Hello haii, terimakasii ya sudah berkenan berkunjung dan membaca cerita aku!!
Jangan lupa feedback nya yaa kakak-kakak semuaaa!! <3

⚠️⚠️
The stories contain a lot of harsh words, family issues and mental health issues.
Oiya temen-temen aku kasih tau ya dari sekarang bahwa di chapter ini dan seterusnya bakalan banyak bahasa yang kasar. Tidak untuk di tiru yaa!!
***

"APA MAKSUD KAMU?!!"
"SEENAKNYA INGIN IKUT EKSKUL FOTOGRAFI!!"
"NILAI PAS-PASAN AJA BELAGU, SEKOLAH YANG BENER, BELAJAR YANG RAJIN!!"
Teriakan demi teriakan bergema di telinga Nayasa. Hati nya terluka, sakit mendengar ucapan dari mulut orang yang paling dia cintai.
Abimanyu,
Sang Papa telah mendengar bahwa Nayasa ingin masuk ekskul fotografi. Skala yang memberanikan diri meminta izin agar sang Adik di perbolehkan untuk mengikuti ekskul fotografi.
Setelah mendengar ucapan Skala, Abimanyu bergegas menemui Nayasa.
Perkataan sumpah serapah di ucapkan sang Papa, membuat Nayasa tak sanggup menahan air mata nya.
Tangan Abimanyu bersiap melayangkan pukulannya, namun tangannya seketika terhenti akibat cekalan seseorang.
"Papa udah dong, jangan pukul Adik terus. Kenapa sih Papa pukulin Nayasa terus? Apa salah dia? sampai Papa berani main tangan sama Adik aku?"
Skala.
Pria itu yang mencekal lengan Papa nya, berusaha mecegah pukulan yang sedikit lagi hendak mendarat di tubuh mungil Nayasa.
"DIAM SKALA! PERGI KAMU DARI SINI!" bentak Abimanyu.
Skala menggeleng, "Papa ini kenapa sih? Adik cuman minta diizinkan supaya bisa ikut eksul fotografi..."
"Kalau Papa emang ngga mengizinkan, yaudah udah ngga usah pakai kekerasan kaya gini. Ngga perlu pukul Adik kaya gini, Pa!!"
Kini giliran Abimanyu yang mencengkram lengan Skala.
"Kamu mau tau kenapa saya sering pukul dia? saya sering benci dan sakiti dia?" tanya Abi seraya menunjuk Nayasa.
"JAWAB SKALA!! APA KAMU MAU TAU ALASAN PAPA MELAKUKAN HAL INI SAMA DIA?!!"
Skala terdiam, "Dia..." ujar Abi seraya menunjuk ke arah Nayasa
"DIA YANG KAMU BANGGA-BANGGAKAN SELAMA INI, DIA BUKAN ADIK KANDUNG KAMU!"
"DIA YANG KAMU LINDUNGI SELAMA INI, DIA YANG KAMU SEBUT SEBAGAI ADIK INI, DIA BUKAN ADIK KANDUNG KAMU!"
"DIA ANAK PELACUR!"
DEG...
'anak pelacur'
'bukan adik kandung Abang'
Hati dan kepala Nayasa begitu sakit. Apa yang baru saja ia dengar? Bualan apalagi yang Papanya ucapkan.
Tuhan..
Tolong bilang pada Nayasa, apa yang di ucapkan Papa nya itu bohong.
Tolong, Tuhan..
Nayasa mohon..
Sama terkejut nya dengan Nayasa, Skala harap apa yang baru saja Papa nya ucapkan adalah bualan semata.
"Saya lelah, saya lelah menutupi semua fakta ini." Abimanyu mengakhiri kalimatnya, dan melepaskan cekalan nya pada lengan Skala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semestanya Abang [PROSES TERBIT]
Novela Juvenil"Maaf, Abang." - Nayasa Sky Abimanyu. -- start : 19 April 23 finish : 16 Juni 23 🏅#9 mentalhealth (280423) 🏅#7 mentalhealth (220523) 🏅#6 mentalhealth (270523) 🏅#4 familyissues (040623) 🏅#1 familyissues (121123) ⚠️ The stories contain a lot of...
![Semestanya Abang [PROSES TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/339624662-64-k126351.jpg)