Kini setelah melewati hal hal yang membuat hari sintiya bad mood karena bel pulang sekolah telah berbunyi.
Kini sinta berjalan pulang bersama sinta menuju parkiran
"Tan ikut yok ke bandra jemput temen gue saat gue sekolah di sana Dulu!" Ucap sinta
"Ayok gue juga gabut di rumah nggak ngapa-ngapain" ucap tani
"Lo bawah mobil?" Tanya sinta soalnya biasanya tania membawa mobil
"Nggak tadi gue naik bus" ucapnya
"Yaudah kalo' gitu nebeng gue ke bandara" utus sinta
"Oke" ucapnya dengan di acungi jempol
Sintiya dan tania segera pulang karena ingin menjemput temannya dari luar negeri di bandara tetapi saat sinta ingin memakai helm motornya tiba tiba handphonenya berbunyi
"Ck menggangu aja" kesal sinta pasalnya memang hari ini dia tidak mood
Vania
"Oy gue udah sampek nih lo di mana?" Ucap sebrang sana
"Sabar gue baru juga mau pulang" ucap sinta
"Yaudah buruan ya, langsung ke sini aja jangan pulang dulu oke" ucap sebrang sana
"Iye bacot lu"
"Otw"
"Oke"
Tut
Panggilan pun di tutup sint bergegas pergi menuju bandara untuk menjemput vania dan jisa
"Kenapa san?" Tanya tania
"Temen gue udah sampai" jawab sinta
Tania pun menaiki motor sinta lalu sinta pun bergegas melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata
Sampai semua pengendara lainnya menyumpah serapah sinta begitu pula dengan tania yang berteriak kencang sambil memeluk sinta.
"Gadis nakal" gumam marsel yang di dahului oleh gadis yang ia cap sebagai gadisnya.
>.<
Tak butuh watu lama sinta sampai di bandara. Saat ia turun dari motornya lalu menaruh helmnya sinta kaget melihat tania seperti orang gila.
Bagaimana tidak di bilang orang gila, rambut yang acak acakan mukak ketakutan, nafas yang tidak beraturan
"Hahaha kok lo kospley orang gila si tan" tawa sinta sambil memegangi perutnya sakit karena tertawa
"Lo sih tadi ngebut banget kayak kebelet berak" ucap tania cemberut
"Hahaha ya sorry sekarang lo rapikan deh rambut lo hahaha" ucap sinta dengan tertawa tawa
Tania pun merapikan rambutnya dengan menyisirnya. Untung saja tania selalu membawa sisir ke sekolah.
Setelah merapikannya sinta dan tania pun bergegas menjemput temannya. saat di tengah kerumunan tiba tiba sinta melihat temannya akhirnya ia melambaikan tangannya dan berlari menuju temannya
Begitu pula dengan sinta berlari mengikuti sinta. Sedang kan sebrang sana ada dua seorang gadis yang berlari menuju sinta dan tania
"Sinta!!, apa kabar ? Tanya vania
"Baik, kalian gimana?" Tanya sinta
"Baik juga" jawab vani dan juga jisa bersama
"Loh tania huwaa gue ketemu lo lagi lo tambah cantik aja" ucap vania kegirangan
"Iya gue juga nggak nyangka ketemu lo lagi gue kangen" ucap tani sambil berpelukan bersama Vania
"Yaudah yok" ajak sinta pada temannya
Mereka pun berjalan pulang menuju rumah vania yang dulu, tapi rumahnya masih terawat dan terjaga karena masih ada tantenya vania dan juga bibi kusnan pembantu rumah tangga
Vania dan juga jisa menaiki taksi sedang kan sinta dan tania menaiki motor yang mengikuti mobil taksi itu dari belakang.
>.<
Tak lama perjalanan sinta, tania, vania dan juga jisa telah sampai di rumah lama vania merekapun masuk kedalam dan di sambut baik oleh tantenya vania.
Selama di Indonesia jisa tinggal bersama dengan vania karena memang vania bukan orang asli Indonesia.
Kini sinta, tania, vania dan jisa duduk di ruang tamu sedang kan tante dewi tantenya vania sedang membuat minuman.
"Eh tan lo kok bisa deket sama sinta?" Tanya vania
"Ya kenal lah goblok kan dia sekelas sama sinta" bukannya tania yang menjawab tapi yang menjawab mala jisa sambil menyentil dahi vania
"Gue nggak nanya lo ya, gue tu nanya tania" ucap vania
"Sama aja kok, ya nggak?" Tanya jisa melirik tania
Tania memang anaknya mudah bergaul dengan teman dari temannya. Tapi di bermulut pedas jika sudah di caci maki olehnya maka kata kata itu akan mudah menusuk hati.
"Bener kok kata jisa tadi" jawab tania dengan adanya.
"Tuh kan" jawab jisa menyombongkan diri
"Iya in deh si paling tau" ucap vania mengalah
"Van lo kok bisa sama jisa pindah ke sini?" Tanya sinta
"Gimana nggak bisa dia yang maksa gue" ucap jisa sambil melirik ke arah vania
"Hehehe habisnya gue takut kalo sendirian di indo meski ada lo" ucap vania sambil cengengesan.
"Bagus dong gue, bisa balas dendam dengan bantuan kalian" ucap sinta
"Balas dendam ama?" Tanya jisa
"Sintiya" jawab sinta
"Wah ini mah dari dulu gue nanti nanti gue benci sama tu anak" jawab jisa
"Sama gue juga, dia tuh kek semena mena gitu" lanjut vania
"Gue juga, nggak suka dia, karna udah bully gue, masa iya gue di suru menjauhi Abang kandung gue kan aneh" cerocos tania
"Hahah, keknya dia merasa kala saing ama lo, karena kan lo di manja tuh sama abang li" ucap vania sambil tertawa
"Kok nyebelin ya sintiya kek mak lampir, tapi nggak papa besok kita kan sekolah bareng" ucap jisa
"Ho o" jawab sinta
"Eh kalian ngobrol apa? Kelihatannya seru" ucap Tante dewi sambil menaruh minuman es teh di meja
"Bahas besok sekolah tante" jawab vania
"Oh tante kira kalian bahas apa an, yaudah kalian lanjut ngobrol tante tinggal dulu mau arisan" ucap tante Dewi
"Iya tan" jawab vania.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jiwaku Tapi Bukan Ragaku
Romance⭐⭐⭐ Kania Sintandri gadis barbar yang meninggal karena kecelakaan namun bukannya ke surga atau neraka dia justru bertransmigrasi ke dalam novel yang membuat ia kesal dan menjadi figura yang berjudul Tania yang menceritakan tentang seorang cewek ya...
