DAS|08

1.1K 105 14
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.


"Regu satu, penembak jitu Cho Jangsoo, asisten penembak Jang Younghoon. Regu dua penembakan jitu Kim Yoojung, asisten penembak Wang Taeman. Regu pencari choi Youngshin, asisten Kwon Ilha"

"Penembak jitu Lee nara, pengintai Doo Soocheol. Penembak jitu Kim minju, pengintai Kim Chiyeol.... "

Minju dan Kimchi saling tatap dan saling melempar senyum, mereka menganggukkan kepala. Beberapa anak yang mendengar bahwa Minju berpatner dengan Kimchi menatap mereka tak suka.

"Saat kita tiba di tujuan, tim penyerbu akan waspada dan tim pencari akan memimpin juga meminta pasukan!"

"Baik Pak"

Letnan Lee dan Sersan Kim menyerah kan detektor bola kepada Yoojung dan Jangsoo.

"Ini adalah detektor bola" Ucap Letnan dengan memperlihatkan kepada semuanya.

"Apa itu mendeteksi bola?" Pertanyaan bodoh terlontar dari bibir Taeman, Soyoon yang berada di samping langsung saja memukul lengan Taeman

"Ya! Dia baru saja mengatakan bahwa itu pendeteksi bola! Lalu kamu pikir kenapa disebut itu" Ucap Soyoon kesal

"Apa ini prototipe?" Tanya Youngshin

"Apa itu?"

"Sesuatu yang belum sepenuhnya berkembang" Sahut Minju

"Kamu benar, ini belum sempurna. Jadi jangan terlalu mengandalkan nya"

"Berapa radius nya?"

"Satu kilo meter di area terbuka! Di area kota hanya lima ratus sampai tujuh ratus, jadi kalian harus tetap waspada"

"Baik pak"

Lalu setelah nya kami semua berkumpul membentuk lingkaran, menatap detektor bola penasaran.

"Nyalakan nyalakan"

"Woahh"

"Para petinggi ternyata tidak hanya duduk diam dan menonton" Ucap Bora

"Kau benar, kenapa mereka tidak memberi kami ini sejak awal?" Tanya Hana

Taeman merebut detektor nya dari tangan Yoojung. "Lihat ini, apa ini?" Ucap Taeman bereaksi berlebihan membuat kami semua menatapnya khawatir.

"Kenapa tidak terdeteksi" Ucapan Taeman itu membuat yang lain menatap lelaki jakun bertubuh tinggi dan kekar itu kesal

Yoojung langsung merebut kembali detektor bola nya

"Karena tidak ada bola!" Ucapan kompak dari yang lain, suara Soyoon dan Junhee lah yang mendominasi. Bahkan angsoo juga memukul kepala Taeman ringan

"Tiga menit sebelum kita pergi, pasukan masuk ke dalam truk." Titah Letnan

"Baik"

Semua mulai masuk ke truk sesuai dengan regu mereka.

Minju memasuki mobil truk dengan beberapa teman nya yang lain, sesaat di perjalanannya keadaan sangat hening. Bahkan wilayah sekitar ikut ikutan seperti kota mati.

Duty after school [ Revisi ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang