II

1K 104 3
                                        

delynn Wijaya POV:

pagi sudah tiba, matahari menyinari kamar ku melewati sela sela jendela, aku terbangun dari tidur ku dan bersiap-siap mandi setelah mandi, aku memakai seragam sekolah ku dan menuju ruang makan selesai sarapan aku lanjut untuk pergi sekolah

"pah delynn berangkat dulu ya"ucap diriku

"iya nak, hati-hati"ucap papa ku

saat aku sampai gerbang sekolah ternyata aku berpapasan dengan Lily "kapan ya aku bisa berteman dengan dia"gumam ku

"hai, kamu baru sampai juga ternyata?" ucap ku

ia tak merespon perkataan ku dan meninggalkan ku begitu saja, tetapi aku tidak menyerah begitu saja

"heii tunggu dong aku belum selesai ngomong"ujar ku

"mau kamu apasih?"tanya Lily

"aku mau kita menjadi teman" ucap ku

"kamu mau kan?, lily"lanjutku

lagi-lagi lily tak merespon perkataan ku dan meninggalkan ku di koridor kelas

"huft.. baru juga dia ngomong, udah cuek lagi aja" lirih ku

sampai dikelas aku melihat Lily menaruh dagu nya di atas meja dan sambil menggunakan earphone putih milik nya

delynn Wijaya POV off

fyi:Tempat duduk delynn di depan tempat duduk Lily ya guys

kring kringg bel masuk tiba

"oke anak anak hari ini pelajaran melukis dan kalian akan di bagi kelompok depan belakang saja ya biar ngga ribet, lukisan nya di kumpulkan minggu depan harap kalian semua mengumpulkan tepat waktu"ucap Bu Eli

"baik Bu"ucap murid-murid

"yoshh, ada kesempatan buat deketin Lily ni"girang delynn

delynn memutarkan tubuh nya ke belakang ia melihat Lily yang sedang tertidur

"astaga, ternyata dari tadi dia tidur?"gumam delynn

"Lily Lily bangun, ada tugas kelompok dari Bu Eli kebetulan kita satu kelompok"ucap delyn menggoyangkan tubuh Lily

Lily merasa terganggu, ia mulai membuka matanya dan melihat ke arah depan

"apa?"tanya nya pelan

"ada tugas melukis dari Bu Eli, kita satu kelompok"jelas delynn

"oh"ucap Lily singkat

"KOK OH DOANG?INI NGERJAIN NYA MAU DIMANA LILYYY"ucap delynn sedikit geram

"terserah "ucap Lily

""huftt....untung aku sabar"batin delynn

"yaudah di rumah aku aja ya?"tanya delynn,Lily hanya mengganguk.

kring kring.. bel istirahat

"kamu ga ke kantin?"ucap delyn

"ga"balas Lily singkat

"aku mau ke kantin, mau nitip sesuatu?"tanya delyn

"gausah, makasih"balas Lily

Lily melanjutkan aktivitas menggambar nya karna ia sangat suka menggambar jenis 2D alias anime

"besok kita kerjain ya"ucap delynn yang di angguki oleh Lily

besok harinya

lilyyy🍃

hai Lily, aku delynn!

ya

oh ya, kamu free kan gimana kalau aku jemput sekarang

mau ngapain?

kerja kelompok lah, kamu lupa?

ok

Sherlock, nanti aku jemput

location📍


tunggu yaa
/read

toktoktok.....

"permisi, Lily ini aku delyn"

Lily keluar menggunakan hoodie coklat dengan celana pendek berwarna hitam nya

"lucu"batin delynn

"kenapa liat liat?"tanya Lily

"a-ah gapapa kok, ayo masuk"ucap delynn

ia mulai melajukan mobilnya

"emm, kamu tinggal sama siapa?"tanya delynn

"sendiri"balas Lily

"eh?emang orang tua mu kemana?"tanya nya lagi

"pisah"singkat Lily

"eh aduh maaf aku ga bermaksud ly"ucap delyn panik

lagi-lagi Lily tak menjawab

"nah udah sampai, ayo turun"ucap delynn

"maa aku pulang"teriak delyn

"iya nak, eh bawa siapa itu"ucap mama delyn

"ini temen aku"balas delynn

"halo tante, aku Lily"ucap Lily

"halo juga sayang, cantik ya temen kamu"ujar mama delynn, Lily hanya tersenyum tipis mendengar hal itu

"ayo ke kamar" ucap delynn

"peralatan nya?"tanya Lily

"udah ada semua kok"timpal delynn

"kita mau pilih tema apa?"tanya delyn

"batik aja kali ya?"ucap Lily

"oke"

sudah 1 jam berlalu akhirnya mereka menyelesaikan lukisan tersebut

"Lily"panggil delynn

sontak Lily menoleh

"apa?"tanya nya

"kita temenan kan sekarang?"tanya delynn

"I don't know "ucap lily

Jlebb

hati delyn terasa sesak, ternyata ia masih belum menerima dirinya sebagai teman

"kenapa?kenapa kamu gamau temanan sama aku li?"ucap delynn

"keluarga aku hancur del"

aku bakal jadi keluarga kamu

"aku ga pinter"

aku ajarin

"a-aku bodoh dalam hal apapun,semua orang menganggap aku anak pembawa sial,jangan deketin aku,kamu primadona sekolah, keluarga kamu utuh,kamu pintar dalam hal apapun,kamu sempurna,aku ga setara sama kamu del" ucap Lily mulai terisak

kalimat terpanjang yang di ucapkan Lily kepada delynn, ia senang sekaligus sedih mendengar ucapan Lily

ia sontak merengkuh tubuh Lily dan memeluk Lily

"li, dengerin aku, semua orang itu sama gaada yang sempurna, kamu setara sama aku, itu alasannya aku pengen jadi teman kamu"jelas delynn menenangkan Lily

"aku gabisa"ucap Lily lemas

"harus bisa, kamu pasti bisa kalau kamu berusaha kamu pasti bisa li"timpal delynn

"mulai sekarang kita temenan ya?"tanya delynn

"tapi, apa kata teman-teman mu kalau kamu temenan sama aku?pasti mereka gabisa menerima aku"tanya Lily

"gausah dengerin mereka"jelas delynn

jujur saja delynn sangat ingin menangis melihat kondisi Lily yang seperti ini, pantas saja ia terlihat begitu pendiam, dan cuek, ternyata ia memendam masalah sebesar ini

"aku bangga sama kamu, udah kuat sampai saat ini li"batin delynn





















tbc..

janlup votee!!

"dekap erat renjanaku"(Lilynn)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang