"Kok nyerempet kiyutt ya? " sebelum ke mansion Leon belok dulu ke salon untuk menata rambutnya yang sangattt panjang, awalnya kepala pelayan melarang namun salahkan jiwa Cakra yang batu kepala itu.
"Kamu emang manis dek" ujar orang yang menata rambut Leon.
"Dihh" Leon memberikan tatapan sinis sementara penata rambut malah ketawa pelan.
"Iya ganteng"
"Ayo tuan kecil, anda harus beristirahat segera" ucap kepala pelayan atau biasa dipanggil bi Ranti, cukup cemas.
"Hmm, jangan panggil gue tuan kecil dong bi, tuan muda gitu" protes Leon sembari berjalan ke mobil yang menunggu.
"Saya sudah terbiasa tuan kecil" ucap bi
Ranti menampilkan senyumnya.
"Kapo gitu Gue gak mau tuan, jangan panggil gue pake embel-embel tuan bi" ucap Leon kali ini serius, benar-benar dia tidak suka dipanggil embel-embel kayak gitu kecuali dipanggil yang maha raja king Leon-.
"Tidak bisa, tuan besar akan marah" tolak bi Ranti halus sudah menjadi peraturan ketika memanggil atasan maupun anak sang atasan seperti itu.
"Memang ayah gitu ya? " tanya Leon bingung berbohong.
Bi ranti langsung panik, ia segera mengganti topik.
"Saya akan menjelaskan 4 tuan muda, yaitu kakak anda... " Bi ranti menjelaskan dan Leon hanya memyimak karna sudah tau, ia kan sedang menghayati perannya yang amnesia.
Tiba di mansion, Leon memandang takjub ke mansion besar nan mewah didepannya. Dia kali lipat dari rumahnya sendiri tapi Leon gak insecure.
"Percuma mau rumah segede tujuh langit kalo kelakuannya kayak hades semua" gumam Leon menginjak kakinya di depan lantai mansion. Sangat bersih, kinclong dan kayaknya licin.
"Enak nih dipake seluncuran" Bi Ranti hanya menatap gemas tuan kecilnya itu yang Meluncur-luncurkan kakinya dilantai. Kenapa tingkahnya jadi banyak energi gini ya? Bi Ranti seneng tapi khawatir juga.
Pintu langsung dibuka oleh bodyguard yang berjaga, Leon tak hentinya berdecak kagum karna ini berbeda dengan rumah yang Cakra tempati dahulu.
"Ehh! "
'Bruk
"Tuan! "
Leon meringis kala pantatnya menyentuh lantai licin plus dingin itu.
"Woy! Siapa yang bikin ni lantai?! Gue mau protes! " teriakan Leon mengundang dua pemuda yang berkutat dengan laptopnya masing-masing menoleh.
Leon reflek meneguk ludahnya melihat dua kakaknya, Nicholas dan Justin menatapnya dingin dari arah ruang tamu.
"Cakep sih, tapi lo pada jadi sad boy huhuu" gumam leon mengejek.
Justin berjalan ke depan pintu dimana Leon yang seperti berubah jadi duyung tak mau berdiri atau bergerak meski di panggil dan dibantu oleh bi Ranti.
"Konnichiwa" sapa Leon membuat Justin menaikkan sebelah alisnya menatap intens adiknya yang terlihat berbeda.
Leon mendadak gugup, Justin menatapnya dengan intens sekali. Seperti di ospek presiden.
"Eh, ngapain lo?! " diluar nurul! Justin mengangkat nya seperti koala kemudian berjalan menuju ruang tamu.
"Ganti lantai" ucap Justin dengan suara yang terdengar berat.
"Hah? Gak salah denger? " gumam Leon heran, bukannya kakak satunya ini acuh ya? Kenapa jadi peduli? Ehh jangan pede dulu deh.
"Kau amnesia? " Kini yang bertanya Nicholas yang membuat Leon terkejut lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cakra To Leon (Revisi)
RandomCakra, anak yang di benci oleh keluarganya sampai tujuh turunan mati oleh sang adik yang baru saja berumur 7 tahun. Cakra mati? Tidak! Apa yang terjadi? Baca aja kalo mau tau ^3^ Start 16 juli 2023
