11

1.3K 44 91
                                        

Di pagi hari ini, TTM sedang menyiapkan makanan untuk sarapan. "MOMMY ADA KECOAKKK!!!" Teriak Thorn. "HAH, MANA-"

Ternyata, kecoa tersebut sudah berada di dekat kaki Taufan. "ANJINGG!!!" Umpat Taufan sambil melompat. "ASTAGA-" Solar yang panik dengan adanya kericuhan di dapur pun segera berlari kesana. "ADA AP-,

-a...?" ya, ucapan Solar terpotong karena dia yang sangat panik tapi setelah melihat masalah utamanya hanyalah sebuah kecoa yang kecil nan mungil, dia langsung keheranan. 'Sial, gitu doang..' batin Solar heran dengan sang submisif dan kakak iparnya.

Blaze yang sedari tadi hanya menyimak pun menggelengkan kepalanya pelan. "Ada apa ribut-ribut?" Tanya Halilintar. "Kecoa doang kak." bukannya salah satu uke yang menjawab, malah Solar yang menjawab. "Haih.. yang ngomong kasar tadi siapa?" tanya Halilintar lagi.

"Gatau." balas Solar. "Mommy yang ngomong kasar." ucap Blaze. "Mommy?-" Halilintar maupun Solar tak tau siapa yang di maksud dengan panggilan mommy. "Kak Upan kami panggil dengan sebutan itu." jelas Blaze. Halilintar dan Solar hanya ber-oh-ria.

"Oh iya, sarapan udah siap!" seru Thorn. "Mana Ice?" tanya Blaze. "Di kamarnya," jawab Halilintar. Blaze pun pergi ke kamar Ice. "Yaudah sisanya duduk dulu." ucap Taufan. "Hari ini sarapannya apa, by?" tanya Halilintar. "Omelette." jawab Taufan.

2 menit kemudian..

Ice dan Blaze pun kembali. "Nah, balik juga akhirnya." ucap Solar. "Emang napa? Masalah?" celetuk Blaze. "Bisa damai sehari aja ga kalian?" tanya Taufan lelah. "Sabar mom," ucap Thorn. Taufan menghela nafas panjang, demi apapun, ia lelah dengan semua keributan ini.

Skip selesai sarapan..

"Aku mau pergi ke taman kota, ada yang mau ikut?" tanya Taufan. "Aku," balas Halilintar dan Thorn. "Blaze gamau?" tanya Taufan. "Ga dulu deh mom, nanti malam ada misi.. mau simpan tenaga." jawab Blaze. "Ah... Okay." balas Taufan.

"Ih gue juga ikut, takut my honey bunny sweetie pie jadi nyamuk." ucap Solar. "Hehehe, sunshine bisa ajaa!" balas Thorn. "Yaudahlah, ayo." ajak Taufan. "Jalan?" tanya Solar. "Ga, terbang." celetuk Taufan. Halilintar menghela nafas panjang, ia tau istrinya sedang badmood.

"Ada apa, hm?" tanya Halilintar. "Gapapa." jawab Taufan. "Mommy kenapaa??" tanya Thorn. "Aku gapapa kok," jawab Taufan. "Yaudahlah, ayo jalan." tambahnya. "Oh ya Blaze, Ice.. Jaga diri yaa." ucap Taufan sambil tersenyum tipis. "Siap mom!" balas Blaze, sedangkan Ice hanya mengangguk.

Skip malamnya..

"Kami pulang!" seru Thorn lalu berlalu ke sofa dan melompat. "Thorniee! Jangan berlari!" ucap Solar. "Eh, mana Blaze?" tanya Taufan. "Dia bilang ingin keluar." jawab Ice. "Oh..",

'Kok firasat ku ga enak ya??' batin Taufan.

"Kenapa by?" tanya Halilintar. "A-Ah.. Gapapa." jawab Taufan pelan.

Di sisi Blaze..

"SIALAN!!" Blaze menyerang musuhnya habis-habisan, tetapi tiba-tiba..

DOR!
DOR!

Ya, itu adalah suara tembakan. Blaze tertembak 2 kali. Yang pertama di dada sebelah kiri, dan yang kedua di.. tunggu- DI PERUT?!

"D-Dasar.." Blaze mulai kehabisan darah. "Ohh~ lihatlah~ mafia terkuat ketiga kalah~~" ucap sang lawan. "D-diam- uhuk!" balas Blaze, ia batuk darah juga di saat yang bersamaan. "Sudahlah, kau hanya membuang waktu ku, pengecut.." ucap lawannya.

Ia pun pergi, menyisakan Blaze seorang. Omega itu menelpon sang suami. "A-angkatlah- uhuk! I-Icy.." gumam Blaze.

Tidak di angkat.

SolThorn [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang