Tanpa Deskripsi 😁
Bahasa non baku, yaaa✌
Yeyy cerita baru, penghilang kegalauan dikala habis membaca Home-Blaclvelvet🤣 Gue sampe takut njirr, banyak reader yang ngamuk karena end nya meresahkan 🤣
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
-
-
-
*Happy Reading*
*****
Seorang gadis cantik dengan rambut panjang duduk santai di warung makan pinggir jalan, menikmati hidangannya dengan lahap. Seketika semua mata yang ada di warung tertuju padanya.
Bagaimana tidak? Empat bodyguard berjas hitam tampak menjaga pintu masuk seperti sedang mengawal kepala negara, sudah jelas, gadis ini anak orang kaya. Tapi... dia makan di warung kecil di pinggir jalan? Dengan mas Joko yang memasak seadanya? Memangnya ini bisa?
Yang lebih absurd lagi, menu yang dimakan: tahu-tempe dengan kemangi plus jengkol-sungguh kombinasi lokal yang bikin semua orang terkaget. Bahkan tadi sempat terjadi keributan kecil antara Lisa dan salah satu bodyguard karena si gadis bersikeras mau makan tahu-tempe. Untungnya, kepala keras Lisa menang, akhirnya bodyguard pun mengalah, daripada berurusan dengan atasan.
"Wahhh, Mas Joko, Buk Ari emang nggak ada obatnya!"Lisa berteriak sambil acungkan jempol ke arah mba yang sedang menggoreng tahu-tempe, menimbulkan tawa kecil di antara pelanggan.
Sang embak hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng. Ia baru sadar, gadis kocak yang sering ngutang di warungnya itu ternyata anak orang kaya.
"Neng Lisa, ini minumannya, mba,"ucap sang embak sambil meletakkan es jeruk di meja.
Salah satu bodyguard langsung mengambil minuman itu. "Saya periksa dulu, Nona," katanya kaku.
Lisa langsung menyambar minumannya dari tangan bodyguard. "Apa sih lo... balikin! Gue pecat juga lo mau?" teriaknya kasar.
"Maaf, Nona, saya hanya ingin memeriksa saja," jawab bodyguard itu dengan sopan.
"Nga usah lebay. Gue udah sering makan di sini. Sono lo, jaga aja di luar. Orang lagi makan, ganggu aja." Lisa membentak, menatap bodyguard seolah ingin menancapkan mata di kepalanya.
"Tidak masalah, Neng Lisa. Kalau butuh apa-apa bilang aja ya,"kata embak sambil meninggalkan meja, tetap tersenyum menahan geli.
Lisa mengangguk dan kembali fokus makan. Semalam ia tidak sempat makan karena Wenda marah dan menolak masakin dia-jadilah sekarang ia kelaparan.
Selesai makan, Lisa memanggil salah satu bodyguardnya untuk membayar seluruh tagihan.