Happy Reading🐣
.
.
.
."mau lo apa sih Kook?!" Gadis itu menghempas tangan pemuda disampingnya
"Mau gue elo" jawabnya santai membuat gadis itu menghela napas kasar
"Udah gue jelasin berapa kali sih sama lo? Gue.nggak.tertarik. paham?!"
Setelah mengatakannya gadis itu atau yang lebih akrab dipanggil Alisa, kembali berjalan menuju kelasnya. Mood nya selalu buruk setiap hari karena gangguan yang dilakukan oleh pemuda tadi hampir setengah tahun ini. Entah apa yang pemuda itu incar darinya. Ia tak peduli, karena memang ia tak tertarik.
Jungkook, pemuda yang kerap mendapat penolakan dari Alisa sejak setengah tahun lalu itu sadar kalau kehadirannya membuat risih gadis itu. But, dia menyukai Alisa entah sejak kapan yang penting perasaan itu tiba-tiba datang dan membuatnya tak gentar untuk mengejar sosok Alisa yang tak tersentuh sama sekali.
Alisa memang hanya memiliki beberapa teman, seperti Jane dan Anna. Hanya mereka berdua yang selalu terlihat bersama Alisa. Sedangkan circle pertemanan Jungkook sangat luas karena ia merupakan salah satu anggota geng motor.
"Jungkook lagi?" Ucap Jane diiringi kekehan kecil saat merasa mood Alisa yang kurang baik, dan Alisa mengangguk
"Knapa sih nggak lu coba buat nerima dia Li, gue liat dia bener-bener suka sama lu deh. Buktinya dia nggak mundur tiap kali lu tolak, tiap hari ngasih something diloker lo"
"Nggak! Gue nggak setuju. Gue nggak mau ya nanti Li luka, lu kan tau kakel ada yang naksir Jungkook Ne. Ntar kalo Li dibully kek di pilm pilm itu gimana" oke, ini Anna dengan segala keparnoannya.
Kemudian keduanya saling adu argumen mengabaikan orang yang mulai prustasi karena suara ribut. Kan Alisa yang berhak atas hidupnya sendiri, kenapa Jane dan Anna yang sibuk mengurusinya?- eh kan mereka berbestie, jadi wajar kalau keduanya ingin yang terbaik buat Alisa.
"Kalian bisa diem nggak? Don't memperburuk mood gue" ucap Alisa memijat pelipisnya
Agak susah mempunyai teman yang selalu berbeda arah ketika memilih, but mereka saling melengkapi. Bahkan ketika diantara mereka yang berantem, beberapa menit atau jam kemudian dengan sendirinya mereka berdamai.
💐
Waktu istirahat telah tiba, geng Jungkook sudah ditempat khusus yang berada dikantin. Tempat yang sudah di hak patenkan untuk gengnya, yang menjadi awal pertemuan Alisa dengannya.
Ia mengalihkan pandangannya ketika melihat Alisa dan kedua temannya, untuk kali ini ia akan berusaha menahan diri. Bukan karena menyerah, ia hanya ingin memberi ruang untuk Alisa. Tidak lagi ingin menggebu-gebu kendati dirinya sudah gatal sekali karena berdiam diri kala Alisa melewatinya. Tanpa menengok sedikitpun.
Kadang ia bertanya-tanya bagaimana bisa ia tertarik pada Alisa sebesar ini. Biasanya ia akan tertarik pada gadis lalu sehari setelah berkencan ia akan memutuskan hubungannya. Memang sebercanda itu untuk Jungkook dulu sebelum tertarik pada Alisa.
"Tumben bro, itu mbak doi abis lewat loh" James menyenggol lengan Jungkook lalu menunjuk Alisa yang sudah duduk dengan gestur kepalanya
Jungkook hanya diam, melihat Alisa yang tersenyum lepas tanpanya. Rasanya sakit, ngilu. Alisa bisa tersenyum karena orang lain tapi saat bersamanya hanya rasa kesal yang ditampilkan gadis itu. Apakah ia harus mundur?
James dan kawan-kawan pun tak lagi berani menegur Jungkook yang malah melamun saat memandang Alisa. Itu sama sekali bukan sifat Jungkook, ia akan acuh ketika targetnya tak merespon atau bahkan ia akan mengganti target didetik berikutnya. Tapi siapa pula yang dapat menolak pesonanya?

KAMU SEDANG MEMBACA
우리의 이야기 (OurStory)
Fanfic(LOKAL) One/two shoot sweet story of Lisa and Jungkook. enjoy!(^з^) (MOHON DIBACA) Up sesuai mood ya Kelen harus vote ya pokoknya. Don't plagiarize even though the story is still amateur;. All images sourced from Pinterest^^