Kursi

0 0 0
                                    

Ibarat kursi.

Kursi yang kududuki saat ini tampaknya sudah goyang,kayunya mulai dipenuhi rayap,paku yang merekatkan rangkaian kayu ini sudah mulai tidak kuat.

Bagaimana ini? Apakah aku harus mengganti nya? Atau hanya memperbaikinya saja?

Lihat lah ini...
Saat ku goyangkan kursi nya,ia tampak rapuh. Antara bangku kita duduk dan kaki nya sudah hampir lepas, antara bangku dan senderannya sudah hampir lepas,aku hampir saja jatuh. Lihatlah,bulir bulir kecil yang keluar dari beberapa bagian dari kursi ini,rapuh.

Harus aku ganti kursi ini dengan yang baru.
Tapi tunggu,kalian mendengarnya?
Kecilkan suara kalian!
Dengar?
Kursi ini menangis..
Suaranya tertahan, Ada apa dengan mu kursi?
Kalian dengar?, Dia menangis. Menangis karena dia tau dia ingin aku ganti dengan yang baru.

"Owhhh kasian sekali kamu kursi"

"Kau menangis karena aku ingin Menggantikan mu?". Ucap ku dengan raut wajah mengikuti tangis kursi.

Tenanglah sedikit kursi hapuskan air matamu, kau tidak cocok menangis seperti ini, air mata mu keluar dari sela sela rapuhmu.

"Apa? Mengganti mu dengan yang baru?"

"Owh sudahlah kursi itu tidak akan". Ucap ku terkekeh,sembari mengelus elus tempat bersandar sang kursi yang sudah tampak rapuh dan berayap.

Kursi lihat lah aku, aku sedang bersiap-siap, bagaimana penampilan ku menurutmu?.
Aku sedang bersiap-siap mengambil foto angkatan, sebentar lagi aku lulus,sebentar lagi aku tidak akan meninggalkan kelas ini hahaha.

Hei kursi,kenapa kau masih menangis?
Bukankah itu sia-sia. Ucap mu sembari berkaca mengagumi penampilan ku.

Apa? Kau merasa kau akan digantikan dengan kursi baru?.

Sudah lah seperti yang ku bilang itu tidak akan

Aku tak akan menggantikan mu dengan kursi baru,aku akan membuang mu aja

Apa? Kau tanya mengapa?
Sebab aku tidak membutuhkan kursi lagi!

Bukankah kau dengar,aku akan lulus
Berarti aku tidak akan disini lagi
Itu tanda nya,aku tidak akan menggunakan mu lagi sebagai kursi ku. Waktu kita bersama sudah selesai. emm maksudku, waktu aku membutuhkan mu sudah selesai artinya aku sudah tidak membutuhkan mu lagi sebagai tempat aku duduk.

Apa? Menggunakan mu saat kuliah?. Ku dekatkan telinga ku pada sumber kau berbicara.
Wahai kursi ku, aku ingin fokus belajar saat kuliah, mana bisa aku fokus belajar kalau yang kududuki bentuk nya sepertimu
Mana bisa aku bersandar saat lelah jika paku yang menghubungkan dua rangkaian kayu itu sudah mulai lepas.

Memperbaiki mu sama saja seperti membeli baru, owh Ralat, aku lebih mending beli yang baru jika aku mau.

Hei kursi kayu yang rapuh, jangan berharap aku akan membawa mu pulang sebagai tempat belajarmu, jangan kau melihat teman ku, dia membawa kursi nya pulang karena kursi yang dia miliki masih bagus

Tidak sepertimu! memalukan, menjijikan, dan mengundang aib.

Semoga saja semua orang tidak ingat aku pernah duduk di kursi ini.

Kenapa tidak setuju? Akan sangat memalukan bagiku jika ku bawa kau kerumah wahai kursiku, aku tidak siap harus dimarahi ibuku jika dia tau selama ini aku duduk pada kursi yang rapuh.

Dan akan sangat terlihat menjijikan jika ku bawa kau dikuliahku, duduk dikursi penuh lubang rayap disaat yang lain duduk dikursi besi berlapis busa?
Ihhhhhh aku tak ingin itu.

Aku memang belum berfikir untuk mencari kursi kayu yang baru, sebab dikuliah nanti kursi seperti mu letak nya hanya di kantin saja,ups tapi kantin kampus ku kelak kursinya kayu apikk,bukan rumah rayap. hahaha.

Maafkan aku kursi rapuh, kau sudah terlalu buruk bagiku,dahhhhh. Ucap ku sambil melambai

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 14, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MONOLOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang