Dia seorang pemuda, terbaring di ranjang dengan posisi absurd dengan mulut terbuka mengorok kecil.
"Hoamm" Cakra meregangkan tubuhnya yang pegal kemudian ia beranjak menjatuhkan novel di kasur, bacaan dia semalam.
"Pada ketawa ketiwi tanpa gue" ucap Cakra membuka pintu sedikit ketika melihat interaksi orang tua dan anak itu di ruang tamu.
"Satu cebong tumben gak keliatan" gumam Cakra
'Jleb
Cakra melotot menunduk menatap adiknya yang ilang disebut 'cebong' lagi pegang pisau tajam yang sepertinya sudah dilumuri sesuatu.
Pagi hari ini bukannya sarapan, cuci muka, gosok gigi lalu mandi. Cakra berharap kejadian ini masih mimpi di dalam mimpi dan berharap dia masih tidur.
"Anjing! Bocil jadi psycholog! " lirih Cakra terduduk memegang perutnya yang tertusuk pisau.
"Gue benci banget sama lo cakra, gue gak sudi manggil lo kakak! Bisa-bisa gue kena musibah" ucap adik Cakra dingin berani-beraninya manggil Cakra tanpa embel-embel Kakak kayak biasa.
"Hmm... Padahal ayah yang akan melakukannya tapi sudah kedahuluan sama kamu boy" ucap ayah dari Cakra menghampiri anak bungsunya mengusak surai si kecil seolah yang baru saja di lakukan bukan apa-apa dan membuatnya sangat bangga.
Cakra mengumpat pada kedua orang tuanya yang malah tersenyum puas juga kakaknya yang tertawa remeh.
"Ini kalo mimpi bangunin gue" kedua kakinya gemetar, sesuatu dari perutnya yang tertusuk merambat naik perlahan.
"Dan kalo asli... Gue gak ada dosa tuhan.... Gue mohon masukin mereka ke neraka" Cakra terbatuk sampai mengeluarkan busa disertai darah bersamaan.
"Cepet mati" ucap Kakak Cakra tidak merasa kehilangan.
"Monyet kalian" ucap Cakra terbaring dengan mata terbuka, kesadarannya di renggut salam sekejap setelah merasakan sakit yang teramat di sisa hidupnya yang tidak dia sangka.
Hmmm....
"Shhh" seorang pemuda membuka matanya sembari meringis karna kepalanya yang berdenyut nyeri.
"Gue ketusuk di perut kenapa malah kepala yang nyeri?kayak di sinetron " batin Cakra heran memproses keadaan, apa dia di surga tapi harus rasain sakit kepala dulu?
"Dokter! " teriak seorang perempuan paruh baya keluar dari ruangan menyadarkan situasi Cakra saat ini.
"Ek.. Hmm" Cakra mengecek suaranya, banyak pertanyaan timbul di kepalanya. Jika ini benar di rumah sakit, siapa yang menolong?
"Lahh kok beda?! " batin Cakra kaget mengetes suaranya lagi dan hasilnya sama.
Seorang dokter dan dua suster tiba mengecek tubuh yang terbaring itu dengan teliti.
"Syukurlah, anda masih bertekad untuk hidup" ucap dokter itu tersenyum lega setelah melakukan pemeriksaan.
"Mak-sudnya"ucap Cakra pelan karna suaranya seperti hilang. Tubuhnya masih terasa sangat lemah.
"Kamu sudah terbaring selama 4 bulan disini karna kamu mengalami kecelakaan di wahana rollercoaster, saya takjub kamu bisa bangun dalam perkiraan waktu yang cepat"jelas dokter itu.
"Heh?!hahh?!gue ketusuk njir!kenapa malah kecelakaan naek wahana?" Batin Cakra kaget untuk entah ke berapa kalinya, apa penusukan itu mimpi? Tapi Cakra gak pernah merasa naik wahana apalagi rollercoaster yang bikin otak sama perut berdisko.
"Na-ma" ucap Cakra terbata ingin memastikan sesuatu.
"Nama Kamu adalah Leonard Jason Rowland" ucap suster yang berada di sebelah dokter melihat sekilas papan yang terisi beberapa lembar kertas berisi data Leonard ,dokter itu mengecek kembali tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cakra To Leon (Revisi)
عشوائيCakra, anak yang di benci oleh keluarganya sampai tujuh turunan mati oleh sang adik yang baru saja berumur 7 tahun. Cakra mati? Tidak! Apa yang terjadi? Baca aja kalo mau tau ^3^ Start 16 juli 2023
