3. Orang yang baik...

2 0 0
                                    

Saat adzan subuh dikumandangkan. Burung - burung telah bersiul kesana kemari membagikan keceriaan kepada seluruh penghuni kamp penampungan, ayam - ayam berkokok menjadi alarm bagi semua insan yang masih berasa di alam bawah sadarnya masing - masing.

Rylee terbangun dan mulai membangunkan Ibu nya untuk melaksanakan ibadah solat subuh. Rylee tak mencari sosok ayahnya karena biasanya ayahnya akan pulang pukul 5.30 setelah solat subuh berjamaah di mesjid kamp penampungan.

***

Di tempat Dewan Keamanan Negara orang-orang telah berkumpul. Seluruh laki - laki muslim solat subuh berjamaah di lapangan terbuka, sedangkan untuk perempuan muslimah solat subuh bergantian untuk membuat makanan kepada seluruh pasukan dan relawan. Untuk saudara non-muslim menunggu dibelakang.

"Allahu Akbar Allahu Akbar ... Ashadu..." Suara Iqamah telah terdengar.

Seluruh jamaah serentak berdiri.

***

"Shadakallahul'adziim.." Turup Rylee setelah mengaji bersama mamahnya.

Ily segera pergi menuju dapur, untuk menyiapkan sarapan. Rylee merapihkan mukena, Al-Qur'an dan seluruh alat shalatnya.

TK tempat Rylee dulu bersekolah hancur lebur oleh kelompok pemberontak. Untuk itu Rylee hanya menghabiskan aktifitas sehari-harinya di rumah. Menggambar, bernyanyi, dan bermain bersama teman - temanya.

"Rylee bosen.. Abi belum pulang. Gak bisa main sama Abi deh... Hmmm Rylee mau gambar aja ah" Ujar Rylee dan segera berlari mencari alat gambarnya.

***

"Assalamu'alaikum Wa Rahmatullah.."

Shalat Subuh Telah Selesai Dilaksanakan.

Setelah Berdzikir, mengaji dan berdoa bersama Panglima Pasukan Darat mulai berdiri dan menaiki mimbar yang telah disediakan.

Di depan ribuan pasang mata, Panglima Pasukan Darat Mengucap Salam dan Bersholawat kepada baginda Rasulullah. Lalu diam sejenak.

Keheningan tersebar diseluruh area lapangan. Diantara para relawan menengok kekanan dan ke kiri bingung dengan apa yang terjadi, tidak tahu harus apa. Ada yang masih mengantuk karena belum terbiasa dan adapula yang takjub dengan perasaan bangga karena dapat membela dan berkumpul untuk berjuang bersama.

Dua belas ribu pasukan militer dan dua puluh ribu relawan bantuan seluruhnya berjumlah tiga puluh dua ribu berkumpul di satu titik perkumpulan, merupakan sejarah yang akan dicetak menggunakan tinta emas sebagai bukti perjuangan mempertahankan kedaulatan. Dari tigapuluh dua ribu, dua ribu diantaranya adalah pasukan perempuan yang bertugas sebagai tim medis dan pemenuh kebutuhan makan dan minum pasukan laki - laki.

Diantara lautan manusia tersebut Afari sedang tertunduk, memikirkan apa yang sedang Rylee, Ghazi (anak laki-laki yang palong kecil) dan Istrinya lakukan di rumah. Tak kuasa meninggalkan keluarganya, tapi keimanan dan tidak adanya kemuliaan selain dari perjuangan maka hal ini harus Afari lakukan.

Para pasukan penerus suara disebar dibeberapa titik agar pesan yang disampaikan oleh Panglima Pasukan Darat dapat didengar dengan baik.

"Bukankah ini pengalaman yang keren Af?" Tanya seseorang.

Afari lantas melihat orang tersebut. Dan terkejut, melihat Idat, Alap dan Anay berada di barisan belakangnya.

"Masya Allah... kalian selamat!" Ujar Afari sedikit teriak.

Mereka bertiga tertawa.

"Kita bahas itu nanti" jawab Idat.

Panglima Pasukan Darat mulai menyampaikan khutbah nya.

***

Ghazi menangis

"Rylee jagain dulu Ghazi ya, bentar lagi mamah beres"

"Iya mah"

Rylee segera berlari menuju kamar dan menemani Ghazi adiknya.

Waktu menunjukan pukul 6.15.

"Gimana Ghazi sayang?" Tanya Ily kepada Rylee sembar membawa nasi goreng dan teh hangat.

"Tuh udah tidur lagi mah" Jawab Rylee.

Mamah tersenyum.

"Mah liat" Ujar Rylee sembari menunjukan lembar gambar yang berisi seluruh keluarga lengkapnya.

Digambar itu Rylee, Abi, Mamah dan Ghazi saling bergandengan. Dibelakangnya terdapat rumah yanh mewah, dan mobil yang terparkir.

Ily menatap gambar tersebut dengan seksama.

"Gambar kamu bagus banget sayang" Sembari menatap Rylee dengan bangga, dan haru.

"Iya dong Ryleee gitu loh... Eh mah, Abi mana ko belum pulang".

Ily terdiam.

"Udah makan dulu, keburu dingin lagi nasi goreng nya"

"Yeeey makaan!"

*Sembari makan, Ily membranikan diri untuk menyampaikan kepada putrinya.

"Sayang, Abi bergabung jadi pasukan dewan keamanan buat ngelawan pemberontak"

Rylee terdiam.

"Abi bilang Abi pengen ngebela kebenaran sebagaimana Rasulullah membela kebenaran. Rylee pasti tau kisah Rasulullah kan? dulu pernah diceritain sama Abi kan?"

Rylee mengangguk, mulai berkaca-kaca.

"Kita doain aja, semoga pembenrontak bisa cepet dikalahin dan kita bisa berkumpul lagi. Tapi Rylee anak kuat, mamah yakin Rylee bakalan lebih seneng kalau Abi masuk surga kan"

Tetesan air mata mulai mengalir satu demi satu membasahi pipi manis nya.

"Abi kamu itu orang baik, ayah yang hebat nak... Suatu hari nanti kamu bakalan paham dan pasti kamu bakalan bangga"

Rylee mulai terisak isak dan menangis dengan keras. Sembari melempar makananya hingga berserakan, dan berlari menuju kamar.

Ily yang melihatnya merasa sangat sakit melihat keceriaan putrinya hilang seketika. Tapi dia adalah seorang ibu sekaligus ayah selama Afari di luar.

"Rylee..." Bisik Ily menahan sedih sembari membereskan makanan yang berserakan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 21, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Rylee Wasima ZaakiyahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang