Menceritakan tentang perkumpulan anak dengan latar belakang yang berbeda.
BxB||🔞
~Jangan sampai salah lapak ya, kalau ga suka tentang lgbtq+ silahkan pergi.
~Ini murni dari otak dan kehaluan saya tiap malam. Jangan lupa untuk vote. Bijaklah dalam b...
Note : Akan ada beberapa tokoh di bab perkenalan yang belum muncul. Pasti akan muncul tapi nanti, sesuai kebutuhan alur. Tokoh utamanya adalah Taeyong ya gaes. Dan tokoh aksn bertambah.
Happy reading!!!
Di pagi hari yang cerah ini, terlihat seorang pria manis berseragam putih abu-abu lengkap dengan atributnya sedang berdiri di depan gang rumah nya sambil menatap layar handphonenya. Beberapakali ia mendongakkan kepalanya dan melihat ke kanan dan kirinya, seperti mencari sesuatu. Tak berapa lama ia kembali menunduk melihat layar handphonenya kembali.
Hingga tak lama, terdengar suara motor mendekat ke arah pria manis itu dan memberhentikan motor tepat di depannya. Membuat pria manis itu mendongakkan kepalanya. Dan tersenyum ketika melihat pengendara motor itu menggunakan jaket dan helm berwarna kuning terang.
"Dengan bapak Samsudin?" Tanya pria manis itu setelah melihat tukang ojek online berhenti di depannya.
"Benar, apa dengan mas Taeyong?" Jawab pria berjaket kuning itu dan hanya mendapatkan anggukan sebagai jawaban.
Dari percakapan itu, kita tahu bahwa pemuda manis itu bernama Taeyong. Segera setelah Taeyong naik ke motor dan menggunakan helm, motor itu berjalan menuju sekolah Taeyong.
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, akhirnya Taeyong tiba di sekolah nya. Ia segera bergegas menuju kelasnya. Tenang saja ia tidak terlambat, dia datang setengah jam sebelum bel berbunyi. Setibanya di kelas ia langsung menaruh tas nya di meja kedua barisan kedua dari dekat pintu. Tempat ia biasa duduk. Karena masih agak lama untuk bel upacara, Taeyong memutuskan untuk tidur sejenak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Ini ilustrasi kelasnya ya gaes).
+×+
Bel istirahat kedua akhirnya bunyi juga. Bel yang sangat-sangat di tunggu Taeyong karena jam istirahat pertama ia harus relakan karena guru matematika nya korupsi waktu mengajar. Tidak puaskah sudah mengajar selama empat jam pelajaran?
Taeyong keluar bersama teman sebangkunya yang bernama Jungkook. Mereka keluar sudah di sambut tiga orang teman mereka yang berbeda kelas. Mereka berlima akhirnya turun dan berjalan ke kantin langganan mereka. Setelah tiba, mereka memesan makanan dan duduk di kursi yang kosong.
"Kenapa kau dan Jungkook melewatkan istirahat pertama? Padahal setahuku kalian berdua belum sarapan." Tanya teman mereka yang cantik seperti bidadari.
"Kau tahu Lu? Bu Jannah sangatlah menyebalkan. Mengajar tiada henti. Sudah tiba tepat waktu, namun tetap saja suka korupsi jam istirahat." Keluh Taeyong ke temannya yang bertanya. Namanya Luhan.
"Tidak heran jika itu Bu Jannah. Namanya saja yang bagus tapi tabiatnya luar biasa." Ucap teman Taeyong yang di ketahui bernama Doyong. Pria manis bergigi kelinci.
"Tapi harusnya kita bersyukur sii, karena Bu Jannah baru mengajar kita di kelas dua belas semester akhir. Jadi kita tersiksa tidak terlalu lama." Timpal teman Taeyong yang lain bernama Jungwoo. Dan perkataannya mendapat anggukan oleh penghuni meja yang lain.
Tanpa sadar mereka berlima terhanyut dalam menggosip. Berita-berita terhangat seputar sekolah selalu mereka dapatkan dari Jungkook. Karena diantara mereka berlima Jungkook lah yang paling mudah bergaul dengan semua kelas dan semua jurusan. Percakapan mereka baru berhenti ketika pesanan mereka telah tiba.
Setelah mereka selesai menghabiskan pesanan mereka, mereka memutuskan untuk ke perpustakaan. Karena mereka di beritahu dari speaker sekolah kalau guru-guru akan mengadakan rapat sampai nanti pulang sekolah. Jangan salah, meskipun gerombolan Taeyong alsuka menggosip, mereka berlima adalah lima besar paralel seangkatan IPA. Karena setiap jamkos mereka gunakan untuk belajar atau tidur.
+×+
Setengah jam sebelum bel pulang gerombolan Taeyong sudah kembali ke kelas mereka masing-masing. Siap-siap untuk pulang sekolah. Taeyong dan Jungkook keluar kelas duluan sambil membawa tas, tidak di pedulikan tatapan bertanya dari teman sekelas mereka. Karena memang belum bel pulang. Di luar ketiga sahabatnya juga sudah menunggu.
Mereka turun bersama-sama hingga berpisah di bawah tangga. Taeyong dan Luhan menuju gerbang depan. Sedangkan Jungkook, Doyong dan Jungwoo menuju parkiran motor dan akan pulang lewat gerbang belakang. Sambil menunggu bel pulang Taeyong memesan ojek online. Sedangkan Luhan bermain game di ponselnya. Mereka duduk di gazebo dekat gerbang.
"Lulu, nanti jangan lupa kirim foto catatan fisika Pak Taufik di grup ya. Aku mau belajar nanti malam. Nanti aku juga bakal ngirim catatan Bu Jannah di grup." Ucap Taeyong setelah memesan ojek online nya.
"Okay. Tiway juga jangan lupa ingetin Uwu buat kirim catatan kimia Bu Lucky ya." Balas luhan yang sudah memasukan ponselnya ke dalam tas.
Ga berapa lama setelah percakapan singkat itu, bel pulang sekolah berbunyi. Dan berbarengan dengan ojek online Taeyong sampai di depan gerbang. Tasypng langsung naik ke motor setelah menggunakan helm. Dan motorpun jalan. Taeyong membalikan kepalanya, kemudian melambaikan tangan ke arah Luhan yang masih menunggu nya.
Luhan pulang jalan kaki ke rumahnya karena sangat dekat dari sekolah. Sedangkan Jungkook dan Doyoung menggunakan motor, Jungwoo menggunakan sepeda. Dan Taeyong selalu menggunakan ojek online karena orangtuanya sibuk.