"Apa kau mau ikut aku dan Jihoon menonton?" Tanya Asahi setelah dosen pengampu mata kuliah mereka mengucapkan salam dan meninggalkan kelas. "Kita sudah lama tidak keluar bertiga. Kebetulan kita tidak ada kelas lagi setelah ini dan kelas Jihoon juga dibatalkan."
Jaehyuk yang sedang membereskan barang-barangnya menggeleng. "Aku tidak ikut dulu kali ini."
Jawaban Jaehyuk barusan membuat Asahi menghela napas. Kali ini katanya? Ini sudah ke sepuluh kalinya Jaehyuk menolak ajakan Asahi dalam bulan ini yang baru berjalan dua minggu. Belakangan Jaehyuk jarang sekali punya waktu untuk main. Padahal biasanya laki-laki itu akan dengan senang hati pergi kemanapun Asahi dan Jihoon mengajaknya karena belum ingin pulang ke rumah sehabis kelas. Sekarang rasanya dia seperti ingin cepat-cepat pulang. Atau pergi ke suatu tempat?
Ah, benar! Tingkah Jaehyuk memang agak mencurigakan.
Keduanya sudah berjalan keluar kelas dan Asahi masih saja mencoba mengajak Jaehyuk untuk ikut pergi bersamanya dan Jihoon. Tapi, Jaehyuk tentu saja menolak.
"Yoon Jaehyuk, kau benar-benar tidak sedang berkencan kan?" Pertanyaan itu akhirnya lolos dari mulut Asahi.
Sudah lama dia penasaran kemana Jaehyuk menuju setiap kali kelas mereka selesai. Seolah laki-laki itu sedang berkejaran dengan waktu. Dirinya yanh responsif dan selalu hadir dalam ruang obrolan grup mereka mendadak seperti tidak mempunyai ponsel. Asahi sebenarnya tidak ingin berasumsi, tapi Jaehyuk berubah.
Jaehyuk tak menanggapi pertanyaan Asahi.
"Aku pulang duluan. Mari pergi menonton lain kali. Hari ini aku ada urusan." Ujar Jaehyuk sambil berlalu. Tak peduli dengan Asahi yang mengomel panjang. Dia sudah berjalan cepat menuju mobilnya.
Jihoon yang baru datang kebingungan melihat Asahi yang mencak-mencak sendirian.
"Ada apa?" Tanyanya yang langsung mengambil alih atensi Asahi.
"Temanmu menyembunyikan sesuatu dari kita." Jawab laki-laki itu dengan nada menggerutu. Karena dia benar-benar kesal sekali.
"Jaehyuk?"
Dan Jihoon semakin membuatnya kesal. "Kau pikir siapa lagi temanmu selain aku dan Yoon si paling ada urusan Jaehyuk itu."
Asahi mengeloyor dari hadapan Jihoon yang menggaruk bagian belakang kepalanya kebingungan. Dia tau sudah salah berbicara. Wah, akan sulit sekali membujuk Asahi yang sedang merajuk seperti ini.
"Asahi! Tunggu!"
Tapi, paling tidak Jihoon harus mengejarnya terlebih dahulu, bukan?
—
"Maaf membuatmu lama menunggu. Tadi ada banyak pelanggan cucian mobil yang datang. Jadi aku harus tinggal sedikit lebih lama."
Sebuah kecupan mendarat di kening Jaehyuk begitu tubuh Jeongwoo masuk sempurna ke dalam mobil. Dia mengambil kursi di sisi kemudi. Laki-laki itu tersenyum senang. Dia selalu suka ketika Jeongwoo menyapanya dengan cara itu. Tapi, kecupan di kening tentu saja tidak cukup.
Maka Jaehyuk memajukan wajahnya ke sisi Jeongwoo. "Di sini." Dia menunjuk pada bibir merahnya. "Cium juga di sini."
Tingkah Jaehyuk itu mengundang tawa kekasih tampannya. Tangan Jeongwoo yang sudah akan memegang stir beralih menangkup wajah laki-laki itu. Ciuman-ciuman kecil didaratkannya di sana. Berkali-kali. Kemudian ditutup dengan kecupan lamat.
Jaehyuk menatap wajah Jeongwoo yang menjauh dari miliknya dengan puas. Selalu begitu. Laki-laki itu selalu menuruti kemauan Jaehyuk yang bagi sebagian orang mungkin terlihat manja dan merepotkan.

KAMU SEDANG MEMBACA
A Lucky Find | a Jeongjae fic
Fiksi PenggemarGlad it's you out of that fucking 8 billion people bxb fiction! not relate to face claim real life mature