In marriage, it's not about finding someone you can live with. It's about finding someone you can't live without.
Lika-Liku perjalanan pernikahan Lalisa Manoban seorang Kapten Pilot Korean Air dan Jennie Kim seorang Dokter Anak di Asan Medical Cente...
Pagi ini tepat satu minggu Jennie berada di Paris bersama anak-anak tanpa Lisa. Hari ini Jennie akan check up kandungannya, dia juga ingin sekalian konsultasi cara paling ampuh untuk Lian bisa melepas ASI. Selama ini dia terus berupaya, dari cara yang menurutnya baik hingga terbaik, namun nihil Lian tetap rewel meminta ASI.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahkan saat mereka sedang bersiap sekarang saja Lian merengek ingin uyyu. Sulit memang dimana usia Lian yang masih butuh ASI tapi dia harus berbagi dengan adiknya. "nak ayolah sayang jangan seperti ini, mianhe mianhe bukannya Mommy tega denganmu tapi adik juga butuh sayang...mianhe Mommy dan Daddy yang menghadirkan adik di usiamu yang masih kecil, sehingga kau harus rela berbagi" lirih Jennie.
Selama satu minggu ini Jennie terlalu mengalah pada Lian setiap menangis, Jennie tidak tega yang pada akhirnya dia memberikan lagi dan lagi uyyunya. "Na, injamkan ainan au?" hibur Hana yang ada di kamar juga. Mereka sudah siap dengan pakaian rapih masing-masing.
Tangis Lian membuat Jisoo penasaran dan masuk ke dalam kamar. "waeyo, ada apa disini ramai sekali" ucapnya. Jennie yang berjongkok di depan kursi Lian pun berdiri. "Eonni Lian ingin uyyu, aku harus bagaimana? Lisa juga sudah mengomel agar aku tidak selalu memberikan uyyu pada Lian" adu Jennie.
"ya bagaimana lagi, kau harus tega demi keduanya..Lian, hari ini makan ice cream kau mau? hum sudah sudah, uyyu sapi pun enak Mommy akan buatkan oke?" ujar Jisoo yang menggendong Lian.
"buatkan saja susunya, nanti juga jika dia sangat lapar mungkin akan mau" lanjut Jisoo.
Membawa Lian keluar kamar diikuti si cantik kecil yang sudah membawa tas gendongnya yang berisi crayon dan susu kotak. Sedangkan Jennie membuat susu formula Lian ke dalam botol susu, sambil bersiap untuk pergi.
Jisoo yang akan mengantar Jennie hari ini karena Rose tidak ada, dia ada flight pagi sekali hari ini untuk penerbangan Domestik. Saat keluar kamar, ponsel yang ada di dalam tasnya berdering. Saat dilihat nama Lisa tertera disana.
"hem hallo sayang? kau sudah sampai Jeju?" sapa Jennie. Hari ini Lisa flight Incheon-Jeju begitupun sebaliknya.
"sudah aku baru saja selesai briefing, dan akan makan siang..kau sudah siap? kabari aku setelah selesai check up"
"nde aku pasti mengbarimu"
Karena Jennie sudah keluar kamar, membuat Lisa bisa mendengar tangis anaknya. Lisa tahu pasti Lian ingin uyyu.
"Lian menangis lagi? jangan diberikan Mom..kau harus tega, kasihan memang tapi adik bayi juga membutuhkan itu" kata Lisa
"aku selalu berusaha untuk itu, tapi mendengar Lian menangis membuatku lemah Dad...kau bisa mudah bicara karena tidak melihat secara langsung"