"gaysss main Truth or Dare yoo" ajak Ressa kepada teman-temannya
"ayo lah, gass" jawab Nazwa
mereka memulai permainan dengan memutarkan pulpen, dan sialnya pulpen itu berhenti tepat di depan Rayna. Rayna memilih truth dan di beri pertanyaan oleh Nazwa, Nazwa memberikan sebuah pertannyaan tentang orang yang di kaguminya. Rayna pun menjawab 'tidak punya' karena memang itu kenyataannya, mereka tidak percaya bahwa Rayna tidak memiliki crush. Amel pun meminjam buku Rayna entah untuk apa, dan Rayna pun memberikannya namun ia lupa jika di halaman belakang bukunya ada nama seorang laki-laki. belum sempat Rayna ambil ternyata sudah terbaca lebih dulu oleh mereka, seketika ia panik dan hampir semua temannya yang sedang berkumpul mengetahuinya. dan ya
"adeuyy" ucap mereka kompak
"ekhemm Dani cenah" ucap Ressa
"alahh Dani" sahut Raisya
"owh teh Rayna teh ka a Dani" sahut Nazwa
"jujur we kalo suka ke a Dani mah" sahut Manda
...
dan masih banyak lagi
"apa sihh ngga juga, itu mah cuman tulisan gabut doang, kenal a Dani juga ngga, cuman tau namanya aja" jelas Rayna
Rayna mengatakan seperti itu karena memang itu kenyataannya, ia tidak mengenal yang namanya Dani ia hnya mengetahui namanya saja dan ia juga tidak menyukai Dani, ia menulis nama Dani karena gabut 'katanya' tapi teman-temanya malah berasumsi jika Rayna itu menyukai Dani menyebalkan sekali memang mereka ini.
"ayo jujur aja teh, tenang kita mah anti cepu" ucap Desi sambil tertawa
"apasih, kenal juga ngga masa tiba-tiba suka" jawab Rayna kesal
"ya bisa lah" sahut Manda
"masa sih ngga kenal a Dani, ngga percaya da aku mah" sahut Ressa
"beneran ehh, ngga tau cuman tau namanya doang" jawab Rayna
"emang dani teh yang mana sih?" tanya Rayna penasaran
"ciee, mulai penasaran" ucap Nazwa
"ekhm, adeyy" sahut Sopi
"itu a Dani teh vokalis hadroh, yang ganteng pokoknya mah" jawab Desi
"ciri-cirinya gimana?, soalnya kan vokalis hadroh hampir semuanya ganteng" ucap Rayna
"nanti kalo ada acara gabungan sama santriwan, aku tunjukin yang namanya Dani yang mana" sahut Raisya
"hm" jawab Rayna singkat
"tapi janji ya kalian jangan cepu tentang ini" ucap Rayna
"siap" jawab mereka kompak
yang mengetahui hal ini hanya 7 orang, semoga saja tidak menyebar kepada santri, kalo sampe nyebar repot urusannya. hampir setiap hari Rayna di ceng cengin oleh teman-temannya Rayna berdecak sebal karena bagaimana jika kabar tersebut menyebar di kalangan santri? Rayna tidak ingin itu terjadi. jika itu terjadi bisa di pastikan bahwa santriwati akan heboh, apalagi orang yang di ceng cengin dengan Rayna itu seorang vokalis hadroh. sudah bisa di pastikan hebohnya akan seperti apa. membayangkannya saja sudah membuatnya pusing, tapi ya sudahlah ngga ada salahnya kan kalo suka sama seseorang?? pikir Rayna
1 minggu kemudian ada acara Maulid Nabi yang bisanya santri dan santriwati digabungkan. Awalnya Rayna tidak ingin mengikuti acara tersebut dengan alasan 'MALAS' tapi ia masih penasaran dengan yang namanya Dani-Dani itu+teman-temannya memaksanya untuk ikut, akhirnya ia pun mengikuti acara tersebut. Namun ketika sampai di tempat tersebut terjadi hujan, yang membuat Rayna dan teman-temannya berpisah tempat duduknya. teman-temannya duduk bersama santriwati di atas, sedangkan Rayna duduk dengan ibu-ibu dan di sampingnya ada anak pimpinan pesantren tersebut, Rayna harus menjaga sikap, ia ingin pindah namun di tahan oleh Mahira agar tetap duduk bersamanya, Rayna hanya bisa pasrah. Huftt sabar
"hari yang menyebalkan" batin Rayna
parahnya lagi, Rayna duduk tepat di hadapan vokalis hadroh. ia malu sekaligus penasaran dengan yang namanya Dani itu yang mana, ketika bapak pimpinan pesantren sedang ber wawancara, Rayna dan Mahira bercanda dan ternyata dua orang vokalis tersebut memperhatikan mereka tingkah laku mereka berdua, awalnya mereka tidak menyadarinya. Namun ketika Rayna menatap ke atas ternyata ada yang memperhatikannya, Rayna bertatap mata sebentar dengan salah satunya (eye contact lah istilahnya) Rayna langsung mengalihkan pandangan karena malu Rayna dan Mahira pun langung menyadarinya dan tersenyum malu. Namun di hati Rayna ada rasa yang aneh ketika ia bertatapan dengan santri tersebut, apakah dia menyukainya? bisa jadi. -bayangin aja udah mah eye contact di senyumin pula, aduuu apa ngga jedag jedug tuh hati- Author. Acara pun berjalan dengan lancar meskipun terganggu oleh hujan tapi tidak membuat masalah (anjay). dikarenakan tempat duduknya berbeda dengan temannya ia pun pulang sendirian, menyedihkan. kurang lebih 10/15 menit Rayna telah sampai rumah, ia langsung menanyakan ciri-ciri Dani kepada salah satu temannya, dan ia pun menceritakan bahwa tadi ia bertemu dengan sosok yang tampan. ia sama sekali tidak mengingat wajahnya yang dia ingat itu hanya santri tersebut berkulit putih.
TBC
Assalamu'alaikum, Hallo semua, selamat datang di ceritaku. Ini cerita pertamaku jadi, mohon maaf kalo ngga nyambung atau ada Kata-kata yang salah, bantu up and share cerita ini ke temen atau saudara kalian ya.... trimakasih...
pantengin terus ya kisahnya, btw ini itu aku ambil sedikit dari kisah aku hhe. kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan yang menyedihkan. ada banyak sekali ujaran kebencian, cacian, ketidaksukaan mereka terhadapku ketika aku menyukainya. aku berusaha untuk tidak terlalu mendengarkan ucapan itu namun ada salah satu ucapan yang membuat hatiku sakit. dan akhirnya aku memutuskan untuk melupakan a Dani. meskipun rasa itu tak kunjung hilang namun aku tetap berusaha untuk melupakannya, and finally aku bisa ngelupain dia meskipun terpaksa wkk.
tandain typonya yupp
jangan lupa follow trus vote juga lahh, jangan lupa ramein cerita ini ya manteman. kawal sampe jadi novel 😎👊🏻song of today: drunk text-Hanrey Moodie

KAMU SEDANG MEMBACA
563 Day's Mengagumimu
SpiritualRabu, 16 November 2022 waktu itu ada acara maulid nabi di pesantren, dan aku baru pertama kali bertemu dengannya, entah mengapa ketika aku melihat wajahnya ada perasaan yang cukup aneh, apakah aku mengaguminya?? mungkin iya. Namun dia bukan seorang...