❝O1❞

165 19 2
                                    

!Welcome to Mochi Book!

Suara kicauan burung terdengar merdu di pagi hari yang terpadukan dengan suara aliran sungai, di tambah dengan indah nya pepohonan rindang di sekitar mansio

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara kicauan burung terdengar merdu di pagi hari yang terpadukan dengan suara aliran sungai, di tambah dengan indah nya pepohonan rindang di sekitar mansio.

'Eunghh'

Seorang pemuda dengan marga Zhong itu terbangun perlahan, yang di sebabkan oleh kicauan burung yang tak kunjung mereda.

Tok! Tok! Tok!

"Tuan! Sudah pagi"

Terdengar dari luar kamar anak tertua keluarga Lee, seorang pria dengan gelar pelayan mencoba membangunkan sang pangeran.

'Hoammm─ '

Pria dengan marga Zhong itu menerjab matanya perlahan dengan tangan yang mengusap lembut rambut hitamnya.

"Wow!! Rumah gue kenapa bagus banget! Wih! Liat lentera dengan lapis emas itu"

"Mimpi gue indah banget"

( "Tuan Chen Le? Tuan?" )

"Gue punya pelayan... tapi kok kerasa nyata banget. Lihat itu lentera emas gue, kelihatan nyata dan bisa dipegang"

Dengan tangan panjangnya serta rasa kantuk yang masih menyertai, tanpa sadar pria bermarga Zhong itu meraih pelan lentera kecil yang berada pada atap kasurnya.

"Cantik banget..."

"Tapi tunggu!! Kok gue bisa megang, mana kerasa banget panas apinya"

'AKKKKHHH!'

Si Zhong terbelalak kaget, begitu ia menyadari bahwa sekarang bukan lah mimpi; ia segera menarik tangannya cepat; kemudiam mengedarkan pandangannya demi untuk menelusuri tempat yang ia singgah sekarang.

"INI DIMANA?!!"

"Pertama tama jangan panik! Kedua coba lihat sekelilingi!"

Si Zhong dengan sigap menatap kembali sekelilinginya, ia tampak tak asing dengan pemandangan ini. Lebih tepatnya ia seperti pernah mengkhayalkannya di suatu tempat.

"Sebentar... biarin gue mikir dulu" Ujarnya secara otodidak.

Tiba tiba seakan terdapat sebuah efek bola lampu pada bagian kepalanya, ia mulai mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya.

"BEG*!! Jangan bilang... "

Chenle mendadak berlari ke arah jendela; "Semoga tidak ada! Kumohon!"

Dengan rasa takut serta ragu ia memaksa dirinya untuk membuka gorden yang menutupi jendela kamar.

Srakk ─!

Ia semakin tercengang dengan keadaan di depan matanya, benar saja apa yang terbesit di pikirannya benar benar kenyataan.

Pohon beringin tepat di depan jendela; serta terlihat di pojok mansio terdapat sebuah gedung untuk pertemuan keluarga besar; di samping itu semua, terdapat sebuah rumah kaca dengan kebun mawar yang mengisinya.

❝Hyeong❞ ; Jichen/Chenji [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang