Tanpa Deskripsi 😁
Bahasa non baku, yaaa✌
Yeyy cerita baru, penghilang kegalauan dikala habis membaca Home-Blaclvelvet🤣 Gue sampe takut njirr, banyak reader yang ngamuk karena end nya meresahkan 🤣
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
-
-
-
*Happy Reading*
******
Akhirnya, karena Jihan masih plin-plan antara pulang atau enggak, dari siang tadi ia nangkring di atas rumah pohon orang, tiduran seenaknya sambil menjadikan tasnya sebagai bantal darurat.
Kopernya? Ah, tinggal di jalan aja. Berat katanya, mending nggak usah ribet. Ya jelas, biar tangan bebas pegang cemilan... atau sekadar drama tambahan.
"Howammmm, omaygat, ini siapa yang ganti siang jadi malam sih? Tadi siang, sekarang kok udah malam aja?"gumamnya sambil garuk-garuk rambut yang berantakan."Aduhh, lapar lagi. Kalau gue tau gini, mending ikut Jennie pulang ke rumahnya... di sana kan makanan enak nggak abis-abis, cemilan juga berjibun. Mana lebih nyaman, lah!"
Hape mati lagi."Ini hape makin ngelunjak aja. Padahal tadi dicas full, sekarang mati lagi. Bener kata Jennie, hape pemberian Wendy ini pasti nggak ori deh."
Nggak ngerti apa-apa, Jihan mikirnya hape rusak, padahal dia sendiri yang mematikan. Tapi ya sudahlah, drama tetap jalan.
Dia angkat tasnya, bersiap turun dari rumah pohon yang cukup tinggi. "Ihhh anjirrr, baru sadar pohonnya tinggi juga ya... Jennie, Wendy, tolongin gue, dong!"
Belum sampai tanah, tiba-tiba serangga terbang lewat.
Bruakkkk...
"Arghhhh, itu apaan?! Anjirrr, hiksss... mamii, bokong gue patah! Serangga sialan! Huuuu... apes banget hidup gue!"teriaknya sambil memegangi pantat yang sakit.
Dengan rambut kusut, baju kotor, dan langkah tanpa arah, ia terlihat seperti gembel akut. Sampai akhirnya, Jihan mendarat di depan gerbang rumah mewah. Bukan sekadar mewah, tapi mewah banget.
"Mbaaa... Mbaaa!? Eh, mba kemana sih, sepi banget kek hati gue,"ia mengomel sambil menatap gerbang kosong."Rumah doang mewah, nggak ada satpamnya... Kismin lo mba. Nggak usah sok kaya deh, nyewa satpam aja nggak becus,"tambahnya sambil mendorong gerbang.
Baru saja digedor sedikit, seekor anjing putih muncul menggonggong. Gukk... Gukk... Gukk...
Byurrrrr... tubuhnya terjerembab ke selokan penuh air kotor.
"Anjirrrr, siapa yang naruh selokan di sini?! Kaki gue sakit!!"ia berteriak sambil mengutuk anjing."Awas lo anjing, gue kutuk lo jadi babi!"lanjutnya sambil meringis.
"Ewww, bau banget anjir... Mbaaa tolongin Jihannn! Hiksss!"
And Tiba-tiba, sebuah mobil hitam berhenti di dekat selokan. Seorang lelaki tampan turun dengan langkah cepat, menghampiri Jihan.