Jisoo kecil berlari mendapati adiknya di rundung oleh segerombolan laki-laki seumurnya.
"Yakkk!! Apa yang kalian lakukan pada adik ku!" Jisoo meraih Jennie kecil memeriksa apakah ada yang terluka
"Hiksss ....Eonnie lutut Nini sakit hiksss mereka mendorongku hiksss" Sambil terisak Jennie kecil menjelaskan.
Jisoo kecil berdiri dan melihat satu persatu anak laki-laki itu.
"Siapa yang mendorong adikku!!" Dengan wajah marah Jisoo kecil siap akan meninju sapapun yang berani mengganggu adiknya."Kau yang mendorongnya!" Jisoo menarik salah satu kerah anak laki-laki.
"B-bukan aku,d-di-a" Anak itu menunjuk teman disamping kirinya.
"Beraninya kamu!" Jisoo mendorong anak laki-laki itu lau menginjak kaki anak itu.
Semua panik saat Jisoo kecil mulai kehilangan kontrol jika bukan pejalan kaki sekitar yang melerai bisa-bisa anak laki-laki itu habis oleh Jisoo.
"Jangan pegang aku paman,anak itu nakal!!aku akan membunuhnya!" Jisoo memberontak di dekapan laki-laki pejalan kaki,Jennie yang semakin menangis kencang di pelukan ibu-ibu pejalan kaki.
"Eonnie Hiks hiksss"
Anak laki-laki itu berlari menjauh dari Jisoo ,sebenarnya Jisoo belum puas namun setidaknya dia sudah membalas.
"Lepas paman,mereka sudah pergi,aku ingin mengobati adik ku" Paman itu melepas peganganganya dan membiarkan Jisoo kecil menghampiri Jennie.
"Gwenchana gwenchana,Nini sudah aman,kita obati dirumah ya" Jisoo kecil mengahapus air mata Jennie Kecil yang terus mengalir .
Para pejalan kaki yang sempat melerai pertengkaran Jisoo akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua.
"Mana Eonnie lihat,astaga darahnya banyak sekali Nini,ini harus di operasi"
"Huaaaaaaa Nini tidak mau di operasi,Hikss"
Jisoo tersenyum meledek,dia sengaja mengusili adiknya .
"Jisoonie kenapa tertawa, Nini sakit hikss"
Jisoo kecil membelakangi Jennie,bersiap ingin menggendongnya.
"Sini naik di punggung Eonnie,kaki Nini sakit ,Eonnie akan gendong sampai rumah"
Mata Jennie kecil berbinar mendengar penuturan Jisoo kecil.
"Asikk Nini di gedong" dengan semangat Jennie kecil mulai menaiki punggung Jisoo kecil.
"Pegang yang erat ya nanti Nini jatuh"
Jisoo kecil mulai berjalan
"Nini tidak mungkin jatuh,karna Jisoonie tidak akan membiarkan Nini jatuh"
"Hehehe ..... Itu sudah pasti,tapi tetap saja Nini harus pegangan "
"Iya Jisoonie,terimakasih sudah menjaga Nini" Jennie kecil mengecup pipi Jisoo .
"Itu tugas seumur hidup Eonnie ,tidak perlu berterimakasih,pipi sebelah kanan belum Nini cium".
Tanpa menjawab Jennie kecil langsung menciumnya.
"Wah setelah dicium baterai Eonnie penuh kembali,kali ini Nini lebih kuat memeluk Eonnie,karna Eonni akan berjalan lebih cepat"
"Pelan-pelan saja Eonnie,mentang-mentang kuat sombong"
"Yak! Ini bukan sombong tapi Nini harus mengakui kalau Eonnie adalah pejuang tangguh"
"Ya ya ya " Jennie kecil hanya mengangkat kedua bola matanya.
Jisoo kecil hanya cengengesan .
Tiiiiittttttttttttttttttttttttt
Jennie terus melakukan kompresi dada Jisoo.namun tak mendapatkan hasil.
"Siapkan defibrillator" Jennie berteriak
"100 joule!"
"Clear!"
"Shock!"
Tidak ada hasil,garis monitor masih bergambar garis panjang ,berdenging panjang membuat Jennie dilanda gelisah dan takut akan sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan.
"200 joule!"
"Clear!"
"Shock!"
"Eonnie bilang kau adalah pejuang tangguh ,tolong bangun dan berjuang untuk kembali,jangan tinggalkan Nini" Jennie masih kukuh akan kembalinya Jisoo yang sudah membiru.
"Dok.."
"360!"
"Clear!"
"Shock!"
Alat kejut seakan tidak ada gunanya sama sekali, tidak ada tanda-tanda Jisoo akan kembali.
Tiitttttttttttttttttttttttttttttt
Jennie akhirnya menangis ,menyerah,kakinya lemas ,tubuhnya seakan tak bisa berdiri dengan baik.
"Dok..."
"Ucapkan waktu kematian puk-"
Titt tit tit titt
Garis monitor yang tadinya bergambar lurus akhirnya berubah dan bunyi yang berdenging tak ada putusnya juga berubah menjadi patah-patah.
"Dokter ! Pasien kembali!"
Jennie mulai berdiri dengan baik,Jisoonya kembali.
"Terimakasih Eonnie sudah bertahan,Nini mohon untuk bertahan sampai selesai" Jennie membisikan kata-kata itu disamping telinga Jisoo.
Tanpa ada yang menyadari bahwa Jisoo juga bereaksi mengeluarkn air matanya.
"Kita lanjutkan operasinya" .
*********
"Lisa makan ya,nanti kamu sakit sayang" Dibkantin Chaeyoung membujuk adiknya untuk makan,ini sudah lewat jam makan siang.
"Lisa ingin melihat Jisoonie hiksss... Jisoonie pasti selamatkan"
"Jisoonie pasti sembuh sayang,Sebentar lagi Operasinya selesai,makan dahulu ya,setelah itu Lisa bisa melihat Jisoonie" Chaeyoung masih berusaha membujuk Lisa,dia masih takut jika Lisa akan drop kembali karena masih masa pemulihan.
"Ayo buka mulutnya,kasian jika Irene Eonnie menunggu di depan ruang operasi sendirian"
Akhirnya berhasil setelah mencoba membujuk Lisa untuk makan.
Dalam hati Chaeyoung juga merasa takut akan kehilangan Jisoo,tapi dia juga harus kuat untuk Lisa.
*******
Jisoo akhirnya dipindahkan di ruang rawat vvip ,Operasinya berjalan dengan baik walaupun saat ini Jisoo masih harus di bantu oleh ventilator untuk bernapas dengan baik.
Irene,Chaeyoung dan Lisa yang mengikuti dari awal masuk hanya menatap Jisoo dengan perasaan bersyukur.
Jennie menyuruh para perawat untuk keluar karena pekerjaan mereka sudah selesai.
Lisa menghampiri Jennie lalu memeluknya dengan erat.
"Terimakasih Eonnie sudah menepati janji" Ucap lisa terisak
Jennie hanya membalas senyuman.
Irene menghampiri Jisoo yang masih terlelap pucat.
"Bagimana kabarmu Ji,cepat bangun ya" Irene mengelus tangan Jisoo yang bebas Infus.
Lisa menyusul Irene mendekati Jisoo."Jisoonie ini Lisa,cepat bangun" Lisa mencium mata Jisoo yang masih enggan terbuka.
Jennie melihat Chaeyoung yang hanya diam membawa kedalam dekapannya dan berbisik "Dia pasti akan bangun,tidak ada yang perlu di takutkan"
To be continue.
Outfit ngelayatnya nanti ajalah ya,simpen dulu di keranjang kuning😭✋🏻
Jangan lupa follow,vote,dan comment😎☺️
KAMU SEDANG MEMBACA
I wuf u...Eonnie (Completed)
FanfictionDarah lebih kental dari pada air. Apakah mereka bisa memperbaiki rumitnya menjadi dewasa?
