Part 37 : Memaafkan

139 6 0
                                        

Bismillah

Selamat membaca 🤍

✨✨✨✨

Suara detak jantung dari monitor terdengar pelan. Ratu perlahan membuka matanya, menatap sekeliling dengan bingung.

"Eughh.." lirihnya pelan saat merasakan sakit beberapa bagian tubuhnya.

Pandangannya kemudian jatuh pada tangan kanannya yang terasa berat. Senyum kecil muncul di wajah pucatnya.

"Ka Alvaro," panggilnya pelan.

Alvaro, yang tertidur di tepi ranjang, merasakan pergerakan Ratu. Ia segera terbangun, matanya langsung menatap dengan penuh haru.

"Sayang..." lirihnya, suaranya bergetar.

Ratu mengerutkan kening, bingung saat melihat bulir bening mengalir dari mata lelaki di depannya.

"Eh, kenapa nangis? Aku nggak apa-apa, Ka," ucap Ratu dengan suara lemah.

Alvaro menggeleng, tangannya menggenggam erat jemari Ratu seolah takut kehilangan.

"Jangan gini lagi... Aku takut. Aku benar-benar takut saat kamu nggak sadarkan diri," suaranya bergetar. "Tubuh kamu banyak darah... Aku pikir—aku pikir aku kehilangan kamu..."

Ratu terdiam, menatap pria itu dengan tatapan lembut. Ia mencoba menggerakkan tangannya, meski terasa lemah, untuk menyentuh pipi Alvaro.

"Maaf, Ka... Aku nggak bermaksud bikin kamu khawatir."

Alvaro menghela napas dalam, mencoba menenangkan dirinya. Namun, matanya masih dipenuhi ketakutan yang belum hilang.

"Tunggu, aku panggil dokter."

Dengan cepat, Alvaro berdiri dan menekan tombol pemanggil di samping ranjang.

Tak lama, pintu ruang rawat Ratu terbuka, menampilkan dokter yang menangani Ratu sejak semalam.

"Alhamdulillah jika ibu Ratu sudah sadar." ucap dokter tersebut tersenyum.

"Saya periksa dulu ya."

Alvaro mundur sedikit untuk memberi ruang dokter serta suster yang ingin memeriksa.

"Kondisi pasien alhamdulillah mulai membaik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." ujar dokter setelah selesai memeriksa.

"Dok, tapi kenapa bahu dan perut saya nyeri banget?" tanya Ratu.

Dokter tersenyum. "Bahu terasa nyeri setelah dijahit itu wajar. Sedangkan untuk nyeri perut, itu hal yang biasa setelah keguguran karena proses pengeluaran jaringan kehamilan. Jika nyeri semakin hebat atau disertai perdarahan berat, segera beri tahu kami."

Ratu terdiam, banyak pertanyaan tentang kegugurannya bertebaran di pikirannya.

"Baik, jika tidak ada pertanyaan lagi, kami permisi. Nanti suster akan memberikan obat pereda nyeri."

"Tolong banyakin istirahat terlebih dahulu agar proses pemulihan pasien cepat."

Alvaro mengangguk tersenyum "Terimakasih dokter."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 31, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALRA [RatuKiesha DJS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang