3. Pertemuan sang perunggu

0 0 0
                                    

Hai Hai hai.......

Apa kabar kalian??

Maaf yah guys baru update lagiiii..... Masih fokus sekolah hehehe...

Ada yang kangen ngak nih?

Bikin sad ending atau happy ending?

Tim yang sad ending komen di siniiii

Tim yang happy ending komen di sini

Selamat membaca guyssssss

" Lo ngapain ke sini? ". Tanya Lin yang melihat kedatangan Valent membawa sekeranjang buah yang di letakkan di atas nakas.

" Ngak ngapa ngapain, salah emangnya? ". Tatapan datar yang membuat jantung Celine berdebar tak karuan dan tanpa sadar menatap kagum ke arah Valent. " Ngak usah lihat gue sampai segitunya juga, ntar naksir". Ucapan Valent sontak membuyarkan pandangan Celine yang sejak tadi menatapnya intens.

"Dih, apaan sih lo. Mending lo pulang, ngapain kesini, udah mau sore juga. Ntar lo di cariin". Ujar Celine mengelak dengan pernyataan Valent.

" Ngak ada". Respon Valent sambil mengotak atik handphonenya yang berlogo apel bekas gigitan.

Hening terjadi di ruangan itu, tak ada suara bahkan yang ada hanya suara musik dari handphone milik Celine.
"No one can rewrite the stars
How can you say you'll be mine?
Everything keeps us apart
And I'm not the one you were meant to find
It's not up to you, it's not up to me, yeah
When everyone tells us what we can be
And how can we rewrite the stars?
Say that the world can be ours, tonight
All I want is to fly with you
All I want is to fall with you
So just give me all of you
It feels impossible (It's not impossible)
Is it impossible?
Say that it's possible
And how do we rewrite the stars?
Say you were made to be mine
And nothing can keep us apart
'Cause you are the one I was meant to find
It's up to you, and it's up to me
No one could say what we get to be
And why don't we rewrite the stars?
Changing the world to be ours
You know I want you
It's not a secret I try to hide
But I can't have you
We're bound to break and my hands are tied".
Lirik itu dinyanyikan oleh Valent seraya mengikuti tempo di musik. Suara Valent yang begitu keras membuat sang pemilik handphone terbangun.

"Maaf, suara gue kekencengan sampai bikin lo bangun". Ujar Valent sembari bergegas ke arah samping brankar tempat Celine terbaring.

" Suara lo bagus, gue ngak nyangka". Ucapan Celine mampu membuat senyum terbit di wajah Valent. Walaupun tipis tapi Celine bisa melihat senyum itu.

"Kapan lo keluar? ". Tanya Valent basa basi.

" Besok katanya, kalau fisik gue udah stabil. Jadi besok lo ngak usah datang ke sini lagi". Ucapan Celine mampu membuat dirinya kaget. Bagaimana tidak, orang yang menjadi alasannya lebih semangat sekarang adalah kehadiran Celine dalam hidupnya.

"Pulang jam berapa?". Tanya Valent.

" Jam 3 sore". Jawab Celine seadanya.

"Besok gue jemput ngak usah pulang sebelum gue datang, Ngak ada penolakan. Lo nolak berarti lo jadi pacar gue". Seakan tak ingin di bantah Valent malah menekankan kata pada kalimat terakhirnya yang membuat Celine tak menggubris dan masih syok dengan ucapan Valent.

********

" Thanks udah nganterin pulang". Ucapan Celine mampu mampu membuat jantung Valent berdetak lebih kencang. Dan hanya membalas dengan anggukan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 21, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

VALENT REZA ZAMANTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang