Keesokan Harinya
Saat ini arena telah ramai dengan penonton, banyak sorak sorai dari mereka.
Arthur juga sedang duduk di kursi penonton sambil melihat pertarungan yang akan di mulai di bawah.
"Cid akan melawan Annerose, dan sudah jelas sekali pemenangnya" Ucap Arthur.
Dia melihat ke arah tempat duduk VIP, di sana ada Iris yang duduk dengan seorang pria.
"Kalau tidak salah dia adalah salah satu anjing sekte Diabolos, Doem kalau aku tidak salah ingat, yahh lupakan lah" Ucap malas Arthur dan fokus ke arena.
"Oh pertandingan akan di mulai"
"Aku bertaruh penuh pada nona Annerose dia pasti akan menang"
"Aku juga, si pria Jimina Senen ini terlihat lemah"
"Ya aku juga sudah bertaruh penuh"
Para penontom sedang berdiskusi, kebanyakan dari mereka sangat yakin bahwa Annerose akan memenangkan pertadingan kali ini.
"Yahhh, kurasa kau harus bahagia Cid, rencana mu untuk berperan lemah tapi sebenarnya sangat kuat berhasil" Ucap lemah Arthur.
"Baiklah, pertadingan antara Annerose Fuschiana melawan Jimina Senen, pertandingan di mulai!!" Ucap wasit.
Dalam sekejap Annerose langsung bergerak menuju Cid dan akan menebasnya, Cid langsung dengan mudah menangkis serangan itu.
Annerose terus maju dan menyerang Cid dengan serang agresif berturut-turut. Yang dengan mudah di hindari oleh Cid. Saat Annerose menyerang Cid dengan tebasan virtikal kuat nya, Cid menghilang dan langsung muncul di belakang Annerose.
Annerose melihat kearah belakang namum Cid menghilang dan muncul kembali di belakang dan menebasnya hingga terhempas ke atas, Cid terus mengilang dan menyerang nya.
"Hmmm dia cepat, seperti class Rider dan Assassin, tapi dia belum mengeluarkan semuanya" Arthur terus mengamati pergerakan Cid.
Akhirnya mereka berdua kembali saling melihat, dan Cid bergerak menghilang ke belakang Annerose. Annerose akhirnya berbalik kebelakang dan menebas Cid, Cid langsung mundur menghindari serangan Annerose dengan cepat, dan akhirnya menebas vertikal ke arah Annerose.
"Hmm dia tidak ada kesempatan menang sama sekali" Arthur akhirnya berdiri dan bersiap untuk pertarungan nya.
...
...
...
Arthur telah berdiri di arena pertarungan, di sebarang dia melihat Iris Midgard di sana.
"Hmmm dia cantik, tapi hampir semua wanita di dunia ini tidak normal" Pikir Arthur yang melihat Iris.
Dia adalah wanita cantik, agak tinggi, memiliki rambut merah panjang, dia mempunyai wajah yang tegas dengan aura seperti listrik merah di sekitarnya.
Iris berjalan dan melihat ke arah Arthur.
"Namaku Iris Midgard, kau sepertinya adalah seorang ksatria yang terlihat jujur dan terhormat, apakah aku boleh tau namamu?" Ucap Iris dengan sedikit senyuman.
"Arthur, namaku Arthur Pendragon" Saat Arthur memperkenalkan dirinya, kharisma miliknya seakan meledak. Semua orang di sana serasa ingin menundukan kepala padanya, mereka merasakan aura seorang penguasa yang kuat.
Iris yang sangat dekat dengannya seakan ingin berlutut, dan segera sadar dan menggelengkan kepalanya.
"Kau! dari mana asalmu? Dari sikap mu, kau sangat kuat, apakah kau juga mencoba bersikap lemah seperti pria bernama Jimina Senen?" Tanya Iris dengan penasaran, bahkan ayahnya tidak bisa mengeluarkan aura penguasa seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arthur Pendragon di Isekai
SonstigesJiwa muda menemukan dirinya berpindah ke Isekai, namun Isekai yang cukup merepotkan menurut nya. Karena terdapat kultus gila, dan organisasi bayangan chunibyou
