"dengan berat hati, kami menurunkan jabatanmu Lisa-ssi..kau lalai dalam bertugas, aku sudah mengajukan banding untuk mendapatkan hasil ini. seharusnya kau di pecat oleh petinggi, tapi aku tidak rela melepas Pilot terbaik yang dimiliki Korean Air..selain turun jabatan, kau juga mendapat denda dan skors. 4,3jt won harus kau bayarkan dan 2 bulan skors tanpa jadwal apapun yang melibatkan penerbangan" jelas Kepala Divisi.
"mianhe Sajangnim, kemarin saya benar-benar khawatir dengan istri dan anakku..kami menanti kehamilan ini selama 5 tahun untuk mendapatkannya, aku terlalu panik Sajangnim, maaf jika saya tidak profesional dalam bekerja, saya salah dan menerima segala resikonya" balas Lisa.
Sajangnim menghela nafas segala upaya menyelamatkan Lisa sudah dia lakukan, tapi para petinggi memiliki aturan. "selain kesalahanmu, pengaruh Ayahmu juga menjadi pertimbangan kami Lisa..kemarin Ayahmu kembali dibahas, tapi saya meyakinkan mereka jika kau bukan Do-Ha. kau sudah tahu konsekuensinya jika lalai dalam bertugas kan. maaf saya hanya bisa membantu seperti ini saja, saat kau masuk nanti setelah selesai masa skors, kau mulai dari awal..menjadi seorang Co-Pilot" ungkap Sajangnim.
deg
"silahkan tanda tangani di surat ini, bawa kembali surat salinannya saat kau masuk 2 bulan ke depan..sebelum menjadi Co-Pilot juga kau harus melalui tes uji siap terbang..anggap saja seperti awal kau masuk dunia penerbangan" lanjutnya.
Lisa mengangguk dan segera menandatangani surat itu, Sajangnim memberikan salinan pada Lisa dan surat aslinya di simpan di maskapai. "Sajangnim, terima kasih atas semua bantuannya. maaf sekali lagi, saya pamit Sajangnim" ucap Lisa.
Lisa keluar dari ruangan, berjalan dengan lemah keluar menuju Ahjussi yang menunggu di parkiran Lobby. "bro" panggil Seulgi yang baru saja turun dari mobil jemputan.
"kau akan flight kemana hari ini?" tanya Lisa. Kini keduanya berdiri berhadapan. "hanya domestik, nanti malam juga sudah pulang..hari ini aku flight 2 kali huh cukup padat" jawab Seulgi
"kau dari ruangan Sajangnim?" tanya Seulgi.
Lisa menghela nafas lemah, "ya seperti yang tahu, aku lalai dalam bertugas artinya aku mendapat teguran dan hukuman..hah aku belum siap bercerita pada Jennie mengenai ini. dia pasti akan sangat merasa bersalah"
"baik buruknya lebih baik kau bercerita, daripada Jennie tahu dari orang lain..itu akan menambah masalah untukmu, aku juga harus menghadap Sajangnim sekarang makanya aku kesini dulu"
"hem aku akan cari waktu untuk berbicara dengannya..hari ini Lian dan Jennie akan pulang, nanti datanglah ke rumah kami, Irene juga pasti akan datang ke rumah" ajak Lisa. Seulgi tersenyum hingga matanya tak terlihat, "tentu, nanti aku pulang ke rumahmu saja..menginap disana juga aku terima..aku senang karena bisa menghemat uang makan malam hahahaha" canda Seulgi.
"ck kau ini Ugi, padahal kau lebih kaya tapi lagamu seperti pengemis" ledek Lisa. "sudah, aku mau kembali ke Rumah Sakit..sate flight Ugi"
"nde, terima kasih..kau juga hati-hati dijalan" balas Seulgi.
Lisa meninggalkan Seulgi disana, berjalan dengan terus menatap logo dari amplop cokelat yang berisi surat hukumannya. "langsung ke Rumah Sakit saja Ahjussi" perintah Lisa. "nde Tuan" balas Ahjussi.
•••••••
"Lian sudah diseka, huuummm wanginya cucu tampan Granma" puji Pharita. Do-Ha melihat itu hanya meringis, hatinya sakit. Dia mengingat kala dirinya dan Pharita merawat Lisa bersamaan dulu. Jennie melihat bagaimana perubahan wajah mertuanya itu. "Dad, mau sarapan apa? biar Jennie bilang pada Lisa untuk membelikan sebelum sampai Rumah Sakit" tanya Jennie.
Do-Ha yang tadinya duduk di sofa pun berdiri menghampiri Jennie. "tidak perlu Jen, nanti Daddy sarapan diluar saja..lagipula Daddy harus segera ke kantor polisi" jawab Do-Ha. "mianhe, Daddy selalu jahat padamu..bahagia selalu, titip anak Daddy dan cucu Daddy" kata Do-Ha dengan memegang tangan Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Wedding Story
RomanceIn marriage, it's not about finding someone you can live with. It's about finding someone you can't live without. Lika-Liku perjalanan pernikahan Lalisa Manoban seorang Kapten Pilot Korean Air dan Jennie Kim seorang Dokter Anak di Asan Medical Cente...
