Hari ini jadwal Jeongwoo kontrol sekaligus melepas gipsnya. Penantian panjang setelah tiga bulan menggunakan sebelah tangan dan bergantung pada bantuan Jaehyuk, akhirnya dia bisa bebas beraktivitas. Sejak semalam Jeongwoo sudah bersemangat sekali. Sibuk membayangkan akan melakukan banyak hal yang sempat libur selama cederanya. Yang terpenting dia bisa kembali bekerja.
Selain Jeongwoo, ada satu orang lagi yang tak kalah antusias. Jaehyuk.
Laki-laki itu sudah muncul di apartemen Jeongwoo pagi-pagi sekali. Padahal jadwal kunjungan ke rumah sakit jam 10 nanti. Katanya dia tak bisa tidur karena tak sabar melihat gips Jeongwoo dilepas. Jeongwoo yang mendengar itu hanya tertawa sambil menggusak puncak kepala Jaehyuk gemas. Tingkahnya benar-benar sulit diprediksi.
Selama bersiap-siap, senandung riang tak pernah lepas digumamkan oleh Jeongwoo. Jaehyuk yang membantunya pun sampai kewalahan dengan pancaran bahagia yang Jeongwoo keluarkan. Pasalnya, kebahagiaan Jeongwoo itu juga membuat sudut bibir Jaehyuk terangkat. Sisi yang tak pernah Jeongwoo perlihatkan selama ini.
"Kau bertingkah seperti anak kecil, kau tau? Menggemaskan sekali." Jaehyuk mencubit pipi Jeongwoo sekilas yang dibalas cengiran lebar dari laki-laki itu.
Kurang dari lima belas menit sebelum jam 10, mobil yang dikendarai Jaehyuk terparkir dengan pas di lahan parkir rumah sakit. Mereka bergegas keluar dari mobil dan berjalan beriringan ke ruangan dokter. Tawa masih bisa Jaehyuk berikan di sepanjang lorong rumah sakit. Dia bahkan sempat menggoda Jeongwoo agar tidak menangis saat diberi tindakan nanti.
Namun semuanya berubah ketika mereka masuk ke dalam ruangan. Begitu dokter yang menangani Jeongwoo dan seorang perawat bersiap dengan alat-alat yang digunakan untuk melepaskan gips Jeongwoo, Jaehyuk tiba-tiba gemetar. Dia meraih ujung kemeja Jeongwoo dan merematnya. Membuat laki-laki itu melihat ke arahnya.
"Kenapa wajahmu tegang sekali?" Tanya Jeongwoo begitu mendapati raut wajah Jaehyuk yang terlihat tak sesantai biasanya.
Yang ditanya hanya menggeleng kaku. Matanya terpaku pada apa yang ada di depan mereka saat ini.
Dia melihat bagaimana dokter menggergaji gips di tangan Jeongwoo sambil meringis ngilu. Ekspresinya bahkan disindir oleh Dokter yang menangani Jeongwoo. Siapa yang digergaji, siapa yang ketakutan. Jeongwoo bahkan tertawa geli melihat wajah Jaehyuk yang mendadak masam setelah disindir. Padahal dia hanya khawatir tindakan itu akan menyakiti Jeongwoo.
Jeongwoo mengerti itu. Karenanya jari-jari kurus Jaehyuk digenggamnya menggunakan tangan yang bebas sembari diusap-usap. Sedikit banyak membuatnya laki-laki itu dapat tenang lagi. Kalau dipikir-pikir memang terbalik. Tapi tak apa, Jeongwoo senang-senang saja melakukannya.
Selesai sudah urusan gergaji-menggergaji. Terdengar hela napas lega dari Jaehyuk. Mereka tinggal sebentar untuk mengecek kondisi Jeongwoo dan mendengarkan arahan dari dokter terkait perawatan paska tindakan hari ini. Jaehyuk ikut mendengarkan dengan baik seolah dialah pasiennya. Konsultasi selesai setelah sepuluh menit kemudian.
Jaehyuk sudah kembali riang. Dia sedang memainkan tangan Jeongwoo yang tak lagi dibalut gips. Menyentuh-nyentuhnya seakan itu adalah hal yang baru ditemui seumur hidupnya. Ada rasa penasaran terselip disana. Apa rasanya masih sakit?
"Kalau kau menekannya terlalu kuat, itu akan terasa sakit, Jaehyuk."
Teguran Jeongwoo itu membuat Jaehyuk sedikit terkejut. Oh, apa Jeongwoo bisa membaca pikirannya?
"Maaf, aku hanya penasaran." Cengirnya lebar.
Selama mengenal Jaehyuk, Jeongwoo lambat laun memahami tingkah pola laki-laki itu. Dia adalah orang dengan beragam ekspresi. Dan pandai mengatur perasaannya. Dia tidak akan bersedih sampai berlarut, merajuk dan marah terlalu lama. Yang abadi dalam diri Jaehyuk adalah pancaran kebahagiaan yang akan membuat siapapun yang melihatnya bahagia. Dia persis anak tiga tahun yang seperti tidak memiliki beban apa-apa. Hanya rasa ingin tau yang terus tumbuh dan keinginan untuk membuat orang di sekitarnya merasa bahagia.

KAMU SEDANG MEMBACA
A Lucky Find | a Jeongjae fic
FanfictionGlad it's you out of that fucking 8 billion people bxb fiction! not relate to face claim real life mature