CHAPTER 2

408 70 10
                                        

Berulang kali dia melihat ke arah jam tangannya dan berusaha mempercepat langkah kakinya. Karena dia sangat yakin kalau dia sudah sangat terlambat untuk mengikuti pelajaran pertama didalam kelas barunya.

Karena terburu buru, Dia jadi tidak memperhatikan sesuatu didepannya hingga membuatnya menabrak seorang dosen wanita hingga membuat mereka berdua terjatuh secara bersamaan. "Apa kau tidak memiliki mata?!!" Teriak dosen wanita itu merapikan pakaiannya lalu berdiri.

"Ma-maafkan aku, aku tadi buru buru jadi aku tidak memperhat-" belum saja dia menyelesaikan ucapannya tapi sudah dipotong oleh dosen wanita itu. "Park Jimin?! Akhirnya aku menemukanmu! Kapan kau akan membayar hutang ibumu padaku?." Tanya dosen itu langsung menarik jimin hingga dia otomatis berdiri. "Nyonya li? Aku... aku akan berusaha untuk membayarnya jadi tolong beri aku beberapa minggu lagi." Pinta jimin

"Aku tidak mau mendengar alasan apapun lagi darimu park jimin, kau bisa memasuki kampus mewah ini, pastinya kau sudah memiliki keuangan yang sangat lumayan bukan?" Tanya nona li kepadanya.
"Aku bisa memasuki kampus mewah ini hanya kebetulan saja nona li, aku tidak memiliki keuangan seperti apa yang kau pikirkan." Jelas park jimin lagi kepadanya.

Nona li menghela nafasnya lalu memperhatikan jimin lagi dari atas hingga ujung kakinya, entah apa yang dipikirkan oleh otak wanita tua itu saat menatap jimin didepannya. Yang pastinya wajah wanita itu tampak memerah seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta kepada orang didepannya.
"Aku akan memberimu waktu untuk membayarnya hanya dengan satu syarat, kau harus menemaniku malam ini." Pinta nona li dengan tidak tau malunya secara terang terangan didepan park jimin.

Wajah jimin langsung terkejut setelah mendengar ucapan itu keluar dari wanita yang harusnya lebih tua dari ibu kandungnya sendiri, dia hanya tersenyum canggung dan berusaha untuk mengontrol raut wajahnya didepan nona li, meskipun begitu keringat diwajahnya tidak bisa berbohong jika dirinya sangat amat gugup saat ini. "Aku harus mengerjakan perkerjaan paruh waktuku malam ini nyonya, takutnya aku tidak sempat menyenangkanmu malam ini" jelas jimin.

 "Aku harus mengerjakan perkerjaan paruh waktuku malam ini nyonya, takutnya aku tidak sempat menyenangkanmu malam ini" jelas jimin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yaa ibu tua, aku tidak tau kalau kau akan semenjijikan ini." Suara yang muncul dari punggung mereka, membuat mereka berdua sontak kompak menoleh kebelakang untuk mengetahui sumber dari suara tersebut.

"Min yoongi? Ini sama sekali bukan urusanmu, lebih baik kau urus saja masalahmu sendiri, jangan ikut campur masalahku." Tegur dosen itu dengan nada yang sedikit tinggi membuat siswa yang ada disana ikut merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi.

Menghela nafasnya." Ini akan menjadi urusanku karena pria yang sedang berbicara denganmu itu adalah tunanganku." Ucap yoongi dengan santainya mengenggam tangan jimin didepan banyak mata yang sedang mengawasi mereka.

"Apa yang sebenarnya dibicarakan oleh pria ini? Sejak kapan aku menjadi tunangannya? Bukankan aku sudah menolak tawaran kakek didepan matanya" batin jimin.

"Jika kau tidak ada urusan lagi dengan tunanganku. Apakah boleh aku membawanya pergi dari sini?" Tanya yoongi mengenggam tangan jimin dan berusaha menariknya pergi dari sana, namun mereka berdua ditahan oleh dosen wanita itu. "TIDAK BISA!! Jimin memiliki hutang kepadaku, dia harus membayar itu terlebih dahulu baru bisa membawanya pergi dari sini." Pintanya.

"Tuan Muda Min"-YoonminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang