maap ya kalau semisal kan chap ini agak bosenin apa gimana:)
~•~
"Waktu untuk mengerjakan soal dimulai dari sekarang!" dan suara peluit dengan kencang menggelegar di area gedung tempat olimpiade itu dilakukan. Mengundang pekikan semangat dari para pendukung yang datang kesana
Sedangkan para pesertanya sendiri dengan gesit langsung membalikkan kertas soal yang berada di depannya, mulai membaca satu persatu kata yang menjadi deretan soal untuk mereka jawab dengan tepat
Termasuk si sulung kim yeonjun yang sudah apik mengenggam erat pensil miliknya, melihat jumlah soal yang harus ia kerjakan dan menatap kearah waktu didepan sana. Waktu yang tidak terlalu mepet tetapi tidak lenggang juga, yeonjun harus tetap cepat menyelesaikan semuanya
Melirik sebentar kearah bu gitta yang langsung saja mengangguk pelan seolah-olah memberikan semangat kepada yeonjun dan mempercayai anak laki-laki itu sepenuhnya
"JAGOAN AYAH SEMANGAT!!" dan yeonjun mulai tersenyum lebar setelahnya, mendengar teriakan semangat dari ayahnya berhasil membuat dirinya mendapatkan semangat yang sempat terbuang karena kejadian hampir didiskualifikasi tadi
Membaca pertanyaan dikertas itu dengan cermat dan menulis beberapa rumus yang akan ia pakai nantinya untuk menjawab, yeonjun dengan gesit mulai mencari jawaban dari soal-soal itu tanpa kehilangan fokus walaupun banyak teriakan yang menyemangati dirinya sekarang
Menulis, menghitung, dan berfikir. Itu yang yeonjun lakukan beberapa menit terakhir ini untuk mencari jawaban yang tepat. Mengetuk pelan pensil miliknya ke meja dan mulai melakukan kegiatan berulang-ulang tadi
Di penghujung soal yang mendekati akhir, yeonjun tiba-tiba saja terdiam. Perkataan kakek dari pihak bundanya itu mulai terputar dalam benaknya bak kaset rusak, perkataan yang hanya dirinya dan yejoon tau berdua saja
"Kalau kamu sampe gagal kasih hal yang membuat saya bangga, jangan harap pernikahan ayah dan bunda mu itu berjalan dengan lancar kedepannya! ingat yeonjun, nasib pernikahan kedua orang tua mu ada ditanganmu sekarang"
Yeonjun pusing sungguh, dia selalu merasa tidak ada hal yang dapat ia berikan untuk membuat kakek dari pihak bundanya itu bangga dan yejoon dengan kejam memberikan tekanan lebih kepadanya
Si sulung kim itu mulai melirik kearah taehyung dan yerin yang sudah menatapnya dengan lekat dari kursi penonton diatas sana, senyuman teduh keduanya berhasil membuat yeonjun merasa lebih tenang setelahnya
Beralih melirik kearah beomgyu dan yena yang sudah mengangkat tinggi-tinggi kertas karton berisi foto dan kata penyemangat untuk dirinya, tersenyum lebar lalu melambaikan tangannya saat sadar kalau yeonjun sedang melihat kearah mereka
"Gue aja percaya kok sama lo yang bisa penuhin janji itu, kenapa lo gak yakin?"
"Kamu hebat, yeonjun. Ibu yakin kalau kamu bakal sukses di masa depan nanti, jangan pesimis gitu"
"Jagoan bunda paling hebat, apapun yang kamu kasih ke bunda adalah hal yang membanggakan buat bunda ataupun ayah"
"Kakak bami tuh hebat tau! kalian aja yang suka tutup mata karena kak yeonjun hadir di waktu yang kurang tepat! jangan munafik, kak yeonjun lebih baik dibandingkan kalian semua!"
Perkataan dari orang tersayangnya perlahan mulai terdengar menggantikan perkataan dari yejoon saat itu, berhasil membuat yeonjun tersenyum kecil sebelum akhirnya kembali fokus kepada soal di depannya
Ya. Yeonjun pasti bisa
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE & GREY [end]
FanfictionDia iri Dia ingin keadilan Dia ingin merasakan kasih sayang Hanya pelukan, atau sekedar pertanyaan tentang kabarnya saja untuk setiap harinya Apa sang ayah tidak bisa melakukan itu? Apa sebegitu sibuknya kah sang ayah hingga tak memiliki waktu sedi...
![BLUE & GREY [end]](https://img.wattpad.com/cover/303565725-64-k341284.jpg)