BAB 03 TEJO YANG BERUNTUNG

54.4K 163 3
                                    

Malam itu dikampung Sukasari diadakan acara syukuran warga karena hasil tani kampung tersebut ditahun ini cukup melimpah. Tampak seluruh warga kampung tanpa terkecuali antusias untuk datang ke balai kampung. Tidak terkecuali Tejo, sudah sejak sore dia hadir di balai kampung tersebut. Dia bersama beberapa anak sebayanya telah menempati kursi yang disediakan dan asyik ngobrol sambil bercanda.

Saat sedang mengobrol Tejo dikejutkan oleh temannya bernama Budi yang saat itu melihat kehadiran Lusie. Tejo pun langsung menoleh kearah yang dimaksud temannya tersebut. Dari kejauhan tampak Lusie sedang berjalan bersama dengan Bambang suaminya dan mendekat kearahnya.

"Ehh Jo liat tuh siapa yang datang Jo!" Ucap Budi yang tiba-tiba menepuk pundaknya

"Mana Bud..?" Tanya Tejo

"Itu Jo, yang bareng suaminya. Duhh gila Jo seksi banget Jo..." Ucap Budi

"Oh bu Lusie to yang kamu maksud..?" Ucap Tejo melihat kearah yang ditunjuk Budi

"Iya Jo emang siapa lagi?, seksi abisss. Idaman banget deh pokoknya" Ucap Budi

Begitu melewati Tejo, Lusie tampak tersenyum dan melambaikan tangannya pada remaja tersebut.

"Haii Tejo.." Ucap Lusie

Saat itu Tejo hanya mematung sambil melongo kearah Lusie yang menyapa dirinya. Tejo yang terpukau melihat penampilan Lusie membuat dirinya menelan Ludah. Ternyata tak hanya Tejo dan temannya saja yang memperhatikan sosok wanita montok tersebut. Semua lelaki yang berada disana pun tampak langsung menengok kearah datangnya Lusie.

Bagaimana tidak, saat itu Lusie memakai tshirt lengan panjang berwarna cokelat tua bermotif kulit ular yang bagian lehernya sangat rendah dipadu dengan jilbab yang sewarna dengan warna bajunya. Namun jilbab yang dikenakan Lusie hanya menutupi kepalanya saja. Sedangkan bagian ujung jilbabnya dililitkan kelehernya sehingga belahan payudaranya yang dibungkus BH warna merah itu masih dapat terlihat dengan sangat jelas. Selain itu tshirt yang dikenakan Lusie sangat ketat sekali mengikuti bagian lengan dan lekuk tubuhnya sehingga membuat payudaranya yang besar terlibat semakin menonjol.

Sedangkan untuk bagian bawahnya Lusie memakai celana panjang berwarna putih berbahan kain dan sendal high heels berwarna hitam. Celana tersebut tampak begitu ketat mencetak bagian pinggul serta pantatnya yang bahenol dan montok itu. Tak hanya itu celana tersebut juga sedikit transparan sehingga membuat siapa pun dapat menebak warna celana dalam yang dikenakan Lusie. Ya saat itu Lusie memakai celana dalam berwarna merah dibaliknya. Sungguh pemandangan yang benar-benar membangkitkan gairah syahwat setiap lelaki yang melihatnya.

Karena acara akan segera dimulai Lusie dan suaminya mencari posisi tempat duduk yang telah disediakan. Pasangan tersebut berbaur dengan warga kampung lainnya. Awalnya Lusie duduk berdekatan dengan suaminya. Namun saat itu suaminya Bambang dipanggil oleh salah serorang warga supaya ikut dengannya untuk duduk bersama bapak-bapak lainnya.

"Ma.." Panggil Bambang

"Iya mas" Jawab Lusie

"Mas kesana dulu ya, gabung sama bapak-bapak yang lainnya. Mama gak apa-apa kan mas tinggal?" Tanya Bambang

"Ya sudah sana mas ikut aja, mama gpp kok" Ucap Lusie

Akhirnya Bambang pun beranjak dari samping Lusie mengikuti orang yang mengajaknya.

****

Disisi lain, sambil tetap berbincang dengan Budi, pandangan Tejo terus melirik kearah Lusie. Matanya seakan tak ingin berpaling dari sosok wanita montok tersebut. Penampilan Lusie yang saat itu benar-benar seksi membuat Tejo sangat terangsang. Karena sudah tidak tahan lagi, saat itu juga Tejo memutuskan untuk pergi ke kamar mandi yang ada dibalai kampung tersebut.

PEMUAS NAFSU PRIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang