apa jadinya jika james dipaksa untuk menikah dengan seorang mafia kejam, dingin, dan hanya mementingkan dirinya sendiri?
•
•
•
jangan salah lapak
homophobic mending ngejauh deh‼
17+
James merasakan sakit dibagian bawah nya, James menoleh kesamping tapi net tidak berada disampingnya
Dengan susah payah James mendudukkan dirinya di ranjang, untung hari ini hari minggu, jadi ia tidak harus berangkat ke sekolah
Drttt drttt
Dering ponsel net berbunyi, menampilkan nama 'janhaeku', James mengerutkan keningnya, siapa pikirnya
James mengangkat telpon itu, "Sayanggg kenapa kau lama sekali, Aku sudah menunggumu setengah jam" Ujar wanita dari sebrang sana
James mematung mendengar ucapan dari wanita itu 'sayang?' siapa dia? pikir james
"Ihhh sayang~ kenapa kau tak menjawab ku? Aku akan marah jika kau sudah sampai nanti" Ujar wanita itu lalu memutuskan panggilan itu sepihak
James meletakkan ponsel net ketempat semula, james terdiam tak berkutik sama sekali, "Apakah aku sedang dipermainkan oleh mu net?" Batin james
Ceklek Net baru keluar dari kamar mandi, ia melihat james yang sudah duduk tepi ranjang
"Apa bagian bawahmu tidak sakit? Hahaha" Tanya net heran, bukankah permainan tadi malam sangat kasar?
James diam, james tak menjawab pertanyaan net, net mengerutkan alisnya, ia bingung kenapa James tak menjawab nya, biasanya James akan mengoceh sepanjang hari
"Heyy kau kenapa hmm?" Tanya net mendekat ke arah james, tapi james memundurkan dirinya agar menjauh dari net, "Kau kenapa james, aku minta maaf jika perlakuan terlalu kasar kepada mu" Sesal net
James menatap net dengan mata yang berkaca-kaca, net mengernyitkan dahinya bingung, kenapa james menangis?
"Heyy kau kenapa? Masih sakit hmm? Aku akan mengambilkan salep untukmu, tunggu sebentar" Net membalikkan tubuhnya ingin melangkahkan kakinya keluar dari kamar
"Siapa janhae?" Tanya James dengan air mata yang sudah tergelincir ke pipinya, Net terdiam, net tak tau ingin menjawab apa
"Katakan padaku, siapa janhae?" Tanya James yang kini menatap punggung net, net menghela nafas nya lalu membalikkan tubuhnya, lalu menatap binar mata mata James yg menampilkan kesedihan didalam nya
"Janhae kekasihku, James." Ujar net menundukkan kepalanya, ia tak ingin menatap mata James
"Hahaha jadi kau menjadikan ku sebagai pemuas mu disaat dia tak ada? Kau jadikan aku penghibur mu net?" Ujar james wajah yang memerah, mata berair yang memancarkan kesedihan
Net membisu, "Untuk apa kau lakukan semua ini jika kau sudah memiliki kekasih? Kau merenggut semuanya dariku net" James melangkahkan kakinya menjauh dari net, tapi dengan cepat net langsung menggenggam tangan james
James menepis tangan net, tapi net malah memegang bahu james lalu membalikkan tubuh james agar menoleh kearah nya
Net menatap mata james yang memerah, serta isakan kecil yang keluar dari bibirnya, "Kau harus pergi net, kekasih cantikmu sedang menunggumu, kalau kau terlambat ia akan marah kepada mu" Ujar james lirih menampilkan senyum miris nya
"Maafkan aku james" Ujar net lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar nya
James terjatuh ke lantai, james menangis sejadi-jadinya, ia memeluk lututnya lalu terisak dengan tangisannya
"Mengapa harus aku Tuhan? Kenapa harus aku?... Aku harus kemana?" Pedih, itulah yang dirasakan oleh James sekarang
~~~~
Net melajukan mobilnya dengan sangat cepat, net sekarang menuju apartemen milik kekasihnya itu
Perasaan net campur aduk, ia ingin sekali memeluk tubuh rapuh milik james tapi ia tak bisa, ia bingung
Net memarkirkan mobilnya, ia mengacak rambutnya frustasi, mengapa janhae harus menghubungi nya?
Janhae membuka pintu mobil milik net, lalu mendudukkan dirinya di kursi depan disamping net, "aku sangat marah padamu" Ujar janhae mengerucutkan bibirnya lalu memalingkan wajahnya keluar jendela
Tapi net tak bergeming sama sekali, janhae merasa dirinya sedang diacuhkan, tak biasanya net seperti ini
"Sayang kau kenapa? Apa kau ada masalah?" Tanya janhae, net hanya diam
Janhae memegang pipi net, tapi langsung ditepis kasar oleh net, janhae terkejut dengan perlakuan net, tak biasanya net berlaku kasar kepadanya
"Kenapa kau menghubungi ku sialan?" Ujar net dengan tatapan tajam yang ia layangkan kearah janhae
Janhae bingung kenapa net memarahinya perihal menghubungi nya?
"Kau terlambat menjemputku, itu sebabnya aku menghubungimu, tapi ketika aku menghubungi mu kau hanya diam," Jawab janhae dengan mata yang menatap wajah net
Net menatap wajah janhae dengan tatapan sendu, lalu memeluk janhae dengan erat, "Maafkan aku" Ujar net yang menangis dipelukan janhae
Janhae melepaskan pelukannya lalu menangkup pipi net, "Kenapa kau seperti ini net? Apa ada yg salah?" Tanya janhae
"Aku mencintai seseorang selain kau, maafkan aku" Ujar net
Bagaikan disambar petir, hati janhae hancur berkeping-keping, kekasih yang selama ini ia cintai malah mencintai seseorang selain dirinya
Janhae tersenyum miris, "Aku menyesal meninggalkan mu sendirian disini net, andai aku tak pergi pasti kau tidak akan mencintai dia kan? Aku disana mati-matian mencari ilmu,menahan kerinduan ku terhadap mu, tak sedikitpun ada niatku untuk menduakan mu, tapi disini kau malah sudah mencintai seseorang" Ujar janhae dengan tatapan kosong
Net mematung, ia tak tau apa yang harus ia lakukan sekarang, janhae keluar dari mobil net dengan tangisan yang memilukan
"Maafkan aku"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Janhae 21 tahun Kekasih sekaligus tunangan dari net Perjodohan