Cerita yang terinspirasi dari lagu - lagu ikon. Castnya random kayak cuaca. Tapi blackpink ot4 tokoh utama.
Kuy dibaca
Mostly oneshoot yaa❣️
Cr cover : Pinterest
" Langitnya cerah banget ya hari ini" ucap seorang gadis yang menatap langit
" Seandainya langit cerah setiap hari pasti aku gak akan kena kutukan kamu yang hebat" ucap wanita tersebut sambil meneteskan air matanya.
Sudah tiga bulan rose tidak bisa bertemu dengan kekasihnya. Yuta memang orang ambisius yang sejak dulu rela mengorbankan banyak hal demi mencapai tujuannya.
Tiga bulan lalu rose masih bersenda gurau dengan yuta.
**
" Kalau kerja itu jangan lupa makan" ucap rose menasehati
" Ingetin dong makanya" ucap yuta yang menopangkan kepalanya pada pangkuan rose
" Idih kayak abege labil aja diingetin makan tiap hari" rose menolak
" Gapapa kali, biar romantis biar kamu inget aku terus" ucap yuta tersenyum
" Males aku nasehatin kamu, gak didenger" rose kesal " Trip ke Osaka jadi?" Tanya rose
" Jadi...mau larang aku ya?" Tanya yuta
" Gak lagi, aku tau kamu suka kerja eh suka duit lebih tepatnya" ucap rose
" Kamu kan juga suka sama aku yang suka duit" ucap yuta memainkan rambut rose dengan tangannya
" Iya deh, siapa juga yang gak suka kamu apalagi kalau kamunya yang punya duit" ucap rose
" Ngomong ngomong kita udah pacaran berapa lama ya?" Tanya yuta
" Terusss terus aja lupa. Udah tiga tahun masih aja amnesia" rose kesal
Yuta memang bukan orang yang memikirkan tanggal tanggal penting dalam hubungan mereka.
" Kalau entar tiba tiba ada cowo baik, ganteng, kaya, wangi, lucu lagi dateng lamar kamu gimana?" Tanya yuta asal
" Wahhh... Kayak karakter fiksi aja semua diembat, ya aku mau lah masa enggak" jawab rose
" Rosieee cowo gitu gak nyata, jangan mau, maunya sama aku aja" yuta kesal juga sama jawaban rose
" Kamu kelamaan sih, masa aku anggurin cowo spek fiksi kayak tadi" jawab rose
Yuta termenung sejenak sambil menatap rose.
" yaudah deh aku ikhlas kamu sama cowo spek fiksi tadi" " Tapi kalau misal kita gak jodoh di akhir pun aku pengen kamu ingat yang baik baik aja" " Kalaupun aku bukan lagi segalanya buat kamu nanti, aku pengen kamu ingat satu bagian yang gak terlupakan selama ini"
" Janji?" Yuta berbisik dan menjulurkan kelingkingnya
" HEH! kamu kok tiba tiba mode galau walaupun gak ada yang nyakitin sih?" " Lagian masa kamu kalah sama cowo spek fiksi! Minta dihajar emang" rose kesal dan mencubit yuta tak lupa dengan berbagai Omelannya
" Aw Aw Aw udah sakit tau sayang" yuta bangkit dari pangkuan rose lalu duduk dan berusaha menghindari cubitan rose
" Ternyata kamu secinta itu ya sama aku? Sampe jadi sedih gini hahahah" ucap yuta yang melihat mata rose berkaca kaca
"Kamu tuh! Jahil nya kelewatan. Awas aja kalau aku beneran ketemu cowo spek fiksi. Aku tinggalin" rose merasa sedih sekaligus kesal dengan ucapan yuta sebelumnya
" Iya iya aku gak akan kalah sama cowo spek fiksi kayak gitu, sini dong" yuta mendekat dan menenangkan rose dengan memeluknya.
" Tapi aku serius loh, kalau aku bukan jodoh kamu jangan ragu buat move on ya, jangan jadi sad girl berkepanjangan kayak sinetron" ucap yuta
" Aku cuma minta satu hal kok"
" Don't forget us, don't forget me everything about me" ucap yuta
Rose hanya menganggukkan kepalanya dalam pelukan yuta.
**
Yuta bagaikan orang terpilih yang bisa meramal. Entah kebetulan atau takdir, pada akhirnya rose dan yuta tak akan bisa berjodoh di dunia ini.
Dunia seakan berhenti. Tapi bukannya memang tidak ada yang abadi di dunia ini?
Kata orang kita hanya tau sesuatu itu berharga saat sudah pergi. Rose tak mengerti hal itu sebelum ia benar benar kehilangan sesuatu yang berharga.
Ia pikir kehilangan sesuatu hanya akan terasa seperti ombak yang menghantam sejenak lalu kembali tenang. Namun nyatanya itu seperti dunianya seakan runtuh.
Rose berharap sekarang yuta sudah bahagia karena dulu rose juga sudah bahagia karena yuta.
Mimpi indah yang kejam. Itulah kalimat yang bisa mendeskripsikan hubungannya dengan yuta.
" Kamu itu kayak mimpi yang indah. Tapi seindah apapun mimpi itu aku harus bangun ya? Harus banget kamu bangunin aku kayak gini. Kejam" rose meneteskan air matanya kembali sambil tetap menatap langit
" Aku akan coba terbiasa, apalagi kalau kamu udah baik baik aja di sana. Aku bisa lega" kali ini rose mengatakannya dengan air mata yang jatuh lebih banyak
Walaupun masih tidak bisa percaya. Rose harus mengakui ia tak akan bisa lagi bersama yuta untuk selamanya, karena yuta juga sudah pergi untuk selamanya.
" Tanpa kamu kasih mantra pun kayaknya aku pasti gak bisa lupa ya" rose menangis sesegukan
" Aku gak akan bisa ngelupain kamu"
***
ROSE
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
YUTA
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.