bisa menghilang. Jika hidupku sebelumnya gagal, maka aku tidak akan menyesal jika diberi kesempatan baru. Tapi, walau berat hidupku yang dulu adalah milikku. Aku bahagia, aku senang, juga sedih. Tapi aku tidak membenci nya. Aku menyayangi adikku. Setiap hari, aku selalu mengulangi hal yang sama. Terus mengulangi spekulasi tentang fakta yang aku hadapi. Dan berakhir menangis. Kemudian aku akan bangun dihari berikutnya dan melakukan hal yang sama.
"Aku ingin kembali. Aku juga... Memiliki rumahku sendiri"
POV end
Walau sudah mengurung diri selama hampir seminggu, tidak ada yang benar benar memperhatikan putra sulung mereka. Ibunya hanya datang beberapa kali untuk mengingatkan nya menghabiskan makanannya.
Bukan karena mereka tidak peduli atau hal lainnya. Hanya saja...
"Apa anak itu masih mengurung dirinya? Bukankah kali ini dia berdiam lebih lama dari biasanya? " Perdana menteri Fang jarang dirumah, tapi dia selalu menanyakan kondisi keluarganya secara rutin pada istrinya. Sebagai menteri perdagangan, bukan hal yang aneh jika dia harus bepergian dalam waktu lama dan hanya kembali untuk beberapa hari.
"Hah... Aku juga mengkhawatirkan nya. Tapi dia selalu bilang bahwa masa ini adalah masa dimana dia butuh waktu sendiri. Jika aku terlalu ikut campur, dia akan mengancam kabur lagi bukan? Pangeran juga selalu meminta kunjungan untuk melihatnya, tapi sampai sekarang aku masih menolaknya mengunakan namamu. Anak itu, entah kapan dia mulai tertutup dengan kita"
Mereka menyayangi anak anak mereka. Hanya saja anak anaknya lebih cepat dewasa dari yang mereka harapkan. Anak tertuanya mulai bersikap dewasa saat mulai memahami posisi yang keluarga nya miliki. Dia mulai menganggap bahwa dia harus bisa lebih sukses dari ayahnya dan menolak semua sikap yang bisa memanjakan dirinya. Sementara putri bungsu nya juga lebih suka belajar dan juga lebih sering mengikuti pertemuan sosial mewakili keluarga nya daripada menemani ayah ibunya untuk meminum teh ditaman. Mereka juga khawatir jika terlalu menganggu anak anaknya, mereka akan menjadi orang tua yang di anggap kolot.
"Aku membelikan beberapa gaun untuk Fang yin, padahal itu adalah gaun yang sedang disukai anak seumurannya. Tapi dia bahkan tidak melirik sedikitpun. Dia bahkan meminta dibawakan beberapa alat melukis. Bukankah tangannya masih terlalu kecil untuk menyentuh cat? " Perdana menteri tidak akan berbohong, tapi masa masa dimana putri nya selalu ingin digendong adalah masa paling bahagia. Sambil menghela sedih, dia melanjutkan monolognya..
"Saat mendengar Fang zhen jatuh sakit, aku bahkan sangat terkejut. Jika bukan perintah Kaisar aku akan segera pulang. Tapi sampai sekarang aku bahkan belum bisa melihat wajahnya. Bukankah aku ayah yang buruk" Ucapan nya mengundang tawa kecil dari istrinya. Suaminya sangat tegas jika diluar rumah. Tapi saat berhadapan dengan anak anak mereka, dia tidak akan pernah menolak permintaan mereka. Bahkan dia tau suaminya beberapa kali berjalan disekitar kamar putra mereka. Hanya berharap anak itu mulai berhenti mengunci dirinya.
Jika boleh jujur, sebagai ibu dia juga sangat ingin anak anaknya bersikap manja padanya. Tapi dia juga selalu merasa bangga pada putra putri nya yang sangat cerdas. Jadi dia tidak bisa bersikap egois dan menegur mereka disaat mereka tidak melakukan kesalahan apapun.
Suara pelayan wanita mengintrupsi mereka.
"Maaf tuan nyonya, ada berita yang perlu saya sampaikan" Pelayan itu tampak khawatir...
"Katakan" Setelah mendapat respon tuannya pelayan itu menatap mereka.
"Pangeran ke tiga, datang berkunjung"
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Love In Spring
RomanceZhi fan bertansmigarasi ke novel yang dia baca. Dan parahnya, dia ditakdirkan untuk mati. Awalnya yang dia pikirkan hanya tentang adiknya yang ia tinggalkan. Sampai saat ia melihat bahwa adik perempuan didunia barunya sangat mirip dengan adik kandu...
![[BL] Love In Spring](https://img.wattpad.com/cover/318945653-64-k95772.jpg)