#4 kantin

881 28 2
                                        

Saat Tania hendak membawa makanan dan minuman menuju mejanya tiba-tiba sintiya menabrak Tania yang membuat minuman dan makanan tersebut jatuh ke seragam Tania.

"Lo apa-apaan sih kalau jalan tuh pakai mata!!" Amara sintiya sambil mendorong tubuh Tania sampai terjatuh.

Sebenarnya semua siswa yang berada di kantin tahu kalau yang menabrak terlebih dahulu itu sintiya siswa yang berada di sana tidak mau ikut karena mereka tidak mau ikut di-bully oleh sintiya hal itu pun jelas dilihat oleh Sinta.

Sinta pun berjalan menuju sintiya dan Tania saat sampai di depan mereka Sinta menatap sintiya dengan tatapan tajam. Buat seisi kantin seketika senyap.

"Bukannya jalan itu pakai kaki?" Ucap Sinta sengaja membuat Sintiya kesal

"Lo ngapain ikut-ikut mau gue bully juga?" Ucap sintiya dengan angkuhnya

"Terserah gue dong mau gue ikut urusan kalian atau tidak, dan gue juga nggak takut sama lo yang lo maksud ngebully gini kan?" Ucap Sinta lalu mengambil segelas minuman alpukat di meja terdekat lalu menyiramkannya ke wajah sintiya

Hal itu membuat kesal Sintiya dan dan sekarang wajahnya dipenuhi dengan es alpukat

"Oh atau mau lebih?" Ucap Sinta dilanjut menampar pipi kiri sintiya dengan keras sampai sintiya menoleh ke kanan.

kantin menjadi hening dan tak lama sintiya pun berlari pergi dari kantin dengan kesal sekaligus malu.

Sinta memberikan tangannya ke arah tania agar ia segerah berdiri. Tania pun menerima jabatan tangan sinta lalu berdiri.

"Terimakasih kamu udah bantuin aku" ucap tania sambil tersenyum

"Yaudah yok ke kamar mandi bersihin baju lo" ucap sinta mengajak tania

Mereka pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan pakaian tania

Setelah mereka memberikannya sinta memberikan hoodie nya untuk di pakai oleh tania

"Nih pakai hoodie gue" suruh sinta

"Thanks" ucap tania

"Hemm, yok kelas" ucap sinta

Mereka pun bergegas pergi ke dalam kelas karena sebentar lagi bel untuk pembelajaran dimulai segera berbunyi.

Tak lama mereka sampai tiba-tiba guru pun datang setelah itu menjelaskan hal yang akan dijelaskan kepada muridnya.

"Anda jangan lupa dengan misi anda!!"

"Iya iya santai aja gue ingat kok" ucap Sinta menjawab dalam hati perintah sistemnya

"Baik tuan"

Karena Sinta bosan mendengarkan penjelasan guru akhirnya ia putuskan untuk tidur di kelas.

Saat ia nyenyak tidur tiba-tiba ada seorang guru yang menghampiri mejanya lalu menggebrak meja sinta

BRAK

"SINTA BANGUN!! KAMU ITU YA BARU HARI PERTAMA MASUK UDAH TIDUR SAJA DI KELAS SAYA!!" ucap guru tersebut dengan amara menggebu gebu

Hal tersebut membuat sinta kaget dan terbangun dari tidurnya.

"Eh ibu maaf Bu habisnya saya mengantuk" jawab Sinta dengan santainya lalu melanjutkan tidurnya.

"SINTA BANGUN KAMU!! SEKARANG JELASKAN APA YANG SAYA JELASKAN TADI DI DEPAN SEKARANG!!" Amarah guru itu

"Iya ya Bu" ucap Sinta lalu berjalan menuju depan dan menjelaskan apa yang dijelaskan oleh guru tersebut dengan lancar tanpa kesalahan sedikitpun yang membuat seisi kelas pun tercengang dengan apa yang dijelaskan oleh Sinta

"Pinter juga kamu ya Sinta" ucap guru tersebut dengan amarah yang sudah mereda

"Iya iya dong Bu siapa dulu Sinta gitu loh" ucap Sinta dengan pedenya.

"Ya udah sekarang kamu boleh duduk lain kali saat pembelajaran dimulai kamu tidak boleh tidur oke!!"

"Iya bu tapi saya tidak berjanji" ucap sinta

Hal itu membuat guru tersebut ingin memarahinya lagi tapi hal itu dihentikan dengan perkataan sinta

"Bercanda Bu bercanda jangan selalu emosi nanti lekas tua" ucap Sinta dengan mengejek

"Terserah kamu ibu sudah capek" ucap guru tersebut dengan frustasi sambil menggosok tangannya di dada.

Semua siswa dan siswi yang berada di sana pun tertawa terbahak-bahak akan kelakuan sinta

Sedangkan seorang cowok yang duduk berada di pojok hanya tersenyum tipis sampai tidak terlihat kalau dia tersenyum
"Cantik" ucapnya

Tak lama setelah pembelajaran akhirnya beristirahat ke-2 pun berbunyi

kring

Namun sinta tidak pergi ke kantin ia malah menghabiskan waktu istirahatnya dengan tidur di kelas karena ia capek dan merasa mengantuk.

Sedangkan Tania Hanya duduk terdiam di sebelah Sinta sambil memainkan handphonenya yang entah apa yang iya mainkan sekarang.

>⁠.⁠<

sekarang sinta tengah di perjalanan menuju rumahnya karena memang sudah waktunya pulang sekolah

Namun saat diperkenalkan jalanan Sinta melihat ada seorang yang tengah berkelahi mengeroyok satu orang yang telah lelah karena lawannya yang begitu banyak sedangkan dirinya sedang sendiri.

Hal itu pun membuat sinta menghentikan perjalanannya karena sinta penasaran akhirnya ia memutuskan untuk menonton perkelahian tersebut.

Karena sinta merasa kasihan akhirnya Sinta pun memilih untuk membantu perlahan tersebut

Bung

Bung

Tak

Dung

Bung

Sinta memukuli seorang cowok dengan jumlah lima anak. Karena sinta ahli dalam berkelahi akhirnya mereka pun bisa dikalahkan.

"Cabut" ucap salah satu cowok yang sepertinya itu bos mereka.

"Lo nggak papa?" Tanya seorang cowok tersebut kepada Sinta.

"Seharusnya gue tanya sama lo, lo nggak apa-apa?" Jawab sinta beserta pertanyaan kepada lelaki tersebut

"Gue nggak papa" Jawa cowok tersebut

"Oh ya udah kalau gitu gue cabut dulu" ucap Sinta. akhirnya Sinta pun pergi dari sana menuju jalan kandika sari 04 untuk menjalankan misinya

>⁠.⁠<

Tak lama kemudian sinta pun sampai berada di jalan kandika Sari 04 dan ia sudah melihat ibu-ibu yang menyeberang jalanan.

Segera sinta menolong ibu hamil tersebut untuk menyebrang jalan tersebut

"Terima kasih neng" ucap ibu-ibu hamil tersebut

"Iya bu sama-sama hati-hati di jalan ya Bu" ucap Sinta dengan ramah.

"Iya" jawab ibu tersebut

"Selamat tuan misi anda telah berhasil hadia anda berupa menjadi pemilik sekolah sma bintang terang dan juga poin belanja anda sudah saya atur, untuk mengecek silakan katakan status"

"Status"

Nama : kantia Sinta Kartika
Umur : 18 th
Peran. : figura
Kelamin. : Perempuan
Kecantikan : 90%
Kecerdasan : 80%
Kelicikan. : 90%
Daya tarik. : 80%
Kemampuan: karate, balap, menyanyi,memanah ataupun memakai pistol dan menari
Bisnis : pemilik sekolah sma bintang terang

Poin : tidak terbatas
Poin pembelian : 120 poin

"Ucapkan selesai untuk menutup!"

"Selesai"

"Wah makasih banyak, sayang deh sama lo" ucap sinta dalam hati sambil melajukan motornya menuju rumahnya.

"Sama sama tuan"

Sinta tak menanggapi bakan lagi ia lebih fokus dengan menyetir motornya.







Jiwaku Tapi Bukan Ragaku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang