Pembawa Sial

1.3K 62 0
                                        

Haii, terimakasih banyak sudah mau berkunjung dan berkenan membaca cerita ini. Salam sayang untuk kalian semua <3

 Salam sayang untuk kalian semua <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️⚠️

The stories contain a lot of harsh words, family issues and mental health issues.

***

Malam ini suasana kediaman keluarga Abimanyu semakin terasa sepi, seperti tidak berpenghuni

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Malam ini suasana kediaman keluarga Abimanyu semakin terasa sepi, seperti tidak berpenghuni.

Kemarin, sebelum Nayasa dan Skala mengetahui fakta ini. Mereka berdua yang selalu mengisi keramaian rumah.

Di mulai dari rebutan channel televisi, rebutan makanan, satu sama lain saling berteriak. Membuat suasana rumah setidaknya menjadi lebih hangat.

Namun malam ini, setelah mengetahui fakta nya. Skala mengurung diri di kamar nya, ia enggan turun ke bawah. Sekalipun untuk makan, ia enggan. Enggan bertemu sang Adik.

Namun berbeda dengan Nayasa, dirinya saat ini sedang berada di sofa ruang tengah. Setelah kepulangan Skala tadi, Nayasa tidak berpindah melainkan tetap berada di sofa. Berharap Abang nya akan bergabung dengan dirinya, sama seperti malam-malam kemarin.

Namun nihil, sudah mendekati pukul sembilan malam. Skala masih senantiasa setia menutup rapat pintu kamar nya.

"Bi, Bi Imas.. Adek boleh minta tolong?" Bi Imas sang Asisten Rumah Tangga pun mengangguk.

"Bibi tolong ke kamar Abang ya, tolong lihat Abang lagi ngapain. Tadi Abang pulang kehujanan, takut nya Abang kenapa-kenapa."

"Kenapa ngga Adek aja yang ke kamar Abang?"

Nayasa menggeleng, "Sama Bibi aja ya, Bi? Adek minta tolong." Bi imas menggangguk.

"Tolong bikinin teh hangat juga ya, Bi. Takut nya Abang kedinginan habis hujan-hujanan."

Bi imas bergegas membuatkan teh untuk Skala, dan segera mengunjungi kamar Skala sesuai permintaan Nayasaa.

Tok..Tok..Tok..

"Abang?.."

hening, tidak ada jawaban.

Tok.. Tok..Tok.

Semestanya Abang  [PROSES TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang