03

6.3K 391 9
                                        

Happy Reading
..


__

Pukul 5 pagi,prince terus membangun kan kevin,dari menutup hidung kaka-nya
mencubit kedua pipi kaka-nya membuat kevin ingin marah tapi tak bisa.

"Kaka bangun,antar prince ke kamar
Daddy" Kevin jadi kesal,kenapa adiknya selalu menempel pada tua bangka itu. Tidak bisa di biarkan.

Kevin mengangkat prince duduk di
atas perutnya.

"Kaka tak suka,kau terus menempel
Padanya" Ucap kevin dengan jujur.

"Prince ingin meminta sesuatu pada
Daddy "

"Katakan apa yang kau mau,aku bisa
Memberikan apapun yang kau mau " Ucap kevin bangkit dari tidur-nya membuat posisi prince duduk di atas kedua pahanya.

"Prince ingin daddy " Ucap prince memajukan bibirnya,kevin dengan
Gemas mengecup bibir prince,membuat prince menatap jegah kakanya, kenapa hobi sekali mengecup bibirnya sih.

Kevin dengan terpaksa mengantar
Prince ke kamar daddy-nya.

___

"Prince ingin guru melukis, prince mau belajar melukis." Ucap prince pada brama.

" Sayang,apapun untukmu akan daddy carikan guru melukis tapi perempuan."

" Makasih daddy " Prince sangat senang   apapun kemaunya selalu di turuti,inilah
Yang prince sukai,semua kemauannya di
Turuti.

" Itu tak gratis boy "Seketika senyuman prince hilang karna mendengar ucapan
Daddy nya.

" Prince gak punya uang " Lesu prince menatap daddynya.

" Kesini " Brama merentangkan kedua
Tanganya,prince dengan cepat masuk ke dalam pelukan daddy-nya.

Brama mengangkat prince duduk di atas pangkuanya.

" Kiss " Brama menunjukkan bibir nya

Prince tentu tak keberatan,dengan senang hati prince mengalungkan kedua tanganya di leher daddy-ny,dan mencium bibir daddy-nya.Hanya sekedar
Menempel,tapi brama ingin lebih,dengan pelan ia Mengerakan bibir-nya,melumat pelan bibir prince.

" Balas sayang " Ucap Brama di sela sela lumatanya.

" Prince gak tau " Ucap prince dengan polos ia memang tak tau Cara nya.

" Ikuti daddy "

Prince mengikuti daddynya, walaupun terkesan berantakan tapi Brama tak
Masalah.

Tangan Brama tak tinggal diam, ia memasukan tanganya ke dalam baju
Sang anak mengelus pelan perut rata
Anaknya.

" Daddy "Desah prince  ini terasa nikmat baginya.

Brama menghentikan aksinya,sadar lah prince anak mu bodoh.

" Tidurlan nanti daddy bangunkan " Ujar Brama meletakan anaknya di kasur dengan hati hati.

" Mm  " Prince yang memang masih mengantuk pun dengan perlahan menutup kedua matanya.

Brama menepuk nepuk pantat anaknya

Setelah memastikan prince tidur
Brama beranjak dari kasurnya,dan menuju kamar mandi, menuntaskan sesuatu.

___________________________________

Ia kira melukis itu gampang   seketika prince menyesal ia tak tau sungguh,
Sepertinya ini memang bukan bakatnya.

" Prince cobalah dengan gambar bunga terlebih dahulu " Ujar seorang perempuan cantik,yang menjadi
Guru lukisnya saat ini.

Setelelah kemarin ia meminta guru lukis pada daddynya, daddynya mencarikannya dengan cepat.

" Prince nggak tau!! " Boro boro gambar bunga, ia saja hanya tau menggambar orang yg berbentuk lidi.

Ia kira melukis itu gampang, bukan lukis in yang ia suka, maksudnya tu
Mencampur2 warna terus mengambar asal, bukan di suruh mengambar bunga begini.

" Ini hanya bunga! " Guru cantik itu jadi kesal sendiri, kalo bukan anak dari Brama udah dia teriakiin dari tadi, kenapa ia jadi guru melukis dadakan begini, (Brama bangsat)

"Brama awass Lo gue bakalan minta
Gaji tinggi kali in, gue bukan guru lukis bangsat brama bangsat  , posesif ke anaknya malah gue yang kena' asuu

" Sudahlah prince cape' mau minum susu " Ujar prince dan menyuruh maid membuatkan nya susu.

" Dahhlah gue juga cape' ngajarin Lo "

" Tante pulang aja, prince udah cape
Nggk mau lukis lukis lagi"

Perempuan itu menatap anak Brama dengan tak percaya, sangat sangat, ahh sudahlah, penting ia di kasih uang, cape' juga ngajarin anak kayak prince haruss punya kesabaran.

  Andaresta Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang