"sayang..."panggil Nia pada haru yang menghadap tembok, makanan semuanya gak ada yang ia makan.
"Nia..." Panggil haru lirih.
"Sayangku..."
"Harusnya...kita tidak keluar...hari itu"
"Kamu benar, harusnya kita tetap Dirumah"
"Kamu juga benar, kita ini pejuang. Akan selalu ada rintangan tiba, tidak sepatutnya kita bersantai"
El membukakan pintu sel haru diam diam untuk nia bisa masuk ke dalam.
"Nia, masuk dan temua dia .cepat! Aku tidak bisa lama lama, kalau ketahuan... mereka akan ngira Jenderal mereka berkhianat dengan membebaskan buronan"
Nia yang paham pun langsung masuk ke dalam sel dan memeluk haru dari belakang, air matanya sudah tak bisa ditahan lagi saat memeluk tubuh suaminya tersebut.
El juga membuka pintu rahasia.
"Pintu ini mengarah ke sungai, cepatlah kabur dan temui aku.. Temui aku diujung sungai...kita bergerak ke penjara Rakyat bersama jemput teman mu"
"Aku mengerti..."
"Aku harus tetap jaga image ku sebagai pelindung rakyat"
Haru menatap Nia dan langsung mencium bibirnya. Lalu mengambil roti² yang sudah kering dan makan Semuanya.
"Akhirnya kamu makan..." El mendengar ada penjaga yang mendekat "hey!! Cepatlah pergi!!"
"Ayo yank!" Ajak Nia dan segera menarik tangan haru.
"Ayo, kita selamatkN anak anak kita"ucap haru yang memiliki semangat lagi.
"Anak kita yang belum selamat tinggal Hanako. Yang lainnya pulang ke Sakura bersama ibu Mia"
Mereka pun keluar lewat pintu rahasia dan ditutup oleh El.
"Kita sekarang menjemput ushui??"
"Tentu, karna dia yang membantuku menyelamatkan seichiro walaupun akhirnya kami tertangkap"
Sesampainya di ujung gorong gorong yang menghadap sungai, haru mandi dan minum air sungai tersebut.
"Hufftt... Menyegarkan."
"Dan Nia...kamu tadi bilang keluarga kita disebar ke berbagai daerah???"tanya haru.
"Iya Keluarga kita disebar ke hangeul Utara, karakorum, Thai, rich dan dakilang kalo tak salah"
"Kita akan prioritaskan mama dan satu adikku dulu di thai, karna mereka manusia biasa"
"Yang di Thai itu papa..."
"Ahh... Maksudku dakilang"
Beberapa jam menunggu akhirnya El datang menunggangi seekor kuda.
"HEAHH!! Ah... Itu dia mereka, ayo naik.. kuda ini besar kok bisa 3 orang"ajak El.
"Haru.. kamu di tengah biar tak ketauan" ujar Nia dan dituruti oleh haru yang duduk di tengah.
"Pegangan ya.. kalian berdua"
Ketiganya menuju ke penjara rakyat, sebelum mendekat El sudah menyiapkan baju petugas kerajaan untuk dipakai haru dan Nia.
"Hey, buka gerbang... Ini aku" perintah El pada penjaga gerbang.
Setelah mereka masuk ke dalam penjara Nia dan haru mencari keberadaan ushui.
Karna jam rodi mereka menuju kebun, di kebun terlihat semua orang dipaksa sujud pada El.
Terlihat ushui menyiram pupuk ke kembang². Rambutnya kucel dan penuh tanah.
"Hey.. kau tahanan nomer 147 kemari" kata Nia memanggil ushui.
Ushui pun mendekat, dan El membukakan rantai kaki ushui.
"Selamat kau bebas.."
"Nia ya?" Tanya ushui menatap haru.
"Ini aku, haru... Nia yang itu" jawab haru.
Semuanya keluar dari penjara rakyat tersebut.
"Langsung ketahua ya jika ada aku.. walaupun salah mengenali..."
"Jauh sekali salahnya."
"Maklum saja mungkin dia agak dehidrasi??"
"Hahaha... Penjara ini memang di desain untuk hemat minum"
"Pantas saja kalo gitu..."
El memberikan ketiganya kuda. "Segeralah pergi.. terserah mau kemana.. dan oh! .. haru ..." El menyerahkan sebuah surat dengan muka merah. "Titip ya..."
"Aku mengerti.. untuk haruto kan?"
"Iya..."
"Sekedar informasi.."kata haru ingin membocorkan yang sebenarnya, karna tak tega melihat wajah El ia mengurungkannya "anakku.. sudah 3 tahun"
'gak mungkin aku bilang yang sebenarnya kan?? Hatinya bisa hancur'batin haru.
"Hahaha...kalau situasi udah aman, aku datang deh.. mau lihat mereka"
Mereka pun berpisah, haru satu kuda dengan Nia sedangkan ushui sendiri.
"Ay.." panggil haru.
"Hm?? Iya ay??"
"Apakah kita jahat padanya?"
"Ay .. Aku... Selalu jahat pada El dan haruto sejak pertama dulu... Mencomblangkann mereka tapi .. siapa sangka hati mereka berbeda..
Suatu saat kita harus kasih tau El yg sebenarnya. Bagaimanapun dia tak boleh terus berharap"
"Tapi kita harus hati² , Bisa jadi karna masalah itu aja...bisa membawa perpecahan lagi. mana dia sekarang pemimpin bangsa yg lumayan besar"
"Seperti dulu ya .."
"Iya.. seperti dulu"
"kembali ke topik...Ayo kembali ke Sakura dulu"
"Iya.. semua menunggu disana"
Mereka pun memutuskan kembali ke sakura.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dunia Bawah (WOR)
ActionSetelah dikira dunia telah aman semenjak perang melawan dewa ameterasu, siapa sangka ternyata Karma Fujiwara yang merupakan ayah Haru dan seorang mafia besar memiliki musuh yang dendam padanya hingga menyerang Keluarganya. Nia dengan bantuan keluarg...
