***
Happy Reading 🌷
***
.
.
Gatau, ga nambah paan. Ada sij, cuma kata kata tak berguna.
.
Black hanya menatap kipas di tangannya.
Ia menghela nafas dengan kasar lalu menatap Gangler yang berada tak jauh dari hadapannya.
Gangler itu berdiri lalu berlari menghadang Black.
Ntah secara refleks atau sengaja, Black mengayunkan kipas yang ia pegang.
Dalam seperkian detik, Gangler itu terlempar dan terhempas keudara.
Black menatap heran kearah tempat Gangler itu terhempas. Ada rasa puas tersendiri bagi Black sekarang.
Black melangkahkan kakinya menuju Gangler itu terlempar.
Dendam mu terbalaskan, wwww
* * *
Katana di tangannya ia kibaskan, lalu dengan cepat ia memasukkan katana itu ke dalam saya.
Satu koleksi sudah berada di tangannya. Dengan tatapan kosong ia menatap koleksi itu.
"Tugasmu adalah melindungi koleksi milikku."
Gadis itu menggumamkan kata-kata sang tuan. Selain melindungi, Gadis itu juga mencuri kembali.
Dan tentunya melaksanakan tugasnya.
Tidak, dia tidak mencuri. Ia hanya mengambil kembali apa yang milik tuannya.
Gadis itu melihat kearah beberapa orang yang sudah tergeletak oleh ulahnya.
Bagaimana mereka mendapatkan koleksi Lupin milik tuannya? Apa ada penyusup di dimensi tuannya?
Tidak, mana mungkin ada manusia iseng yang mau mengambil koleksi dari dunia Gangler beserta dimensi tuannya tinggal.
Ada ada saja.
Lantas, darimana manusia-manusia ini mendapatkan koleksi ini?
"Yoo, topi besar yang berada di sana!"
..?
* * *
Gangler itu mencoba berdiri, dan akhirnya ia sudah berdiri. Ia sedang marah sekarang.
Ia benar benar kesal, kopernya berhasil dicuri, lalu koleksinya juga berhasil dicuri. Sungguh sebuah kesialan bagi Gangler itu, namun itu adalah sebuah kesenangan bagi seorang Lupin Black.
Suara langkah kaki terdengar. Gangler itu menatap kearah sumber suara itu.
"Kau ...!" geramnya kala melihat seseorang yang sedang berjalan santai menuju dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lost Soul
Action"𝘞𝘰𝘯'𝘵 𝘠𝘰𝘶 𝘋𝘪𝘦 𝘛𝘰𝘯𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘍𝘰𝘳 𝘓𝘰𝘷𝘦?" @TOEI @Shinzouuu (𝟯) 𝟭𝟯 𝗝𝘂𝗹𝘆 2023 -
