05.PERKARA KECAP

2 0 0
                                        

awan menurunkan hujannya dimalam itu disertai angin yang berhembus.

"kenapa harus gue sama Revan sih"ucap zava saat sedang scroll tiktok dikamarnya namun tiba tiba teringat kejadian tadi pagi

zava melemparkan hp kesembarang arah lalu ia berniat membuat nasi goreng untuk makan malamnya

zava segera bangkit dari tempat tidurnya dan menuju    kedapur.sesampainya didapur,zava mulai bergulat dengan alat alat dapurnya sampai sekitar 10 menit kemudian,nasi goreng pun sudah matang.

zava pun menyajikan nasi goreng itu diatas piring,namun sepertinya zava kebanyakan membuatnya sehingga masih ada lebihan yang tersisa diwajan.

"kebanyakan nih kayanya"ucap zava lalu sedikit berfikir

"eemm,buat sarapan aja deh,biar tinggal manasin aja besok"lanjut zava

saat zava hendak duduk untuk menikmati nasi goreng bikinnnya,tiba tiba bel apartemennya berbunyi membuat zava mengurungkan niatnya untuk makan dan segera jalan menuju pintu

*cklek

zava membuka pintunya dan yang pertama kali ia lihat adalah Revan yang berdiri tepat didepan pintunya sambil menyengir menunjukan deretan giginya

"astagfirullah,allahu laa ilaaha illa hu-"zava bertingkah seolah olah terkejut,berniat untuk mengerjai Revan

"eh eh eh,Lo kira gue hantu"ucap Revan yang langsung menunjukkan muka datarnya

"oh,bukan ya"ucap zava

"mirip soalnya"lanjut zava

"anjir ganteng ganteng gini dibilang mirip hantu"ucap Revan sambil mengibaskan rambutnya kelewat narsis

"ck to the point Van,gue masih sibuk"ucap zava berdecak

"sibuk apa Lo?,nonton drakor?"ucap Revan yang kini sudah menyender di samping pintu zava dan zava yang menyender kesamping tepat di palang pintunya bersebelahan dengan Revan

hening sejenak,hanya suara hujan dan angin yang terdengar

"ga penting banget deh kayanya Lo mencet bel gue"ucap zava yang hendak menutup pintunya kembali namun ditahan oleh revan dengan tangan kanannya yang bisa meraih gagang pintu

"penting!"ucap Revan yang langsung mengubah ekspresi nya menjadi serius dan menyerongkan badannya menghadap ke zava

"apaan"ucap zava ikut memasang muka seriusnya

"gue mau minta kecap"ucap Revan masih dengan muka seriusnya

"anjir gue kira serius"ucap zava reflek lalu langsung mengubah raut wajahnya datar

"gue mau bikin nasi goreng,tapi kecapnya abis,bahaya juga kalo keluar"ucap Revan dengan muka lesunya lalu ia kembali menyender di sebelah pintu dan menyilangkan tangannya didada

"yee kebiasaan Lo mah"ucap zava yang hanya dibalas cengiran oleh Revan

"tunggu bentar"ucap zava lalu kembali masuk ke apartemen nya untuk mengambil kecap

"yah sama ternyata van"ucap zava sambil menyodorkan botol kecap yang sudah kosong

Revan tetap menerimanya dengan muka lesu dan membuka tutup botolnya untuk mengecek isinya

merasa kasihan melihat Revan yang sepertinya sudah lapar,zava pun jadi kepikiran dengan lebihan nasi goreng yang ia buat tadi.sebenarnya itu untuk sarapan zava besok pagi namun zava akan merelakannya

"eemm,gue tadi juga bikin nasi goreng tapi lebih,Lo mau gak"ucap zava sambil tersenyum

"ngga lah buat Lo aja"ucap Revan karna merasa tidak enak kepada zava

"gue udah ngambil tadi tapi masih sisa"ucap zava

"sstt,bentar dulu gue ambilin"ucap zava sambil meletakkan jari telunjuknya didepan bibir Revan yang ingin mengatakan sesuatu lagi namun terpotong oleh zava

zava pun kembali masuk dan menuju dapurnya untuk mengambilkan nasi goreng untuk Revan

walaupun mereka terbilang sangat dekat hubungan pertemanannya bahkan sudah mempercayai satu sama lain namun Revan dan zava tetap menjaga batasan dan menghindari hal hal yang tidak diinginkan.salah satunya zava yang tidak mengizinkan Revan untuk masuk ke apartemen nya jika didalam apartemen itu hanya ada zava,begitupun sebaliknya.

"nih nasi goreng"ucap zava sambil membawa dua piring nasi goreng

ia berniat ingin makan didepan pintu apartemen nya sambil menikmati hujan yang terlihat dari jendela besar yang ada dipojok apartemennya

kamar zava berada di nomor 3 dari ujung,ya bisa dibilang kamar zava ada dipojok dan kamar Revan yang tepat berseberangan dengan kamar zava

zava memberikan nasi gorengnya kepada revan.dan kakinya menarik kursi yang ada dibelakang pintu untuk ia duduki.revan yang melihat itu segera berlari kecil menuju apartemennya dan mengambil kursi untuk ia duduki didepan pintu apartemennya juga.

mereka pun menikmati nasi gorengnya bersama walaupun berjarak sekitar 1 meter namun kebersamaan itu terasa ingin terus merasakannya.

itu kali pertama Revan menyicipi masakan zava walau sudah hampir 2 tahun mereka berteman.mereka memang berteman dekat ketika diluar.namun saat diapart mereka seolah olah sibuk dengan urusannya sendiri sendiri.bahkan serasa rumah mereka berjauhan.

"enak zav,gak Lo kasih racun kan?"ucap Revan sambil mengunyah nasi goreng

"hehe gue semprot racun tikus dikit tadi"ucap zava yang langsung datar

"tetep gue makan kok"ucap Revan langsung menyuap satu sendok nasi goreng

"enak kan masakan chef zava ini"ucap zava

"enak"ucap Revan yang membuat zava tersenyum lebar

"tapi enakan masakan gue"ucap Revan yang langsung membuat senyum zava seketika luntur

"HAHAHAHA,enak kok pa enaakk banget"ucap Revan meredakan tawanya

"pa?"tanya zava menyerngit,siapa pa yang dimaksud

"zapa"ucap Revan

" 'V' van 'V',pake V"ucap zava dengan penekanan pada kata v

"ngga mau"ucap Revan yang kembali sibuk dengan nasi gorengnya

"ih ngga mau gimana orang nama gue pake v bukan p"ucap zava kesal lalu kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda karna kesal

"pake v?,yaudah Vava"ucap Revan

deg

ingatan zava langsung berputar.dia sangat merindukan nama panggilan itu.

*uhuk uhuk uhuk

zava tersedak nasi goreng karna kaget + shock dikit gak ngaruh wir.wkwk

Revan yang melihat itu langsung lari kedapurnya dan mengambil dua gelas minum untuk zava dan dirinya

Revan pun menghampiri zava dan memberi minum sambil mengelus pundak zava agar sedikit meredakan.

Revan terlihat sedikit panik karna itu juga karna ulahnya.

zava meminum air putih yang diberi Revan sampai batuknya mereda

"pelan pelan vavaa"ucap Revan

batuk zava yang sudah mereda pun kembali terbatuk batuk bahkan sampai sedikit mengeluarkan air diujung matanya

"eh kok batuk lagi"ucap Revan yang semakin panik karna batuknya semakin menjadi jadi

Revan pun menenangkan zava dengan cara terus mengelus pundaknya yang terbalut piyama panjang berwarna putih.bahkan air yang tadinya segelas full sekarang sudah tandas.

"huuuhhh"eluh zava saat berhasil bernafas dengan bebas

"pelan pelan vava"ucap Revan disertai kekehan

"iya RERE"ucap zava lalu melenggang masuk ke apartemennya membawa barang barangnya

*cklek

"rere?,kaya pernah denger.eh,kayanya pernah ada orang yang manggil gue itu sebelumnya.tapi siapa ya?"monolog revan

"bodo amat lah"

________________

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FRIENDZONE?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang