Hewan apa yang namanya cuma ada 2 huruf?
Jawab: udang (U dan G)
Wkwkwk receh bet dah gue:(
Happy Reading titi🧡🦖
________________
Pagi ini keadaan sekolah terasa lebih ramai dari biasanya. Sudah seminggu lebih sekolah menyelenggarakan ujian semester akhir, dan tepat di hari ini, ujian terakhir akan di laksanakan.
"Ada apa sih kok tumben pagi-pagi gini udah pada heboh?" tanya Jaja.
Nana dan kedua sahabatnya hanya menggeleng pertanda tak tahu. "Mungkin liburan di tunda, makanya pada heboh," jawab Rama, sekenanya.
Nana mengerutkan keningnya, untuk berfikir sejenak. "Teh citra jadian sama pak Galang kali, makanya mereka semua heboh."
Rama dan Jaja mendelik kaget. "WHAT THE fuck?! Are you seriusly Nana? Wah wah wah, kalah cepet nih gue," heboh Jaja, membuat ketiga sahabatnya mendengus kesal karena kehebohan Jaja.
"Ya emang kenapa kalau teh Citra jadian sama pak Galang? Berkurang duit di ATM lo makanya lo heboh? Iya? Kalo gak berkurang, mending lo diem deh!" sarkas Nana, lalu beranjak pergi meninggalkan Jaja yang mengerucutkan bibirnya, serta Rama yang tersenyum jahil, dan juga Dewa yang menanggapinya dengan raut wajah datarnya.
"Yahh kasian di ambekin doi, gak ada yang ngasih contekan nih," ledek Rama, lalu tertawa puas melihat wajah cemberut Jaja.
"Berisik lo berdua!" geram Dewa, kemudian mengambil langkah pelan meninggalkan Rama dan Jaja, untuk menyusul Nana.
Setelah kepergian Dewa, Rama berinisiatif menarik pergelangan Jaja untuk menyusul Dewa dan Nana.
Senyap, sepi, tanpa suara sedikit pun. Begitulah kondisi kelas tempat ujian berlangsung, dengan Jaja dan Rama yang sibuk mencari akal untuk menyalin lembar kerja Nana lalu mengirimkannya pada Dewa ketika sudah selesai.
Detik demi detik berlalu begitu saja tanpa ada gangguan sedikit pun, membuat Nana bernafas lega ketika bisa menyelesaikan setiap soal yang ada di hadapannya.
Tett tett tettttt
"Baiklah anak-anak sekarang kumpulkan semua lembar jawaban serta lembar soalnya di meja saya," ucap guru pengawas, memberi perintah.
Di mulai dari siswa yang duduk di bangku paling belakang, maju ke depan untuk menyerahkan lembar soal dan lembar jawabannya di meja guru. Di lanjutkan oleh siswa yang duduk di bangku kedua dari belakang, begitu seterusnya sampai bangku paling depan.
"Baik lah terima kasih semuanya, silahkan beristirahat sejenak dan selamat menikmati liburan," ucap guru pengawas tersebut, lalu keluar kelas membawa serta tumpukan lembar jawaban dan juga lembar soal siswa.
Nana, Jaja, Dewa, dan Rama, berjalan beriringan menuju kantin.
"Eh ujian udah selesai kan? Gimana kalo kita ngikut bang Bagus aja?" usul Rama, dengan suara berbisik supaya Nana tak bisa mendengarnya.
Jaja mulai mengerutkan keningnya. "Ngikut kemana?"
"Tawuran lah besti," jawab Rama, dengan senyum manis serta alisnya yang sengaja di naik turunkan.
"Ayo aja gue mah," ucap Jaja, menyetujui ajakan Rama.
Rama menyenggol Dewa yang berada di sebelah kirinya dengan pelan. "Lo gimana?"
"Gimana apanya?" ujar nya sembari mengerutkan kening tanda tak faham.
"Tawuran."
Dewa tampak menimbang sesuatu dalam benaknya, sembari memerhatikan punggung Nana yang berada beberapa langkah di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Kembar! [Hiatus]
Teen FictionPersamaan tanggal lahir, persamaan nama, juga persamaan sifat dan tingkah laku, membuat keduanya disebut kembar. Namun keduanya bukanlah saudara kembar, mereka berdua terlahir dari dua rahim yang berbeda. _____ "Panggil gue abang Jaja!" "Seenak jida...
![Bukan Kembar! [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/307499075-64-k795120.jpg)