"Cuy gue dipanggil nih, titip buat Hans ya nanti kalau dia kesini, " Naya segera beranjak, mengoper satu bungkus kue buatannya ke Vick yang posisinya lebih dekat dengannya.
Setelah Vick bilang untuk mulai kurangin ceng-cengin dia dengan Hans, Naya benar-benar berhenti ngelakuin itu. Walau terkadang ia hampir kelepasan sih.
Tapi ternyata walau Naya sudah berhenti, masih ada saja hal tidak sengaja yang membuat ia sedikit berurusan dengan Hans.
Contohnya seperti sekarang, Hans masuk kelasnya untuk mencari Naya.
"Kenaya? Baru keluar dia, " El menjawab terlebih dahulu.
"Lah katanya tadi gue di suruh nyamper anjir, " Dumal Hans, sudah hampir berbalik keluar kalau tidak Vick interupsi.
"Iya, dia dipanggil guru, nih dia nitip buat lu, " Vick menyodorkan bungkus kue yang di titipkan Naya tadi. Hans lalu mendekat dengan langkah canggung ke arah Vick, yang entah kenapa perasaan canggung itu seperti menular kepadanya. Vick ikut canggung.
"Thanks! " Ucap Hans singkat setelah menerima bungkus itu. Vick pikir laki-laki itu akan langsung berbalik, beranjak meninggalkan kelas.
Namun, ada sekitar tiga detik mereka bertatapan dalam diam sebelum suara pelan Hans terdengar, "lu ada waktu senggang lagi ga? Gue lumayan cepet paham kalau lu yang jelasin, "
Vick berkedip bingung, ini bukan hal kesengajaan dengan unsur skenario Naya, atau ketidaksengajaan karena hal tiba-tiba. Tapi, ini langsung Hans yang bilang.
"O-oh ada kok, " Jawab Vick terbata.
"Ini kalau Naya tau, bisa lebih heboh daripada waktu tau kalau nilai matmin dia di atas kkm" Ucap El sambil memandang kepergian Hans.
=°°=
"Buat gue nih? " Tanya Vick saat Hans menaruh satu kotak susu coklat di hadapannya.
"Iye, kemarin perut lu berisik, "
Vick tersenyum, "thanks! " Ucapnya sambil menancapkan sedotan ke kotak susu itu.
Sudah tiga kali mereka belajar bersama, Vick sedikit tau tentang laki-laki itu. Awalnya Vick pikir Hans adalah orang yang irit bicara, ya benar sih, tapi anak itu tidak ragu untuk mengeluarkan banyak suara jika menghadapi sesuatu yang menurutnya salah.
Vick yang sedang fokus meminum susu sambil membuka bukunya merasa diperhatikan. Benar saja, begitu menoleh dia mendapati kamera ponsel Hans yang mengarah padanya.
"Ngefoto ya? " Tanya Vick yang mendapat anggukan yakin dari Hans, Vick panik, "hapus gak! "
Dan Hans hanya terkekeh kemudian menyembunyikan ponselnya dari Vick yang berusaha merebut.
"Ngapain sih? " Tanya Vick merajuk saat dirinya tidak bisa mengambil ponsel Hans.
"Ya kenapa? Gue emang suka motret hal cantik kok, "
Vick terdiam, tiba-tiba mukanya terasa panas. Belum lagi jantungnya yang terasa lebih ramai dari sebelumnya.
"Mau lihat gak? " Hans membuka kembali ponselnya, menunjukan hasil jepretannya kepada gadis disampingnya.
Vick yang semula mematung pun kembali sadar, ia bisa melihat foto langit, pemandangan, bahkan belalang kecil yang berhasil Hans abadikan. Tak bisa Vick pungkiri, jepretan Hans bagus juga.
Namun semakin Hans menggeser layar ponselnya, semakin sering Naya terlihat di setiap momen yang berusaha Hans abadikan.
"Bagus, "
^=^
"Gue rasa cara gue udah bener deh, kenapa salah? " Hans menunjukkan hasil tes fisika nya kepada Vick.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cordiform | 04Line
Novela Juvenil(adj.) heart-shaped Everyone has their own story, their own time, and their own decision to make. Kpop idol 04l 01 Agustus 2023- Warn: -Writen in bahasa -fiksi! -harsh word/kata umpatan -all picts cr to the owner/pinterest/twitter
