Hello
Selamat membaca~
.
.
.
Banyak hal yang dibenci siswa siswi di sekolah. Salah satunya adalah Matematika. Kini semua tampak seolah sibuk menghitung padahal tidak ada satupun angka yang bisa mereka kerjakan.
" jadi, kalian udah selesai ngerjain tugasnya?" Tanya sang guru. " hari ini satu-satu maju ke depan."
" yaela bu. Jangan maju ke depan mulu dong. Bosen saya dihukum terus." Keluh Rega.
" kalau gak mau dihukum, kamu belajar yang rajin!" Jawab guru tersebut dengan ketus. " tiap saat kamu ngeluh terus."
Rega tersenyum konyol. " lagian apa gunanya matematika?"
" ngitung bisa pake kalkulator. Seharusnya pelajaran matematika dihapuskan saja." Lanjut Rega dengan nada bangganya. " karena tidak berguna."
" yasuda kalau begitu kamu yang maju Rega. Kerjakan soal di halaman 52 bagian C di papan tulis, SEKARANG!" Kata guru itu dengan nada tegas.
" gue mulu, anjing. Ni guru suka sama gue pasti." Keluh Rega pada Fayes yang memang duduk di sampingnya. Rega berdiri dan langsung menuju ke depan.
" mau kemana kamu?" Tanya guru tersebut ketika melihat Rega maju bukan untuk ke depan papan tulis tapi keluar dari kelas.
" udeh bu. Saya dihukum aja." Jawab Rega . " saya gak bisa jawab tu soal."
" berdiri di pojok itu saja." Kata guru itu dengan nada tegas. " jika ada yang maju dan bisa menjawab pertanyaan di halaman 52 bagian C, Rega bakal bisa duduk."
" anjing, Zeus lo maju, jing. Selamatin gue dari hukuman Ze." Kata Rega langsung ketika mendengarkan perkataan gurunya. Tapi Zeus nampak acuh tak acuh karena jarinya terlalu sibuk bermain di bagian bawah Alice. Ia lebih rela jari jemarinya berkelana jauh ke dalam lubang kecil gadis itu daripada ia harus mengerjakan soal di depan.
" i-itu temen lo minta bantu." Kata Alice sambil menahan desahan dan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhkan jari jemari Zeus dari dalam roknya.
" gak peduli gue. Jari gue lebih pengen di dalam lo."
" please, cukup. Gue gak kuat." Kata Alice sambil menggigit bibirnya. Zeus malah semakin bergerilya di dalamnya karena sekarang wajah Alice terlihat sangat sexy.
" katakan kalo gue yang bakal nganter lo pulang nanti?"
" gu-gue bisa pulang sendiri."
" yauda berarti lo mau jari gue ngaduk-ngaduk lubang lo di depan yang lain. Terus mereka bakal ngecap lo cewek gak bener karena mau-maunya digerayangin di depan semua orang."
Alice melenguh dan suara lenguhan itu membuat orang-orang menatapnya.
" ada apa anak baru?" Tanya guru dengan pandangan skeptis.
Alice menggeleng. " tidak ada bu. Saya ha-hanya lapar."
" kalau begitu kamu yang ngerjain soalnya. Kalau kamu benar, Rega akan mentraktir kamu makan." Kata gurunya tersebut sambil menatap Rega. " setuju?"
" kalo dia salah bu, gimana?" Tanya Rega. " pilih Clara aja bu. Please bu, saya cape berdiri."
" gue gak mau!" Kata Clara ketika mendengar namanya yang disebut.
Felycia yang duduk di samping Clara tertawa. " kenapa? Lo gak bisa jawab pertanyaan itu?"
Clara mendengkus. " soal begini gak sampe lima menit juga bisa gue kerjain. Tapi gue gak mau ngerjain cuma untuk Rega."
" yakin?" ejek Atlas dengan nada cemooh.
" saya suruh anak baru, bukan Clara atau siapapun." Kata guru tersebut melerai perkelahian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zeus Xavier
Fanfiction" ahh." Desahan itu membuat Zeus tersenyum sinis. Gadis ini memang mengatakan tidak menyukai apa yang ia lakukan tapi itu hanya berlaku di mulut gadis itu sedangkan respon tubuhnya seakan meminta lebih padanya. " Alice kamu menikmatinya." Ucap Zeus...
