"Temenin ke gramed dong, "
"Gamau, gue mau menjaga kesehatan soalnya besok mau pergi, "
El menatap Galen sebal, "pergi kemana sih sampe harus jaga kesehatan banget tuh? "
"Ke rumah Rey, main ps, "
"Jingan! Rumah Rey kaga ada seperempat jam dari rumah lu, "
"Gamauuu, sama temen lu sana, Vick kek, Naya kek, siapa kek gitu..., " Jeda sebentar, "siapa lagi sih, temen lu dikit amat, "
Ledekan Galen membuat laki-laki itu mendapat pukulan dari gadis disampingnya, yang dipukul hanya cengengesan puas melihat raut muka kesal dari temannya.
"Yaudah sih kalau gamau nemenin, gausah pake acara ngeledek, "
Galen tertawa sambil menatap lamat gadis disampingnya, muka sebal El adalah salah satu hal yang sayang untuk dilewatkan.
"Mau sama siapa lu? " Tanya Galen akhirnya saat berhasil menghentikan tawanya.
"Paling Joan, "
"Kok sama tuh cowo lagi?!! "
"Ya gimana, lu kaga mau nemenin!! " El membalas pertanyaan Galen dengan nada keras yang sama.
"Lagian gue tuh minta anter lu soalnya Joan udah nawarin dari kemarin, gue mau coba ngelakuin kaya yang lu bilang minggu lalu, " Lanjut gadis itu dengan nada yang lebih pelan.
Galen yang semula menatap sengit El perlahan merubah tatapan itu dengan sendu, "ganti baju deh sana, "
^=^
Galen senang, semenjak ucapannya pada El setelah pertandingan futsal, gadis itu sedikit demi sedikit bisa menjaga jarak dengan Joan.
Gadis itu juga sekarang lebih sering pulang bersama dengannya.
Hari ini pun sama, mereka berjanji untuk pulang bersama. El menunggu di dekat lobby sementara Galen masih harus mampir ke ruang futsal dulu untuk mengambil chargernya.
"Buset sih Joan, dapet dua mantep semua lagi, "
Galen mengernyit mendengar celetuk teman-teman futsalnya berbicara.
"Ada apa? "
"Itu temen lu ketauan selingkuh anjay, gue satu aja kaga dapet, "
Mendengar penjelasan temannya, satu hal yang langsung memenuhi otak Galen. El.
Dengan segera laki-laki itu berjalan ke tempat El menunggunya. Namun nihil, gadis itu tidak ada disana. Galen mulai kalut.
Ia pun terus berjalan, mencoba menyusuri area samping sekolah yang sepi.
Benar saja, ia bisa melihat siluet yang sangat Galen kenal. Galen mendekat, berniat untuk langsung menarik El dari sana. Namun tertahan saat mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Kayanya kita harus jaga jarak, gue tau kita cuma temen tapi kayanya itu buat Melani sedih, "
Galen tertawa remeh mendengar perkataan teman timnya itu.
Dugh!
"ANJING! LU PIKIR CEWE LU DOANG APA YANG PUNYA HATI?!"
^=^
"Akh! " Galen merintih saat El membersihkan lukanya dengan kapas.
Pada akhirnya dia adu jotos dengan Joan. El besusah payah memisahkan mereka berdua yang sudah menarik perhatian siswa-siswa yang masih tersisa di sekolah.
El langsung menarik Galen keluar sekolah saat mereka berhasil dipisahkan, gawat jika ada guru tau. Gadis itu membawa Galen ke minimarket terdekat untuk membeli air, kapas, dan obat luka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cordiform | 04Line
Teen Fiction(adj.) heart-shaped Everyone has their own story, their own time, and their own decision to make. Kpop idol 04l 01 Agustus 2023- Warn: -Writen in bahasa -fiksi! -harsh word/kata umpatan -all picts cr to the owner/pinterest/twitter
