02

20 3 0
                                        

Javier terduduk lemas di hadapan makam ibunya. Proses pemakaman sudah selesai dan saat ini seluruh bawahan naga hitam berkumpul.

Atas permintaan javier ibunya di makamkan khusus di taman belakang rumahnya.

"Ini semua karena kalian"

Isak Javier memeluk batu nisan ibunya.

Matanya memerah penuh air mata. Javier yang selama ini hidup menjadi anak sopan dan baik untuk pertama kalinya ia merasa dendam dan sangat marah.

Ia berdiri dari duduk nya menarik satu persatu anggota naga hitam.
Bahkan pasukan elite yang dilatih khusus menjaga keluarganya di pukul beberapa kali oleh javier.

"DASAR GANGSTAR BRENGSEK! KENAPA KALIAN TIDAK MELINDUNGI AYAH DAN IBUKU!! KENAPA KALIAN LALAI!"

Teriaknya sambil menangis meluapkan seluruh emosinya. Tangannya memukul tak berhenti, sedangkan anggota yang dipukul hanya terdiam ikut menangis merasa menyesal tak dapat melindungi tuannya.

Beberapa waktu setelahnya Javier berjalan pergi memasuki rumah. Melihat javier yang sudah pergi barisan anggota naga hitam tadi pun berpisah secara rapi meninggalkan halaman belakang rumah.

***

Beberapa hari setelahnya, Kondisi Javier sudah semakin membaik. Ia mulai bangkit kembali walaupun masih merasa sedih dan dendam.

Saat ini ia tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ayahnya masih selamat walaupun dalam keadaan koma.

Para anggota lainnya menyiapkan beberapa mobil untuk melindungi mobil javier yang berada di tengah. Lebih dari 10 mobil mengitari mobilnya dengan rapi.

Hingga dirinya sampai ke rumah sakit. Javier berjalan menuju kamar pasien vvip milik ayahnya.

Ia berjalan pelan menahan sedihnya. Bagaimana bisa ia harus bertingkah kuat disaat umurnya masih 14 tahun.

"Ayah.."
Panggilnya mengelus pelan jari ayahnya.

Aiden dipenuhi banyak luka ditubuhnya. Bahkan perutnya sempat dioperasi beberapa kali dan untungnya sampai saat ini ia masih selamat.

Karena itu naga hitam untuk sementara akan diberhentikan.

"Ayah, kita kehilangan ibu".

"Walaupun ibu suka mengomel tapi masakannya sangat enak"

Javier menggenggam erat tangan ayahnya.

"Ayah.. selama ini aku memang tak pernah mendekati dunia gelap kalian"

"Tapi, kali ini pilihan ku mengarah kesana. Dendam ku tak bisa kusimpan"

"Bagaimana ayah? Apa yang harus kulakukan? Ayah adalah orang yang hebat. Walaupun ayah nakal ayah bisa menjawab soal matematika ku yang sangat sulit"

"Tolong ayah.. beri aku jawaban"

Tetesan air mata mulai mengalir dari matanya. Javier memeluk kaki sang ayah berharap ayahnya dapat sehat kembali.

"Tolong bangunlah dan kembali sehat.."

Bisiknya pelan membiarkan air matanya keluar sepenuhnya.

Sekitaran 20 menit ia terdiam menatap ayahnya.

Setelah merasa tenang ia akhirnya berdiri dan memanggil kembali beberapa anak buah ayahnya.

"Tambah anggota untuk melindungi ayah. Dalam jarak 10 km pastikan tidak ada musuh. Kalau ada kau pastikan untuk memenggal kepalanya"

Javier berbicara pada pimpinan elite itu lalu keluar dari rumah sakit.

Dengan langkah kaki yang cepat ia masuk kedalam mobil.

JAVIERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang