Hai hai ...
XC lagi ga ada ide ...
jadi, gomen klo ceritanya agak keluar plot.
Yup, hope U like it ... ^_^
Normal POV
Mahiro melepaskan penutup mulut Yoshino dan langsung mengatupkan bibirnya dengan bibir Yoshino. Mahiro mengecup bibir Yoshino penuh nafsu. Mata Mahiro sedikit terbelalak ketika merasakan Yoshino mulai balas mengecup bibirnya. Sebuah seringai kemenangan tercetak di bibir Mahiro. Mahiro mulai menggigit pelan bibir bawah Yoshino, meminta akses ke dalam rongga mulutnya. Yoshino yang sudah tak bisa berpikir lagi hanya pasrah mengikuti hasrat tubuhnya yang tak tertahankan lagi. Yoshino membuka mulutnya dan membiarkan lidah Mahiro mengeksplorasi rongga mulutnya dengan leluasa, mengajak lidahnya bertau dengan irama yang semakin memabukkan.
Paru-paru yang berteriak meminta oksigen membuat Mahiro melepaskan ciuman panas mereka. Bibir Yoshino bengkak dan basah dengan cairan milik mereka berdua yang telah tercampur dan kini mengalir menuju dagunya. Nafas keduanya memburu. Mahiro mengecup dagu Yoshino, kemudian menuju lehernya, lalu menuju bahunya kemudian menghisap dan menggigit bahunya hingga meninggalkan bekas merah yang sedikit mengeluarkan darah.
"Ennnhhh ... ah-ahn ... henti-aaahhhh"
Kalimat Yoshino tak pernah terselesaikan karena Mahiro mengecup dan menghisap puting Yoshino, mengirimkan sensasi aneh yang membuatnya tak bisa lagi melanjutkan apa yang berusaha dia ucapkan. Sementara tangan kirinya memainkan puting Yoshino menggantikan vibrator yang telah dilempar entah ke mana, lidahnya terus begerak ke bawah sambil memberikan kecupan-kecupan kecil di sepanjang perjalanan menuju bagian bawah Yoshino yang sudah basah oleh cairan precum. Mahiro memegang penis Yoshino cukup erat dan menekan ujungnya.
"Ah .. ahhhnn .. ah .. aku .. nh ..."
Tak memperdulikan rintihan Yoshino, Mahiro terus memainkan penis Yoshino dan membuatnya semakin tegang. Yoshino sudah hampir tak tahan merasakan perasaan ingin mencapai klimaks, tetapi tidak bisa karena miliknya terikat oleh sesuatu. Setiap sentuhan yang diberikan Mahiro membuatnya semakin hilang akal.
"Aaaahhhn ... ahhh ...nnnh ... aku...ingin...nnh...ku-mo-hon"
Tiba-tiba Mahiro melepaskan tangannya dari milik Yoshino. Entah kenapa Yoshino merasa kecewa ketika sentuhan itu menghilang. Mahiro melepaskan ikatan tangan Yoshino dari tiang ranjang kemudian menarik wajah Yoshino ke depan miliknya yang sudah berdiri tegak.
"Hah? Ap—-mmm"
Belum sempat Yoshino menyelesaikan perkataannya, Mahiro membungkam mulut Yoshino dengan memasukkan miliknya ke dalam mulutnya.
"Mmmmmnnnnhh"
"Ne~ Ne~ Yo-shi-no. Jangan pernah berpikir untuk menggigitnya atau kau akan merasakan hal yang lebih parah. Jadilah anak baik dan buat aku puas."
Yoshino berusaha berontak dan mendorong tubuhnya menjauh, tapi Mahiro terus menekan kepalanya dan membuatnya tak bisa lolos.
Entah karena rasa takut atau pengaruh obat yang membuatnya kehilangan logikanya, Yoshino mulai mengikuti permainan yang dibuat Mahiro. Yoshino mengulum dan menghisap kejantanan Mahiro dengan penuh nafsu. Mahiro yang merasakan efek kenikmatan atas pekerjaan Yoshino menjambak rambut Yoshino dan mulai menggerakkan milikknya keluar masuk mulut Yoshino.
"Emh ... ahhh ... Yoshino ... bagus sekali ..."
"Ukh ... akh ... ummmhhhhh"
Berkali-kali ujung Penis Mahiro menyentuh pangkal rongga mulut Yoshino, membuatnya hampir tersedak.
"Nnnnhhh ... aaahhh ... Yoshino!"
"Ahk ... ukh"
Mahiro mencapai klimaksnya dan mengeluarkan cairan semennya dalam rongga mulut Yoshino membuat Yoshino tersedak dan menelan cairan itu refleks.
Yoshino terbaring lemah di hadapan Mahiro dengan tubuh basah oleh keringat. Wajahnya merah padam dengan mata masih tertutup, dari sudut bibirnya yang bengkak masih mengalir sisa-sisa semen milik Mahiro, nafasnya memburu, tangannya terkulai di sisi tubuhnya, kedua kakinya berkedut menahan hasrat yang ada di selangkangannya, dan penis Yoshino sudah sangat tegang karena tak bisa mencapai klimaks yang seharusnya sudah terjadi sejak tadi. di mata Mahiro, pose Yoshino saat ini begitu ... menggoda.
TBC
ahhhh ....
itu lah ...
XC agak kurang yakin dengan adegan di atas ...
So ... mean to voment???
see U next chapter ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Game (Zetsuen fic)
Fanfictionyaoi, BDSM, sex pairing : Mahiro x Yoshino don't like don't read Mata Mahiro menangkap sebuah toko dengan nama yang membuat bibirnya menyunggingkan senyum jahil. Hanya Tuhan, Mahiro dan penulislah yang tahu apa yang direncanakan otak jenius Mahiro. ...
