8. LOYALITAS DAN KESEDIHAN

602 41 44
                                        

PERBATASAN MIDGARD

Seorang wanita cantik mengenakan zirah ksatria berjalan dengan tenang menuju Kerajaan Midgard.

"Aku sepertinya akan segera tiba di wilayah kerajaan Midgard. Para bandit yang kulawan tadi bukan bandit biasa. Mereka sudah kuat untuk ukuran manusia biasa, dan mereka sudah terlatih, sepertinya mereka mengincarku karena suatu alasan" Ucap Kstaria Wanita.

Saat akan memasuki wilayah Midgard, kstaria wanita itu kembali di serang. Dan kali ini bukan bandit, namun pasukan seperti Assasin yang menyerang nya.

Dia melompat mundur dan mencabut pedang nya.

"Siapa kalian? Kenapa kalian menyerang ku?" Tanya ksatria wanita.

"Wajahmu cukup asing nona, lagipula energi sihirmu terlalu besar untuk seorang ksatria pedang, jadi kami harus membawamu dan juga kau telah banyak membunuh pasukan ku, aku tidak bisa membiarkan mu bebas begitu saja" Ucap seorang pria berumur 30an, dia menggunakan pedang besar di tangan nya.

"Jadi kau pemimpin nya?"

"Ya nona, karena sudah tau kau harus ikut denganku" Pria itu segera memerintahkan pasukannya bergerak.

"Majulah" Ksatria wanita mulai memasang kuda-kuda ksatria nya.

Para pasukan Assasin mulai menegelilingi dan menyerang ksatria wanita.

Ksatria wanita itu tetap tenang, dan menghindar sambil membalas serangan mereka. Setiap gerakan yang di keluarkan nya tidak ada yang sia-sia. Setiap serangan yang keluar darinya pasti membunuh Assasin.

Dia terus bertarung dengan anggun sampai membunuh semua Assasin.

Pemimpin Assasin agak kaget dan segera menenangkan dirinya.

"Kau hebat juga nona Ksatria, tapi kau salah karena berurusan dengan sekte kami. Aku Edward kursi ke 7 dari jajaran Meja Bundar Sekte Diabolos akan mengalahkan mu di sini" Ucap Edward.

Mendengar kata Meja Bundar dari Edward wanita itu langsung tersenyum dan memasang kuda-kuda Ksatria nya.

"Sepertinya alasanku untuk membunuh mu telah muncul sekarang, tadi nya aku ingin mengampuni mu dan hanya menanyakan beberapa pertanyaan saja, tapi sekarang kau harus mati tuan" Ucap Wanita Ksatria.

"Jangan bercanda dengan ku wanita sialan!!! Matilah Wave of Blood" Edward mengeluarkan banjir darah dari berbagai penjuru setinggi 3 meter menuju wanita itu.

Setiap tanah yang di lewatinya menjadi busuk dan rusak.

Wanita itu tetap tenang, terseyum kecil, dia menyarungkan pedang nya dan melihat tangan kanan nya yang berbalut besi indah berwarna perak.

"Kurasa aku juga akan sedikit serius" Lengan wanita itu mulai bersinar keemasan dia berlari menerjang kearah banjir darah yang sangat banyak itu. Dia memajukan tangan nya dan mulai membaca nyanyian Noble Phantasm nya.

"Semua kekuatan ku untuk Rajaku"

"Lahap jiwaku dan terbanglah! Meteor perak!"

Lengan perak wanita itu bersinar emas indah dan wanita itu maju menerobos banjir darah dengan mudah. Banjir darah itu bahkan tidak ada yang dapat menyentuhnya.

Dia terus menerobos mendekati Edward yang terkejut dengan hal ini.

"Apa-apaan itu! Tidak mungkin! Ini adalah serangan terkuat ku bagaimana bisa wanita itu tidak terluka? Sial!" Edward mulai mulai menyuntikan banyak sihir pada dirinya, dan tubuhnya mulai tumbuh menjadi mengerikan.

"Rasakan ini wanita sial!" Banjir tadi mulai tampak seperti Tsunami dengan tinggi 7 meter dan langsung menutupi wanita ksatria itu.

"Hahahaha, rasakan itu wanita sialan" Dia tertawa bahagia melihat wanita kstaria itu tertelan Tsunami darahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 20, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Arthur Pendragon di IsekaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang