Jay sudah pulang sekolah, ia menaruh tasnya ke sembarang arah, membuatkan sepatunya asal. Dia benar benar kecapean, karena ia masih sakit tetapi ia di suruh membantu anak OSIS lain mengangkat barang, huftt
Jay merebahkan dirinya di kasur king size nya sambil memainkan ponselnya, Jay mendengar ada yang mengetuk pintunya, ia berjalan ke arah pintu dan melihat mama nya
"Astaga Jay!! Tumben sekali kamu berantakan gini kamar nya, bersihin ga!? Habis kamu bersihin. Pake baju ini dan make up, langsung turun kebawah" mama Jay meninggalkan Jay, Jay yang masih terdiam tidak mengerti apa maksud ibundanya, tetapi ia segera melakukan apa yang ibunya katakan. Selesai beberes Jay langsung mandi, ia menghabiskan waktu cukup lama hingga akhirnya ia keluar dari kamar mandi, menggunakan handuk di pinggang.
Ia segera menggunakan pakaian yang ibunya berikan, memakai make up, dan parfum. Jay langsung turun ke bawah dan melihat ayah dan ibunya telah bersiap siap juga, sebenarnya mereka mau kemana, pikir jay tetapi ia tidak menanyakan kemana mereka akan pergi
Ternyata Jay di bawa ke sebuah restoran yang sepertinya sudah udah di sewa karena tidak ada satu pun orang kecuali tante" dan om" yang sepertinya umur tidak jauh beda dari orang tuanya, apakah ada urusan bisnis? Pikir jay, dan benar saja Jay duduk satu meja dengan orang itu
"Yaampun ibu hye, sudah lama tidak bertemu dimana calon menantu saya, Sunghoon"
Deg, jantung Jay berdebar kencang mendengar nama Sunghoon dan apa kata ibu nya? Calon menantu. Mungkin beda orang, pikir Jay
Tiba tiba ada lelaki gagah dan tampan, dia adalah kakak kelas Jay, Sunghoon yang tadi bersamanya di UKS, Sunghoon segera duduk di depan Jay dan tersenyum ramah pada keluarga Jay
"Jadi, Sunghoon dan jay, papa menjodohkan kalian. Ya, papa tahu ini tiba tiba, tetapi papa dan papa jay sudah merencanakan ini sejak kalian masih kecil" kata papa Sunghoon
"Maaf sebelumnya om, tetapi bukan kah kami terlalu dini untuk di nikahkan" tanya jay pada papa Sunghoon
"Tidak sayang, kalian sudah cukup umur. selama kalian kalo lagi nununa skibidipapap pake kondom itu its oke dan pernikahan kalian juga akan tertutup, mama hanya mengundang kerabat, teman kerja, dan beberapa teman" Kata mama Sunghoon [bisa bae mak nya Sunghoon, mana ada umur 18 tahun udah cukup umur buat nikah]
"Jadi kalian menerima ini kan? Mama mohon.. " Tanya mama jay
"Aku bersedia, dan jay pasti akan setuju juga. Iya kan jay? " kata Sunghoon
Jay sedikit shock saat Sunghoon menerima perjodohan itu. seperti terhipnotis, jay hanya mengangguk saja "y-yaa"
Semua orang di sana sangat senang kecuali Sunghoon dan jay, muka mereka sangat tertekan ges
Jay merasa tidak nyaman saat Sunghoon terus memperhatikan nya
─── ・ 。゚☆: *.☽ .* :☆゚. ───
Beberapa hari dari kejadian itu, Sunghoon dan jay tetap seperti biasa, tidak ada kata 'mesra' antara mereka.
Saat ini ada jamkos, seperti biasa duo sejoli itu sedang asik bergosip, siapa lagi kalau bukan sunoo dan jay
"Sumpah ya jay! Aku tuh suka banget sama kak Sunghoon, ya emang berandalan sih, tapi ganteng terus cool gitu coy! Kalo ketemu tuh ya, serasa pengen aku cipok sampe sariawan" kata sunoo
Jay menatap sunoo dengan ekspresi antara geli dan sedikit takut, ia takut sunoo akan marah padanya jika ia mengatakan bahwa mereka sudah di jodohkan, tetapi Jay memilih untuk tetap diam
"Woi Jay! Kamu dengerin aku ga sih!?" -sunoo
"Huh? Oh aku dengerin kok" -jay
"Emang aku ngomong apa coba?" -sunoo
"Kamu suka kak Sunghoon kan?" -jay
Aa~ kasian aa~ , itu lah notif pesan jay. Kaga ada aesthetic nya emang, ternyata yang mengirimi jay pesan adalah Sunghoon. HAH? SUNGHOON? ANJAYY, ADA APA NICH
Kak sunghoon🥶
- jay, lo lagi ada jamkos kan?
Iya kak, kenapa emangnya? -
- cepet ke rooftop, gue tunggu. Kalo belum dateng sampe jam 12.25 Gua gendong lo di depan semua orang. ___________________________________
Jay yang melihat pesan dari sunghoon sedikit terkejut, tetapi tanpa pikir panjang jay langsung ke rooftop, dari pada di gendong kan, malu! Tetapi sebelum pergi Jay permisi dulu ke sunoo
"Sunoo, aku pergi dulu ya? Sebentar doang" -jay
"Mau kemana sih jay? Aku ikut dong.. " -sunoo
"Maaf banget tapi kamu ga bisa ikut, nanti aku jelasin oke? " -jay
Setelah izin ke sunoo Jay bergegas ke rooftop dan melihat ada Sunghoon yang tengah merokok
"Ini lingkungan sekolah, dan bukannya kakak ada pelajaran!? " jiwa jiwa waketos kembali ges "Kakak tuh gimana sih!? Kakak itu ketos lho! "
"Berisik, gue nyuruh lu dateng ke sini bukan buat ngoceh"
"Emangnya kakak nyuruh aku kesini buat ngapain coba? Aku tuh lagi sama sunoo, ga enak tau ninggalin pas dia lagi cerita ke aku! "
Tiba tiba Sunghoon mencium bibir jay [cuma nempel kok, tenang tenang]. Jay hanya bisa terdiam tetapi setelah beberapa detik ia langsung mendorong jauh Sunghoon
"Kakak gila, hah!? " mau mewek rasanya si Jay, karena bibirnya yang suci telah di cium "aaa!! Mama, bibir jay udah ga suci lagi"
Sunghoon yang melihat itu hanya menyeringai, Sunghoon gemas sediri dengan jay
"Gue nyuruh lu kesini juga emang buat nyium gue" -Sunghoon
"Aku gamau ya kak! Kita tuh belum sah! " -jay
"Peduli apa gue? " -Sunghoon
"Ck, terserah lah head hard banget" -jay
"Apa? Head hard? Stubborn, sayang" -Sunghoon
"Pokoknya itu lah! Pokoknya aku gamau di cium lagi, terus jangan panggil aku 'sayang'! Ngerti? " -jay
"Gausah sok sama gue, inget posisi lo bawah dan gue atas. Lo uke dan gue same" kata Sunghoon dengan nada dingin
Sebelum pergi Sunghoon mengecup bibir mungil dan pink milik jay lagi
"Argh, park Sunghoon sialan!! "
Sunghoon tidak memperdulikan kata kata calon istri nya [ea calon istri, kiww kiww]
Tiba tiba jay terpikir sunoo, apa yang harus ia katakan pada sunoo? Apakah dia harus berbohong? Atau mengatakan yang sebenarnya? Entahlah, jay sangat bimbang saat ini.
─── ・ 。゚☆: *.☽ .* :☆゚. ───
Udah lah ya guys, segitu dulu. Kehabisan ide
Btw gaada yang mau req gitu kedepannya bakal kayak gimana, soalnya otak author cuma 2 gb😁
Yaudah byee guyss!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.