BAB. 3 LAYLA KABUR

39 11 5
                                    

Hai hai, Assalamualaikum guys, gimana kabarnya? Sehat, Alhamdulillah kalo kalian sehat
Hari ini kalian sudah sholawat belum? Kalo belum yuk sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد
Dan jangan lupa juga sholawat hubabah umi Sayyidah Fatimah Az-Zahra

يَا حُبَابَتِيْ يَا سَيِّدَتِيْ يَافَاطِمَة يَا بِنْتَ رَسُوْلِ الله
صَلاَةُ اللهِ وَسَلاَمُهُ اْلأَتَمَّان اْلأَكْملَان
عَلَى أَبِيْكِ وَ أُمِّكِ وَعَلَيْكِ وَعَلَى زَوْجِكِ وَعَلَى ابْنَيْكِ وَعَلَى مَنْ وَلَاكُمْ لِله

Biasakan vote dan komen ya ☺️
Plis biar aku semangat bikin ceritanya

HAPPY READING !!

♡♡♡


"Mau hujan ya kak" ucap Nadira menghampiri kakaknya itu, Farhan mengangguk "iya dik, kayaknya mau hujan deh"

"Yah, berarti nanti gak bisa jalan dong, padahal mau bikin kenangan terakhir sama Ulfa sebelum dia pergi ke pesantren" Farhan yang melihat raut wajah adiknya itu pun mengusap kepalanya

"Sudah gakpapa, nanti juga bakal reda kok" ucap Farhan

♡♡♡
"Akh, bosen banget sih"

"Ya elah ni anak" ucap Ulfa

"Bosen ya" tanya Farhan, Riswan pun mengangguk "iya nih, ngapain ya biar gak bosen" pikir Riswan

"Ha! Makan mie aja" ujar Nadira sambil mencentikan jarinya

"Boleh tuh" ucap Farhan

"Kalo gitu aku bikinin ya, Ulfa bantu" Nadira pun bangun lalu menarik Ulfa dan mereka pun pergi ke dapur

"Hm,,, hujan-hujan gini enaknya makan mie apa ya?" Tanya nya didepan lemari dapur

"Biasanya sih ra, pas hujan itu enaknya makan mie kuah" ucap Ulfa kepada Nadira

"Nah iya-iya, kok gak kepikiran" Nadira pun langsung mengambil 10 bungkus mie instan

"Ulfa minta tolong dong ambilin air" Ulfa menggaguk lalu pergi mengambil air

Setelah Ulfa mengambil air mereka berdua pun merebus mie instan itu setelah selesai Ulfa dan Nadira pun memasukan mie instan itu ke mangkuk yang sudah disiapkan oleh mereka berdua

"Siap, yuk bawa ke kamar" Ulfa menggaguk

♡♡♡

"Nih" ucap Nadira

"Wah kayaknya enak tuh" Habil yang mendengar itu pun memukul Riswan

"Iih, apa sih" ucap Riswan

"Udah jangan berantem kek anak kecil aja"

"Iya-iya"

"Nih" Ulfa pun memberikan mie kuah itu kepada Riswan dan Habil

"Syukron ya fa" ucap Habil

Kanza UlfaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang