Author : Hanhyori
Genre : -
Type : Short Story
Main cast :
- Kim bum
- Kim so eun
Other cast :
- Roh Yeon Soo
- Kang Tae Oh
- Lee Si Woo
- Wi Ha Joon
- Kim Hye Jun
- Kim Hwa Yeon
- dll
@@@@@
Pagi hari
Kim bum maupun So eun masih tertidur dengan nyenyaknya. Mereka tampak begitu damai saat berpelukan seperti itu. Semalaman So eun tak bisa lepas dari jeratan pelukan Kim bum yang melingkar di pinggangnya. Kim bum berkali-kali memintanya untuk tidak meninggalkannya. So eun pasrah tapi lama-lama nyaman juga. Udara Korea sedang dingin, tampaknya akan segera turun salju. So eun merasa nyaman didekapan Kim bum yang menghangatkan hingga pagi menjelang. So eun bangun duluan tapi ia malah memerhatikan wajah Kim bum yang amat dekat berjarak 2 cm dari wajahnya. Mengapa pria ini membuatnya merasakan perasaan yang berbeda? Perlakuan Kim bum membuatnya sangat nyaman, pertama kalinya sejak 200 tahun yang lalu, ia merasakan gejolak lain dihatinya.
"Masih pagi, jangan bangun dulu!," ucap Kim bum membuat So eun terkejut.
"Kau sudah bangun?"
"Aku masih ingin memelukmu," jawab Kim bum dengan nada malas.
"Kim bum, kau harus bekerja."
"Iya, sebentar saja."
"Ini kan sudah pagi. Tugasku sudah selesai," perkataan So eun membuat Kim bum membuka mata.
Kim bum menyadari hal ini. Semalam mereka hanya berpura-pura, tapi tidak dengan oranglain yang sudah terlanjur mengenal Kim so eun sebagai kekasihnya. Selepas dari acara selamatan malam itu, Hwa Yeon, Hye Jun, Tae Oh bahkan Si Woo terus bertanya soal Kim so eun padanya. Saat di kantor, perjalanan bisnis sampai dirumah pun Kim bum diberondong pertanyaan yang sama tentang Kim so eun. Mereka juga heran Mengapa setelah malam itu, mereka tak pernah lagi melihat Kim so eun bersamanya. Apakah mereka hanya cinta satu malam atau Kim bum sengaja menyewa wanita atau bagaimana?
Kim bum pusing.
Pria itu sengaja meminta pada So eun untuk tidak keluar dari bunga jika dirinya tak ada di apartemen, seperti biasa. So eun tak boleh bertemu dengan siapapun selain dirinya. Sudah satu minggu ini, Kim bum diteror oleh orang-orang yang menanyakan tentang hubungan mereka. Sangking pusingnya, Kim bum jadi tak ada semangat untuk balapan. Terhitung ia sudah menolak tawaran Ha Joon 3 kali dengan alasan sibuk dengan pekerjaan. Sebenarnya hari ini ia ada tawaran lagi, tapi ia melimpahkan ke Tae Oh. Biarkan Tae Oh yang balapan melawan Wi Ha Joon sebagai gantinya.
"Kim bum, bawalah So eun kemari! Eomma ingin bercerita banyak dengannya, eomma ingin mengenalnya lebih jauh lagi," Hwa Yeon.
"Kapan-kapan ya, eomma. Dia juga sibuk." (Kim bum masih belum jujur soal akting mereka karena tidak tega melihat atau mendengar ibunya kecewa)
"Ya sudah. Kalau kalian ada waktu senggang, jangan lupa kemari ya."
"Ne, eomma."
Kim bum menyenderkan kepala karena pusing memikirkan hal ini. Ternyata idenya malam itu malah jadi masalah baru untuknya, tapi untunglah Yeon Soo sudah tak pernah muncul mengganggunya. Pria itu masih ada di basemen apartemen setelah pulang dari kantor. Ia segera turun dari mobil dan berjalan ke arah unit apartemennya. Kim bum tak menyadari hal lain yang sedang mengintainya. Hari itu Kim bum benar-benar capek dengan setumpuk pekerjaan dari pagi sampai sore. Tanpa disadari Kim bum, ternyata ia sudah diintai seseorang dari basemen sampai naik menuju apartemennya. Saat ia mulai membuka pintu hendak masuk ada seorang laki-laki berpakaian serba hitam dan tertutup dari kepala sampai kaki tiba-tiba berlari menusuk perut Kim bum lalu pergi meninggalkannya bersimbah darah di tengah pintu. Kim bum kesakitan, pandangannya menguning. Ia mengambil ponsel tapi ponselnya mati kehabisan baterai. Ia teringat Kim so eun. Kim so eun adalah yang terdekat. Ia berusaha bangun berjalan tertatih-tatih menuju kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
WHITE ROSE
FanfictionCerita lama yang akan dirilis kembali dalam versi yang berbeda 🤍
