Dimensi Sebelum Kau Datang

0 0 0
                                    

Apakah kau pernah berada pada titik dimana malam terasa cepat, pagi di hiasi kebosanan, siang di kerumuni angan, dan sore yang kau anggap akan indah di sebabkan bayan senja yang menusuk sendi terasa tak berarti. Ahhhh, rasa yang tidak di minati oleh seluruh penghuni bumi. HAMPA!

Aku tidak ingat cara menjadi manusia. Resahku di buatnya. Persetan dengan cinta. Begitu banyak teori tentang cinta seakan menyelami kepala dan memaksaku untuk percaya. Rasa takut akan fenomena itu merebak ke dalam hati membuat enggan menikmati.

Aku pernah mempunyai pengalaman memasuki dimensi yang di sebut cinta. Aku melihat gerbang yang di penuhi bunga, di sampingnya berdiri seseorang yang sedang menantiku dengan segenggam bunga di tangannya. Aku terbuai oleh keindahannya. Setelah aku di tuntun masuk lebih dalam, bukan lagi bunga yang ia genggam, melainkan pisau. Kemanaku akan di bawa pergi – ujarku. Pasanganku berkamuflase menjadi algojo yang ingin mengeksekusiku secara perlahan. Benar saja. Bangsatttt aku mengutuk ini semuaaaaaaaa.

Waktu terus mendayuh dirinya. Sekian lama menahan tusukan pisau darinya, aku memutuskan untuk berlari sembunyi. Semata mata menenangkan diri sambil berpikir, apa ini yang di sebut cinta, dimana keindahannya, apa hanya covernya saja yang memanjakan mata, pertanyaan-pertanyaan itu yang terus berputar di kepala. Sial, aku sudah terperangkap di dalamnya. Bersembunyi untuk menahan ego sendiri. Berusaha sabar menghadapi. Kuncinya satu pada saat itu “ jalankan “. Semoga di penghujung ruangan ini terdapat danau yang indah – doaku.

Hari demi hari terlewatkan bersama algojo yang masih terus saja mengulitiku. Habis kulitku. Aku angkat tangan tanda menyerah. Tanpa rasa bersalah ia pergi dengan seseorang dalam rangkulannya. Bunga yang ku lihat di awal penyambutan itu di genggam lagi oleh algojo guna memperdaya tamu barunya. Kalau boleh aku ingin teriak, BAJINGANNNN. Aku di tinggal dengan tubuh yang terkubur perasaan hancur. Fuck kata gua teh. Semua itu membuatku lupa menjadi insan sejati dan bahkan tuhan menciptakan segala sesuatu pasti ada manfaatnya apabila kita sabar dan tabah menjalankannya.

Semua manusia terkoneksi. Mati rasa aku sepanjang masa. Traumaku di buatnya. Diriku yang bodoh ini tak tahu perisai apa yang harus di bawa agar dapat menikmati indahnya cinta.

Ratusan malam bahkan hampir ribuan ku jalani tanpa ada pemanis di dalamnya, padahal gula pun berperan penting bagi sang penikmat kopi saat ingin di konsumsi.

Aku tidak tahu cara bagaimana menghargai sang mentari yang dengan gagahnya membakar langit hingga kemerahan.

Hari-hariku hanya di hiasi dengan hiruk pikuknya ibu kota. Pagi-pagiku selalu berhadapan dengan macetnya jalan. Banyak orang cosplay menjadi valentino rossi ketika berangkat kerja. Edan.

Setiap pagi timbul tanya dalam hati, apa yang aku dan kalian cari ?, uang atau kebahagiaan ?, bahagiakah kita hari ini ?. Siang-siangku sebatas melayani budak korporat yang hendak makan siang. Sungguh menyebalkan sekali. Soreku memang indah, menyaksikan tumpahnya es krim vanila di langit-langit ibu kota.

Sesekali berdiam diri di pinggir danau hanya untuk menghabiskan satu batang rokok.     Bukan tanpa alasan, menenangkan jiwa dari bisingnya kepala. Ingin lebih akrab dengan diri sendiri. Terkadang kita lupa bertanya pada diri sendiri sehingga kita menjalankan berbagai hal itu tak ada rasa.

Sesibuk itu kah kita hingga tubuh yang kita tunggangi ini tak pernah di kasih haknya. Dan aku yakin kita di ciptakan untuk melakukan hal-hal yang lebih besar. Garis besarnya, aku lupa cara menjadi manusia sejati. Di waktu yang sama; 
Kau datang 

Dirimu menjadi seseorang yang berhasil membuat jiwaku meronta-ronta dengan segala cara yang istimewa. Tiba-tiba saja kau datang dalam kehidupanku. Seperti menawarkan hatimu untukku miliki. Kita membuat semua bersama. Menjalani hari-hari guna membangun sejuta impian. Kita melangkah bersama hari demi hari dengan cara yang amat baik.

Kau memilih untuk bermuara di hatiku. Kau yakin dan berani untuk menghancurkan benteng yang kau bangun sedari lama. Kau datang dengan istimewa. Mampu menghiasi hari-hariku yang sepi. Dengan segelas canda tawa. Kau membuatku seakan tak berdaya.

Kita mencoba merobohkan benteng yang telah lama berdiri tanpa di sadari. Bersamamu membantah teori yang selama ini kita percayai dengan membawa bukti-bukti bahwa cinta adalah bahan bakar bagi setiap yang bernyawa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 28, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Ruang JinggaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang